Minggu 15 Agustus 2021, 20:33 WIB

Penyaluran PEN Capai Rp320 T, Tertinggi untuk Perlindungan Sosial

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Penyaluran PEN Capai Rp320 T, Tertinggi untuk Perlindungan Sosial

Antara
Warga berjalan dengan latar gedung-gedung bertingkat di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (3/8).

 

REALISASI anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 untuk mendorong pemulihan ekonomi dan penanganan dampak pandemi telah mencapai Rp320,38 triliun, atau 43% dari pagu anggaran sebesar Rp744,75 triliun per 6 Agustus. Penyaluran terbesar dialokasikan untuk perlindungan sosial.

“Pemerintah terus mempercepat realisasi anggaran PEN untuk memberikan perlindungan sosial, penanganan kesehatan, sekaligus mencegah potensi perlambatan ekonomi di kuartal 3 dan 4 di 2021," kata Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate dalam keterangannya, Minggu (15/8).

Penyerapan anggaran PEN tertinggi, yakni klaster perlindungan sosial telah mencapai Rp94,79 triliun atau 50,8% dari total pagu Rp186,64 triliun per 6 Agustus Program-program yang termasuk dalam klaster perlindungan sosial di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bansos Tunai Non-Jabodetabek, Bansos Sembako Jabodetabek, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, dan Diskon Listrik.

Sementara itu, penyerapan anggaran PEN tertinggi kedua terdapat pada klaster kesehatan yang mencapai Rp70,32 triliun atau 32,7% dari pagu Rp 214,95 triliun. Anggaran pada klaster ini di antaranya digunakan untuk program penanganan covid-19, seperti program vaksinasi dan penguatan 3T, iuran jaminan kesehatan, santunan tenaga kesehatan, dan lain-lain.

Selain kedua klaster tersebut, tiga sektor lain dengan penyerapan terbesar anggaran PEN 2021 secara berurutan ialah klaster dukungan UMKM dan Korporasi mencapai Rp55,8 triliun atau 34,4% dari pagu Rp162,40 triliun.

Berikutnya, klaster insentif usaha mencapai Rp51,15 triliun atau 81,4% dari pagu Rp62,83 triliun dan klaster program prioritas mencapai Rp48,32 triliun atau 40,8% dari pagu Rp117,94 triliun.

Menkominfo mengungkapkan, pemerintah akan terus mendorong akselerasi penyerapan anggaran PEN 2021. Pemerintah juga akan memonitor, memitigasi setiap kendala, dan memastikan agar realisasi PEN di semester II 2021 jauh lebih baik, tepat sasaran dan mencegah agar tidak tertumpuk di akhir tahun.

“Semoga program-program yang memanfaatkan anggaran PEN ini bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat, khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi covid-19,” pungkas Johnny. (E-3)

Baca Juga

Antara/Indrianto Eko Suwarso

PLN Beberkan Sejumlah Masalah dalam Perdagangan Emisi Karbon 

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:58 WIB
"Oleh karena itu, ketentuan mengenai mekanisme implementasi cap, trade and tax dibutuhkan sebagai rujukan bagi PLN sebagai persiapan...
Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden Paparkan Strategi Indonesia Wujudkan Ekonomi Hijau di World Economic Forum 

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 20 Januari 2022, 22:46 WIB
Menurutnya, laju deforestasi turun signifikan sampai 75 persen pada periode 2019-2020, di angka 115 ribu...
Ist/Kementan

Panen Awal Tahun Bersama Perwakilan FAO, Mentan Pastikan Stok Beras Aman

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 20 Januari 2022, 21:02 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa produktivitas padi di Karawang selama ini telah berkontribusi maksimal memperkuat stok beras...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya