Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT PLN (Persero) membangun Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) pertama di Maluku dan Maluku Utara guna mendukung sektor perikanan dan kelautan melalui program Electrifying Marine.
Anjungan listrik senilai Rp165 juta ini terletak di Pelabuhan Fery Bastiong, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Saat ini pembangunan anjungan telah rampung dan siap digunakan para pelaku usaha di bidang perikanan dan kelautan.
"Kami harap kehadiran ALMA ini bisa menunjang kegiatan ekonomi khususnya di sektor perikanan dan kelautan, terutama untuk aktivitas di pelabuhan maupun dermaga," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara Adams Yogasara melalui keterangan yang diterima, Sabtu (7/8).
Dengan memanfaatkan ALMA, lanjut Adams, para pelaku usaha perikanan dan kelautan khususnya pemilik kapal/fery dapat melakukan penghematan biaya operasional hingga 50% daripada menggunakan mesin genset berbahan bakar solar yang memakan biaya sekitar Rp643.200 per hari
"Selain itu, tentu ini juga mendorong pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan," ujar Adams.
Baca juga: Garap Potensi Panas Bumi, PLN Dukung Pembentukan Holding Geothermal
Adams menambahkan, pembangunan ALMA merupakan bentuk konkret pelaksanaan program Electrifying Marine. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan pada sektor perikanan laut guna memenuhi kebutuhan layanan listrik temporer seperti penerangan kapal, coldstorage serta kebutuhan listrik lainnya di lokasi dermaga, pelabuhan hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Program ini lahir sebagai wujud nyata transformasi PLN pilar Customer Focus dan Innovative dalam meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau dan andal.
"Ke depan, kami menargetkan ALMA dapat dipasang di semua dermaga di setiap pelabuhan laut di seluruh wilayah Maluku dan Maluku Utara," tuturnya.(OL-5)
Sebagai produsen ikan terbesar kedua di dunia, sekitar 95% tangkapan ikan Indonesia berasal dari perikanan skala kecil.
Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari mencatat produksi ikan di pelabuhan ituIkan Layang dan Tuna Dominasi Hasil Tangkapan di Pelabuhan Kendari mencapai 80–100 ton per hari.
Kementerian Kelautan dan Perikanan menyiapkan regulasi baru untuk mempermudah layanan perizinan usaha di sektor perikanan.
DOSEN UGM mengomentari penarikan (recall) terhadap produk udang beku merek Great Value di AS yang diimpor dari perusahaan Indonesia karena mengandung radioaktif.
MENYONGSONG satu abad kemerdekaan Indonesia, kedaulatan pangan menjadi agenda prioritas yang wajib dimenangkan.
SEBANYAK 50 Ketua DPD KNTI se-Sumatra dan Koperasi Perikanan melaksanakan Rapat Konsolidasi penguatan simpul jaringan koperasi perikanan di wilayah Sumatra dan Kepulauan Riau.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
PENGAMAT maritim dari Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Strategic Center (ISC) Marcellus Hakeng Jayawibawa menanggapi pengembangan ekonomi berbasis maritim di Riau.
PT Pertamina International Shipping (PIS) menggelar program edukasi lingkungan bertajuk Ocean LiteraSEA di SDN Tanjung Sekong, Cilegon, Banten.
PENDIDIKAN kelautan penting untuk memastikan generasi muda memiliki pemahaman tentang menjaga kelestarian laut. Ini diwujudkan dalam program Ocean LiteraSEA di Museum Bahari Jakarta.
BPK RI mendukung upaya pemerintah dalam menginisiasi program blue economy dengan memastikan pengelolaan yang bertanggung jawab atas aset kelautan Indonesia.
Sejumlah delegasi pemerintah Kenya hadir ke Indonesia untuk menjajaki kerja sama di sektor ekonomi biru dan maritim, Oktober lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved