Sabtu 24 Juli 2021, 08:00 WIB

Artajasa, Lintasarta Usung Layanan Third Party Card Manajement

Gana Buana | Ekonomi
Artajasa, Lintasarta Usung Layanan Third Party Card Manajement

DOK IST
Kolaborasi Artajasa dengan Lintasarta yang didukung Worldline untuk hadirkan Third Party Card Manajement.

 

PRINSIPAL layanan ATM Bersama, PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa), dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) berkolaborasi menjadi penyedia solusi pembayaran. Konsorsium itu didukung PT Worldline Internasional Indonesia (Worldline).

Ketiga pihak itu menjalin kerja sama untuk menawarkan layanan baru dengan nama Third Party Card Management (TPCM) yang merupakan layanan dari Artajasa, Lintasarta, dan Worldline untuk menjadikan sebagai layanan Third Party Processor (TPP) pertama di Indonesia.

Dengan layanan tersebut, kalangan perbankan atau lembaga keuangan non-bank bisa menerbitkan layanan kartu digital sendiri dengan biaya terjangkau dan aman. Layanan TPCM akan memberikan solusi terintegrasi dalam penyediaan Core Card system, koneksi ke Internasional Card Scheme, melakukan operasional bisnis dan IT, serta menyediakan perangkat DC/DRC pada perbankan dan insititusi keuangan.

Artajasa, Lintasarta, dan Worldline menyadari dalam beberapa tahun terakhir, cara bertransaksi masyarakat mengalami pergeseran dari cara konvensional menjadi cashless, tanpa uang tunai dan itu yang jadi alasan mereka menghadirkan layanan tersebut.

Karena itu, kalangan perbankan dan insitusi keuangan dituntut untuk mengembangkan produk untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi. Namun, untuk melakukan pengembangan sistem digital yang mumpuni, diperlukan investasi sistem yang besar. Sekarang muncul alternatif, yakni layanan TPCM yang dapat mendukung sistem dan menangani operasional proses bisnis berbasis kartu hingga Paylater Account.

Siti Hidayati, Direktur Artajasa, menjelaskan konsorsium Artajasa dan Lintasarta didukung Worldline hadir karena memahami ada tantangan dan persaingan di kalangan perbankan dan institusi keuangan untuk bersaing dalam melayani pelanggan.

"Kami ingin mengambil peran sebagai penyedia solusinya khususnya di bidang sistem pembayaran dan manajemen card issuing. Dengan menghadirkan TPCM sebagai solusi bagi perbankan dan institusi keuangan menjalankan bisnis secara cepat dan efisien dengan mengedepankan konektivitas langsung dengan prinsipal internasional, efisiensi harga, kecepatan, dan keamanan,” ujar Siti dalam keterangan resminya yang diterima pada Sabtu (24/7).

Baca juga: UMKM Dapat Manfaatkan QRIS sebagai Solusi Pembayaran Digital

Direktur Utama Lintasarta Arya Damar menambahkan TPCM merupakan solusi lengkap untuk pengembangan bisnis proses produk berbasis kartu kredit hingga Paylater account. Layanan ini terbilang lengkap dengan cakupan layanan aktivasi, transaksi, pembuatan tagihan, hingga pengawasan dari fraud. Konsorsium ini memungkinkan industri keuangan mengembangkan bisnis berbasis kartu kredit secara eksklusif dengan merek perusahaan.

Dengan tenaga infrastruktur profesional di bidangnya, Lintasarta memberikan layanan prima dan andal bagi bank dengan memenuhi kebutuhan infrastruktur TPCM, yaitu menggunakan pusat data di Technopark (Banten) dan ditunjang Disaster Recovery Center (DRC) di Jatiluhur (Jawa Barat) serta didukung dengan sistem keamanan yang mampu memproteksi hingga ke lapisan tujuh aplikasi.

“Tidak hanya itu, solusi ini akan membantu industri keuangan menurunkan biaya investasi dan operasional kartu kredit seperti penerbitan kartu kredit, pencatatan transaksi hingga penanganan fraud. Kerja sama dengan perusahaan nasional maupun internasional, menjadikan kemudahan bagi nasabah bertransaksi di mana pun dan kapan pun. Di sisi lain perusahaan perbankan dalam mengelola kartu kredit dapat tetap fokus pada bisnis inti perusahaan,” jelas Arya.

CEO Worldline Asia Pasifik Tee Kee Ming berkomentar kolaborasi strategis bagi Worldline ini untuk mendukung Artajasa dan Lintasarta menjadi TPCM pertama di Indonesia. Ini waktu yang tepat karena akan membantu lebih banyak bank menengah dan kecil mempercepat transformasi pembayaran digital mereka dan memungkinkan manfaat layanan pembayaran tanpa uang tunai dan digital digunakan lebih banyak orang di Indonesia.

"Worldline berkomitmen penuh menghadirkan lebih banyak solusi dan layanan terbaik ke Indonesia serta terus melayani pelanggan saat ini dan masa depan untuk mendukung pertumbuhan industri pembayaran di Indonesia," pungkas dia. (R-3)

Baca Juga

AFP/Etienne Balmer.

Toyota akan Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik di AS

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:47 WIB
Investasi sepanjang 10 tahun tersebut merupakan bagian dari proyek yang diumumkan bulan lalu oleh perusahaan Jepang untuk menggelontorkan...
Antara/Muhamamd Bagus Khorunnas

Budi Waseso: Bulog Berpotensi Merugi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:24 WIB
Budi Waseso juga membeberkan gudang yang digunakan Bulog untuk menyimpan beras adalah gudang biasa pada umumnya, bukan khusus untuk...
Antara

Wisman ke Bali Harus Punya Asuransi Rp1 M, Ini Penjelasan Sandiaga

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:23 WIB
"Nilai Rp1 miliar tersebut merupakan nilai tanggungan maksimal asuransi, bukan nilai premi yang dibayarkan wisman," jelas...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya