Minggu 08 Agustus 2021, 23:26 WIB

Lanxess Rampungkan Akusisi Emerald Kalama Chemical

Ghani Nurcahyadi | Ekonomi
Lanxess Rampungkan Akusisi Emerald Kalama Chemical

Dok. Lanxess
Fasilitas pengolahan bahan kimia milik Lanxess

 

PERUSAHAAN bahan kimia khusus Lanxess menyelesaikan akuisisi terbesar kedua dalam sejarahnya pada 3 Agustus dengan pengambilalihan Emerald Kalama Chemical. Produsen bahan kimia khusus yang berbasis di Amerika Serikat itu mayoritas dimiliki oleh afiliasi perusahaan ekuitas swasta American Securities LLC. 

Semua persetujuan regulator yang diperlukan telah diterima. Nilai perusahaan Emerald Kalama Chemical adalah USD 1,075 miliar (EUR 900 juta). Setelah dikurangi liabilitas, harga pembelian sekitar USD 1,04 miliar (EUR 870 juta), yang dibiayai LANXESS dari likuiditas yang ada.

Chairman of the Board of Management Lanxess AG Mathias Zachert mengatakan, Emerald Kalama Chemical memberi dorongan besar lain di jalur pertumbuhan Lanxess. 

"Kami memperkuat posisi kami di pasar dengan tingkat pertumbuhan yang menarik dan membuka area aplikasi baru dengan margin tinggi, terutama di sektor minuman dan makanan atau dalam produk pembersih dan kosmetik. Tidak hanya itu. Emerald Kalama Chemical terintegrasi dengan sempurna, memperkuat rantai nilai kami dalam Consumer Protection. Segmen ini merupakan mesin penting yang membuat Lanxesslebih stabil dan menguntungkan,” kata Zachert.

Ia menambahkan telah membentuk tim yang  bekerja dengan kecepatan penuh untuk memastikan integrasi yang cepat antara bisnis Lanxess dan Emerald Kalama.

Dengan transaksi ini, Lanxess memperoleh tambahan sekitar 470 karyawan dengan tiga lokasi produksi di Kalama/Washington (AS), Rotterdam (Belanda) dan Widnes (Inggris Raya).

Pada 2020, Emerald Kalama Chemical mencatatkan penjualan global sekitar USD 425 juta (EUR 375 juta) dan EBITDA pre exceptionals sekitar USD 90 juta (EUR 80 juta). Dalam tiga tahun, Lanxess mengharapkan tambahan kontribusi pada EBITDA tahunan sekitar USD 30 juta (EUR 25 juta) dari sinergi tersebut. 

Baca juga : Di Tengah Pandemi, Permintaan Produk Kecantikan Lokal Cukup Bagus

Setelah rampung, akuisisi tersebut akan meningkatkan pendapatan per saham secara bertahap pada tahun fiskal pertama.

Sekitar tiga perempat penjualan dari bisnis yang diakuisisi diperoleh dari produk khusus untuk layanan konsumen.

Akuisisi itu menjadikan Lanxess sebagai salah satu penyedia perasa makanan dan wewangian terkemuka, sektor yang diharapkan Lanxess dapat mencatatkan tingkat pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan.

Zat itu digunakan terutama dalam produk perawatan pribadi, kosmetik dan wewangian eksklusif, selain makanan dan minuman. Rangkaian produk dalam portofolio Lanxess yang baru mencakup lebih dari 30 bahan kimia aroma dengan wewangian natural, bunga, buah, pedas dan herbal.

Lanxess menggabungkan bisnis ini ke dalam unit bisnis Flavours & Fragrances yang baru didirikan, dan akan menjadi bagian dari segmen Consumer Protection.

Akuisisi ini juga memperkuat posisi terdepan Lanxess dalam bisnis pengawet. Produk-produk baru ini akan digunakan dalam aplikasi dengan pertumbuhan tinggi pada industri makanan dan minuman, serta deterjen, pelembut kain, kosmetik dan produk perawatan pribadi.

Sekitar seperempat penjualan dari bisnis yang diakuisisi, tercatat oleh bahan kimia khusus untuk aplikasi industri dengan pertumbuhan tinggi, terutama di industri plastik, cat dan pelapis dan perekat. Produk-produk tersebut akan diintegrasikan ke dalam unit bisnis Polymer Additives. (RO/OL-7)

Baca Juga

Antara/Bayu Pratama S.

Kinerja APBN Efektif, Fungsi Countercyclical Dilanjutkan pada 2022

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Senin 29 November 2021, 18:50 WIB
Langkah pemulihan ekonomi dengan menggunakan instrumen APBN sejak 2020 berhasil mendukung penanganan dan pengendalian...
Ist

Ethereum Naik dan Pecah Rekor, Bitcoin Dekati Rp1 Miliar

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 29 November 2021, 18:33 WIB
Kabar Ethereum dan Bitcoin yang pecah rekor tentu adalah kabar menggembirakan untuk para investor yang menginvestasikan uangnya untuk...
Antara/Hafidz Mubarak A.

DBS Group: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Meningkat pada Akhir 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Senin 29 November 2021, 17:54 WIB
Bank Indonesia telah membeli obligasi senilai lebih dari Rp143 triliun (0,9% dari PDB) dari pasar perdana sejak awal tahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya