Jumat 20 Agustus 2021, 14:27 WIB

Menkeu: Ada 5 Faktor agar RI Bisa Lolos dari Middle Income Trap

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Menkeu: Ada 5 Faktor agar RI Bisa Lolos dari Middle Income Trap

Antara
Menkeu Sri Mulyani menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Jakarta.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekankan bahwa jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap) dialami banyak negara. Menurutnya, banyak negara yang berhasil naik dari berpendapatan rendah ke menengah, lalu terjebak di posisi tersebut bertahun-tahun.

"Tidak banyak negara bisa naik terus menjadi upper middle income country. Sehingga, di dalam pembahasan pembangunan negara-negara dunia, unsur terminologi apa yang disebut middle income trap," ujar Ani, sapaan akrabnya, dalam peluncuran buku Indonesia 2045 secara virtual, Jumat (20/8).

Lebih lanjut, dia mengatakan Indonesia berupaya keluar dari jebakan tersebut. Setidaknya, ada lima hal utama yang dapat berkontribusi mendorong kenaikan kelas Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

Pertama, sumber daya manusia (SDM), di mana peningkatan mutu dan kualitas akan berpengaruh signifikan pada perkembangan kemajuan bangsa. Pemerintah disebutnya berusaha mengungkit kualitas SDM nasional. Seperti, melalui agenda reformasi bidang kesehatan dan pendidikan.

Baca juga: Ekonomi Digital Bisa Diandalkan untuk Dongkrak Pertumbuhan

Hal itu berhubungan dengan faktor penentu kedua, yakni pendidikan. Ani menilai pendidikan yang berkualitas akan menelurkan SDM yang unggul dan cakap. Hal itu pula yang saat ini sedang dilakukan pemerintah.

"Dunia pendidikan kita dan sekarang dengan Merdeka Belajar, ingin dilakukan semakin dekatnya dunia pendidikan dengan dunia nyata. Mereka nanti akan bergumul, akan terjun menjadi pemikir, pekerja maupun pemimpin," imbuh Bendahara Negara.

Faktor ketiga ialah jaring pengaman sosial. Menurut dia, hal itu dapat mendorong masyarakat untuk maju secara adil dan kompetitif. Reformasi pada jaring pengaman sosial juga bertujuan agar dampaknya lebih terasa pada kelompok masyarakat yang disasar.

Salah satu reformasi yang dijalankan, yakni mengarahkan subsidi hanya untuk masyarakat yang membutuhkan. Apabila itu berjalan dengan efektif, keadilan sosial bagi masyarakat, seperti yang diamanatkan UUD 45, bisa terwujud.

Baca juga: Harga PCR Turun, Bos Garuda Harap Jumlah Penumpang Pesawat Melejit

"Kita seharusnya bisa membangun penguatan dan pemberian bantuan pada kelompok secara targetnya menjadi jelas. Dengan teknologi digital, seharusnya ini mampu dilakukan. Termasuk transfer kepada keluarga PKH, yang kemudian menciptakan financual inclussion," jelas Ani.

Lalu, faktor keempat ialah reformasi ekonomi. Dalam konteks ini, Indonesia dapat menyasar sektor UMKM yang sejatinya berperan sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Sektor tersebut seharusnya bisa beradaptasi dan memanfaatkan teknologi yang berkembang pesat.

Adapun faktor kelima untuk keluar dari middle income trap, yaitu berjalannya institusi pemerintahan yang baik. Menurut Ani, institusi yang baik berkorelasi erat dengan perkembangan dan pertumbuhan bangsa.(OL-11)

Baca Juga

MI/HO

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB
“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi...
MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...
MI/Pierre Lavender

Wafa Taftazani Sebut Ransverse Jadi Indonesia’s Premier Metaverse

👤Pierre Lavender 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:54 WIB
Dalam metaverse yang dibuat oleh Rans Entertainment, terdapat 24.000 lands sebagai pengisi geografi dan dapat diisi oleh para kreator...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya