Kamis 16 September 2021, 08:04 WIB

Fasilitas Terintegrasi Menunjang Industri Supply Chain di JIIPE

mediaindonesia.com | Ekonomi
Fasilitas Terintegrasi Menunjang Industri Supply Chain di JIIPE

DOK

 

JAVA Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, merupakan kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia yang menyambungkan pelabuhan, lahan industri, dan residensial dalam satu area seluas 3.000 hektare. Kelengkapan infrastruktur yang terintegrasi menjadikan JIIPE sebagai kawasan industri hulu ke hilir atau supply chain industry terdepan di Indonesia.

Konsep integrasi dari hulu ke hilir ini diyakini akan menciptakan efisiensi serta berbagai macam manfaat, seperti menurunkan biaya logistik dan meningkatkan daya saing. Hal ini juga didukung dengan fasilitas dan jaringan infrastruktur, utilitas, serta sarana dan prasarana lainnya.

Kawasan industri JIIPE yang dimiliki PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan Pelindo III ini mempunyai infrastruktur yang sangat mendukung, seperti tol, pelabuhan, dan jalur kereta api. Adanya sarana dan prasarana di Kawasan Industri JIIPE Gresik menjadi magnet bagi investor untuk mengembangkan industri hulu ataupun hilir. Hal ini juga diyakini akan sangat berpengaruh terhadap ekonomi lokal ataupun nasional.

Menurut Direktur Utama Pelindo III Boy Robyanto, kawasan industri terpadu JIIPE telah memiliki kesiapan sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) dengan lokasi strategis di Selat Madura. Letaknya berada dalam Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS) yang ditunjang dengan pelabuhan, akses lokasi dekat dengan jalur Tol Surabaya-Jakarta dan jalur jalan nasional pantai utara, serta jalur kereta api Surabaya-Jakarta.

“Lokasi JIIPE yang aksesibel dan terintegrasi dengan infrastruktur tersebut, menunjang pengembangan industri dan teknologi yang berorientasi ekspor dan subs¬titusi impor. Pengembangan sektor industri dan teknologi meliputi industri berteknologi tinggi (high tech products/HTP) serta industri metal, industri elektronik pionir dan orientasi ekspor, industri kimia, industri energi, serta logistik,” jelas Boy.

Zona industri di KEK JIIPE terdiri atas zona manufaktur, zona perdagangan, dan pusat logistik. Adapun kegiatan usaha di JIIPE Gresik ini antara lain (1) produksi dan pengolahan, (2) logistik dan distribusi, (3) riset, ekonomi digital, dan pengembangan teknologi, serta (4) pengembangan energi.

Di sisi lain, integrasi seluruh infrastruktur di kawasan industri JIIPE Gresik juga sangat mengefisienkan pemeriksaan Bea dan Cukai saat proses bongkar muat serta ekspor-impor bahan baku. Dengan sistem terintegrasi ini, Bea dan Cukai tidak perlu menempatkan banyak pos, JIIPE hanya akan menempatkan dua pos yang akan sangat mengefisienkan waktu dan cost industri.

Selain itu, proses supply chain di JIIPE juga akan ditunjang internet of things (IoT). Seperti diketahui, kepuasan pelanggan ialah tonggak utama bagi industri manufaktur di kawasan industri. Oleh sebab itu, supply chain dalam kawasan industri harus saling bersinergi dengan cerdas.

Pengaplikasian IoT ini akan menghasilkan perencanaan bisnis terpadu yang akhirnya membantu kawasan industri dalam membuat strategi, produksi, hingga memastikan pengiriman barang dan jasa berjalan dengan baik sampai ke tangan konsumen.

Selain menciptakan supply chain yang cerdas, pengaplikasian IoT dalam kawasan industri JIIPE juga bermanfaat untuk sejumlah hal, di antaranya menciptakan layanan lapangan yang terhubung.

Dalam hal ini, IoT akan memberikan layanan baru yang menghubungkan produk pintar dari industri manufaktur di kawasan industri dengan teknisi yang berdaya guna untuk memberikan layanan proaktif dan prediktif. IoT dapat mengubah pusat layanan menjadi pusat laba.

Selanjutnya ialah menguatkan sinergi antara tim sales dan service. Sales dan service merupakan beberapa bagian penting kawasan industri yang berperan dalam memberikan layanan terbaik bagi pelanggan.

Industri 4.0
Dengan bantuan IoT, sales dan service akan semakin terkolaborasi dan bersinergi dengan baik. Pengaplikasian IoT juga akan meningkatkan keterlibatan pelanggan hingga akhirnya mendorong penjualan.

Kemudian, mewujudkan pabrik masa depan. Kehadiran IoT dalam kawasan industri akan mendorong lahirnya pabrik-pabrik cerdas masa depan. IoT akan meningkatkan keterampilan karyawan dalam penggunaan AI (artificial intelligence), mendorong kegiatan operasional, serta mendeteksi cacat dan memecahkan masalah produksi secara realtime di pabrik.

Terakhir ialah meningkatkan inovasi produk. Salah satu hal yang menjadi keunggulan IoT ialah adanya teknologi komputasi awan (cloud). Dengan teknologi ini, seluruh stakeholder akan semakin mudah terkoneksi dan berkolaborasi di mana pun dan kapan pun. Kolaborasi yang kuat antar-stakeholder akan menciptakan produk yang terus berinovasi sesuai dengan tantangan zaman di era industri 4.0 ini.

Seperti diberitakan, KEK Gresik JIIPE merupakan Proyek Strategis Nasional untuk industri 4.0. Dalam hal ini, JIIPE menyediakan konektivitas superior dengan transportasi multimoda, terhubung pelabuhan laut dalam, utilitas lengkap satu pintu, perizinan lingkungan dengan Amdal satu pintu, dan izin konstruksi cepat melalui fasilitas KLIK.

Kombinasi fasilitas JIIPE, lokasi yang strategis, dan status KEK dipercaya akan mendorong tercapainya target pemerintah untuk mengurangi biaya logistik dan operasional lainnya serta menjadikan Indonesia sebagai tujuan pilihan investasi yang menarik.

PT Freeport Indonesia (PTFI) yang merupakan salah satu tenant di JIIPE pun mengakui sejumlah keuntungan, terutama dari segi fasilitas yang diberikan untuk keberlangsungan industrinya. Untuk itu, Freeport memilih melanjutkan pembangunan smelter tembaga baru dan pemurnian logam mulia di kawasan industri ini.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas menyebut dukungan infrastruktur menjadi salah satu aspek pertimbangan dalam pemilihan JIIPE Gresik sebagai lokasi pembangunan smelter. Dukungan infrastruktur yang dimaksud, yaitu pelabuhan, jalan, area laydown, dan ketersediaan utilitas. Termasuk pengolah¬an limbah, pasokan listrik, gas, dan air.

Pihaknya juga mengkaji dari aspek ekonomi dan kemudahan jangkauan bagi para off-takers. “Kami juga punya by produk dari proses smelter. Tembaga itu ada dari by produk, ada asam sulfat, terak, dan ada gipsum,” ujar Tony.

Tony juga menyoroti status kawasan ekonomi khusus (KEK) teknologi dan manufaktur yang diperoleh JIIPE Gresik. Dengan status tersebut dia optimistis pembangunan smelter Freeport akan berjalan semestinya dengan berbagai kemudahan, seperti kemudahan untuk memenuhi pengadaan dan pasokan yang dibutuhkan. (Ifa/S2-25)
 

Baca Juga

Dok. Kementerian ATR/BPN

Kementerian ATR/BPN Gelar Sosialiasi PP Turunan UU Cipta Kerja Bidang Pengendalian Fungsi Tanah dan Ruang 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Sabtu 16 Oktober 2021, 00:11 WIB
Direktorat Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (Ditjen PPTR) membawahi beberapa PP, yaitu PP Nomor 18 Tahun 2021 tentang...
Dok. Kemendag

UKM Binaan ECP Kemendag Sukses Perluas Pasar Ekspor Furniture ke UEA 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:52 WIB
CV Mebel Internasional merupakan peserta ECP untuk wilayah Jawa Tengah yang berhasil mendapatkan permintaan dari UEA dengan memanfaatkan...
Dok. Diamondland

Ikut Bantu Pencapaian Herd Immunity dan Pemulihan Ekonomi, Diamonland Gelar Vaksinasi Massal 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 15 Oktober 2021, 23:06 WIB
Kegiatan itu merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam menyukseskan pencapaian herd immunity melalui vaksinasi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Risma Marah dan Gaya Kepemimpinan Lokal

ika melihat cara Risma marah di Gorontalo, hal itu tidak terlalu pas dengan norma, etika, dan kebiasaan di masyarakat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya