Senin 09 Agustus 2021, 05:19 WIB

Chevron Pamit dari Blok Rokan Riau

Basuki Eka Purnama | Ekonomi
Chevron Pamit dari Blok Rokan Riau

ANTARA/Aswaddy Hamid
Sebuah pompa minyak beroperasi di ladang sumur Blok Rokan areal kerja Tanah Putih Tanjung Melawan Rokan Hilir, Riau.

 

PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), Minggu (8/8) malam, resmi mengakhiri sejarah panjang pengelolaan lapangan minyak bumi selama hampir satu abad di wilayah kerja Rokan, Provinsi Riau.

Presiden Direktur Chevron Pacific Indonesia Albert Simanjuntak mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan pemerintah dalam mengelola Blok Rokan selama 97 tahun dan menjadikan wilayah itu sebagai penghasil minyak terbesar di Indonesia.

"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan, baik operasional maupun kegiatan yang mendukung
masyarakat selama hampir satu abad," kata Albert dalam konferensi pers virtual, Minggu (8/8) malam.

Baca juga: Lanxess Rampungkan Akusisi Emerald Kalama Chemical

Kini, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengambil alih pengelolaan tambang minyak bumi tertua di bumi Lancang Kuning tersebut selama 20 tahun ke depan.

Perpindahan itu sesuai dengan amanat yang dikeluarkan Pemerintah melalui Menteri ESDM pada 2018.

Lebih lanjut, Albert menyampaikan pesan kepada para pekerja eks-CPI yang sekarang telah menjadi karyawan PHR agar mereka menjaga keahlian,
kreatifitas, semangat kemitraan, kolaborasi, kinerja, dan integritas saat bekerja di organisasi baru Pertamina.

"Selalu jadikan keselamatan dan kesehatan sebagai prioritas utama. Rangkul keberagaman dan jaga semangat inklusi. Saya yakin di manapun
rekan-rekan berkarya, kualitas talenta yang dilengkapi dengan nilai-nilai tersebut akan menghasilkan kinerja yang cemerlang," ucap Albert.

Berdasarkan catatan sejarah, Chevron ada di Indonesia diawali dengan kedatangan empat ahli geologi dari Standard Oil Company of California (Socal) pada 1924.

Pada 1930-an, Socal bekerja sama dengan Texaco yang akhirnya membentuk Caltex yang menjadi cikal bakal perusahaan Chevron Pasific Indonesia.

Kegiatan pencarian migas yang dilakukan sejak era Kolonial Belanda tersebut baru memberikan hasil usai penemuan lapangan Duri pada 1941, lalu disusul penemuan lapangan Minas pada 1944.

Kedua lapangan tersebut merupakan lapangan minyak terbesar dari total 115 lapangan produksi di Blok Rokan saat ini dengan luas wilayah mencapai 6.264 kilometer persegi.

Blok Rokan pernah mencetak produksi tertinggi menyentuh angka hampir 1 juta barel per hari pada 1973.

Rata-rata kontribusi produksi Blok Rokan selama 70 tahun terakhir sekitar 46% dari produk minyak bumi nasional.

Kini, Blok Rokan menjadi salah satu tumpuan Indonesia dalam mendongkrak produksi minyak bumi sebesar 1 juta barel per hari dan 12 miliar kaki kubik per hari gas bumi (BSCFD) pada 2030. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

Menko Airlangga Hartarto Pantau Langsung Operasi Pasar di Jawa Tengah

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 19:18 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan operasi pasar dilakukan untuk memastikan stabilitas harga bahan...
Dok JIM

Nishitetsu Mulai Bangun Veranda 

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 17:20 WIB
Nishitetsu Group menggandeng pengembang Pulauintan membangun apartemen The Veranda di koridor Lebak Bulus-Pondok Indah, Jakarta...
ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho

KPPU Bawa Permasalahan Minyak Goreng ke Ranah Hukum

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Sabtu 29 Januari 2022, 16:40 WIB
Berbagai fakta kelangkaan, potensi penimbunan atau sinyal-sinyal harga atau perilaku di pasar akan menjadi bagian dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya