Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 yang masih melanda Tanah Air ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kegiatan bisnis. Hal itu dibuktikan oleh dengan kabar tentang sejumlah perusahaan berbasis teknologi digital yang akan segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini.
Analis Trimegah Sekuritas Rovandi mengungkapkan market akan antusias menyambut emiten teknologi digital yang akan melakukan IPO. Selain kapitalisasi yang besar, nama brand juga sudah banyak di kenal masyarakat. Minat penggunaan jasa teknologi di masyarakat saat ini memang meningkat. Tidak mengherankan jika para investor menanti kedatangan emiten sektor teknologi di BEI. “Market juga akan melihat sisi value para perusahaan tersebut apakah murah atau mahal IPO-nya,” ucapnya.
Baca juga: BI Dorong Perluasan Digitalisasi Sistem Pembayaran
Rovandi juga menyampaikan strategi bisnis dengan IPO ini tentu akan membuat perusahaan digital dapat memperluas basis investasi para pemilik modal dalam negeri. Era digitalisasi pun menjadi potensi yang baik bagi perusahaan berbasis teknologi untuk terus tumbuh, apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini. Dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis perusahaan.
“Salah satu tujuan IPO sendiri adalah untuk mencari dana segar dan bisa menjadi dana tambahan untuk mengembangkan serta membesarkan nama/brand agar lebih terkenal lagi,” katanya.
Sebelumya dikabarkan bahwa startup e-commerce asal Indonesia, Bukalapak bakal melaksanakan IPO pada akhir bulan ini. Perusahaan rintisan berstatus unicorn yang menggunakan kode BUKA akan melepas 25% saham dari total modal yang disetor dan ditempatkan.
Mereka bahkan juga disebut-sebut sudah menunjuk setidaknya 5 penjamin emisi yang terbagi atas joint global coordinator, joint bookrunners, joint lead managing underwriters, dan domestic underwriters. Lima penjamin emisi tersebut adalah UBS (global), BofA Securities, Mandiri Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas, dan PT UBS Sekuritas Indonesia. Bukalapak juga akan menawarkan saham alokasi untuk karyawan alias employee stock allocation (ESA) sebanyak maksimal 0,1% dari total saham IPO yang ditawarkan.
Perusahaan berbasis teknologi digital lainnya yang akan melantai di BEI pada Juli 2021 juga ada PT Trimegah Karya Pratama atau yang dikenal dengan merek dagang Ultra Voucher. Perusahaan dengan kode UVCR ini merupakan pelopor dan aggregator voucher diskon digital terbesar di Indonesia yang akan melepas maksimal 25% dari modal ditempatkan dan disetor penuh, atau maksimal 500 juta lembar saham.
Chief Operating Officer & Co-Founder PT Trimegah Karya Pratama Riky Boy Permata mengungkapkan Ultra Voucher juga termasuk sebuah aplikasi dan features pelengkap atau supporting dari berbagai platform, perusahaan dan bank digital. Secara fundamental, bisnis Ultra Voucher menunjukkan performa positif, sepanjang 2020, laba bersih tahun berjalan tercatat melonjak 408,9%. Per Maret 2021, laba tahun berjalan tercatat Rp543,49 juta dengan total penjualan Rp194,48 miliar.
“Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk meningkatkan fundamental bisnis Perseroan, yakni sekitar 36% untuk belanja modal termasuk pengembangan produk dan fitur, 34% untuk beban operasional termasuk penambahan sumber daya manusia, software, channel distribusi, dan 30% untuk peningkatan modal kerja termasuk pembelian persediaan voucher,” ujar Riky. (RO/A-1)
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak cepat merespons keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membekukan proses rebalancing indeks saham indonesia.
Pemerintah memastikan langkah evaluasi bersama OJK dan BEI segera dilakukan untuk merespons tekanan IHSG.
IHSG ambruk 8% memicu trading halt BEI. Ekonom Trimegah menilai koreksi ini momentum pembenahan tata kelola, transparansi pasar, dan daya saing Indonesia di MSCI.
IHSG anjolk, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembekuan sementara perdagangan saham (trading halt) pada pukul 13.43.13 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS).
Sentimen negatif dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait rebalancing indeks saham Indonesia cenderung bersifat jangka pendek.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan terus berkoordinasi dan berdiskusi dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) menyusul rencana pembekuan sementara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved