Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Mandiri secara agresif terus mendorong inovasi digital untuk meningkatkan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) untuk segmen milenial. Hal ini seiring dengan membaiknya tren pertumbuhan di sektor properti.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), sampai dengan Juli 2021 total kredit properti telah mencapai Rp 1.092,8 triliun atau tumbuh 4,9% secara year on year (YoY). Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA) sebesar 7,4% YoY menjadi Rp 546,8 triliun di bulan Juli 2021.
Melihat potensi tersebut, Bank Mandiri lewat kolaborasi dengan penyedia platform digital Pinhome meluncurkan aplikasi Rumah Idamanku (RIKu) untuk memudahkan nasabah dalam mencari hunian impian.
Peluncuran aplikasi RIKu ditandai dengan seremonial bertajuk "Launching Aplikasi Rumah Idamanku (RIKu), Solusi Properti Semudah Sentuhan Jari" di Jakarta, Kamis (9/9).
Acara tersebut dihadiri oleh EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo, CEO-Founder Pinhome Dayu Dara Permata, CEO Loan Market Indonesia Sari Dewi mewakili Ray White & Loan Market Indonesia, Direktur LJ Hooker Indonesia Oka Mahendra Kauripan, serta Business Director Xavier Marks Indonesia Surya Prasidha.
Dalam sambutannya, EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo menjelaskan langkah inovasi ini merupakan bentuk komitmen perseroan untuk secara aktif merespon perubahan perilaku konsumen dan memenuhi kebutuhan transaksi nasabah yang saat ini mulai beralih kelayanan digital.
“Pandemi Covid-19 membuat nasabah menjadi sulit untuk mencari properti, ditambah lagi marketing properti mengalami keterbatasan ruang gerak karena adanya pembatasan aktivitas di berbagai wilayah. RIKu menjadi solusi yang tepat bagi Nasabah yang ingin mencari hunian idaman dan juga membantu broker properti dalam memasarkan listing propertinya,” terang pria yang akrab Satyo ini.
Selain itu, pihaknya menilai dengan kehadiran RIKu, nasabah dapat menikmati kemudahan dalam melakukan pencarian properti dari Broker-broker Properti dan Aset Lelang & Jual Cepat Bank Mandiri, hingga mengajukan pembiayaan dengan berbagai penawaran menarik dari Mandiri KPR.
Lewat aplikasi ini, Bank Mandiri optimistis penyaluran Mandiri KPR dapat turut memacu pertumbuhan yang diproyeksi mencapai Rp 45 triliun di akhir 2021. Adapun, hingga Juli 2021 pembiayaan KPR Bank Mandiri sudah mencapai Rp 44 Triliun.
Sementara itu, CEO-Founder Pinhome, Dayu Dara Permata, menyambut baik peluncuran aplikasi RIKu sebagai inovasi untuk menyuguhkan pengalaman bertransaksi properti yang lebih mudah, cepat, dan terintegrasi dengan layanan KPR atau KPA.
“Kami sangat bangga bisa bekerjasama dengan Bank Mandiri sebagai salah satu bank BUMN terbesar di Indonesia. Kerjasama ini didasari oleh pengamatan adanya kebutuhan perbankan untuk memasarkan dan menyalurkan KPR dan KPA serta ketersediaan listing properti berkualitas,” terang Dara.
Pihaknya menambahkan kehadiran aplikasi RIKu akan memberikan pengalaman bertransaksi properti yang cepat, terintegrasi dengan layanan KPR atau KPA dalam sebuah platform dan mudah diakses oleh masyarakat khususnya nasabah Bank Mandiri.
Pasalnya, nasabah Bank Mandiri yang bertransaksi properti lewat RIKu dapat menikmati beragam kemudahan mulai dari pencarian, mengatur jadwal kunjungan, konsultasi, hingga pengajuan KPR atau KPA baik untuk rumah maupun apartemen.
Selain itu, seluruh pengajuan pembiayaan kredit melalui aplikasi RIKu akan mendapatkan benefit yang kompetitif.
Dara menjelaskan, algoritma Pinhome akan memastikan pengalokasian leads yang adil dan merata untuk para broker properti. Rangkaian proses ini sejalan dengan misi Pinhome untuk memberikan transaksi yang mudah, cepat, dan transparan.
“Melalui Pinhome, kami memungkinkan seluruh informasi dan interaksi yang berkaitan dengan transaksi properti mulai dari pencarian, kunjungan, estimasi dan negosiasi harga, hingga pengajuan kredit terjadi secara online melalui platform yang terautomasi lengkap dengan virtual reality dan algoritma berbasis machine learning,” terang Dara.
Berbekal fitur tersebut, Pinhome memiliki misi untuk membuat properti lebih aksesibel agar masyarakat Indonesia semakin mudah menemukan rumah idamannya dan broker properti dapat semakin meningkat transaksinya dengan segala kemudahan fasilitas pembiayaan yang disediakan Bank Mandiri. (RO/OL-09)
Banyak perumahan gagal dihuni akibat minim infrastruktur dasar. Wamen PU menegaskan hunian harus terintegrasi, akademisi sebut kumuh akibat sistem.
The HUD Institute mengingatkan pemerintah bahwa persoalan perumahan nasional tidak dapat diselesaikan dengan pendekatan proyek semata
The HUD Institute meninjau perencanaan kota mandiri di tengah dorongan pembangunan perumahan dan menyoroti pentingnya integrasi tata ruang regional.
Ekspansi proyek perumahan nasional dan percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN) membuka peluang besar bagi industri penyedia material mechanical, electrical & plumbing (MEP).
Kita harus memastikan rumah yang dibangun aman dan berkelanjutan.
Backlog kepemilikan rumah mencapai 9,87 juta unit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan angka hingga 10,9 juta atau 15 juta unit,
KENAIKAN harga rumah yang terus tinggi menjadi salah satu faktor harga rumah semakin sulit terjangkau, termasuk oleh gen Z. Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan sangat minim.
OJK menegaskan hanya segelintir calon debitur KPR dengan skema FLPP terkendala akibat catatan di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).
Generasi milenial menjadi kelompok paling banyak menerima manfaat program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang disalurkan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
Kementerian PKP sedang mengkaji skema Rent to Own (RTO) atau sewa-beli untuk mendukung program pembangunan 3 juta rumah, dengan fokus utama pada penyediaan pembiayaan bagi pekerja informal.
BTN menegaskan posisinya sebagai penyalur terbesar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2025.
Segmen pasar menengah saat ini menjadi target pasar yang menjanjikan. Hal ini didorong oleh dominasi end-user, khususnya generasi milenial, Gen Z, serta pasangan muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved