Rabu 07 Juli 2021, 13:23 WIB

Sokong Produk Hortikultura, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Pestisida Nabati

mediaindonesia.com | Ekonomi
Sokong Produk Hortikultura, Kementan Ajak Petani Manfaatkan Pestisida Nabati

Ist/Kementan
Pestisida nabati sangat berpotensi digunakan dalam pengelolaan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan).

 

MENTERI Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo selalu menginginkan jajarannya tetap bekerja seoptimal mungkin guna melakukan pengawalan terhadap komoditas hortikultura meski di tengah pandemi Covid-19.

Walaupun kegiatan pertemuan langsung dikurangi, Ditjen Hortikultura tetap memfasilitasi bimbingan teknis (bimtek) kepada petugas maupun petani. Kali ini bimtek mengambil tajuk Pengelolaan OPT (Organisme Pengganggu Tumbuhan) Hortikultura Ramah Lingkungan melalui Penerapan PHT.

Bimtek tersebut diikuti 1.000 orang dalam zoom meeting dan 2.545 viewers pada channel Youtube Pustaka Kementan. 

Sejauh ini permintaan produk hortikultura di Indonesia sangat tinggi, baik untuk dalam negeri maupun ekspor. Kondisi yang terjadi di lapangan, pelaku usaha sering mengalami kesulitan karena keterbatasan volume produksi dan akses lokasi sentra produksi.

Melalui program Gerakan Mendorong Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura (Gedor Horti), Ditjen Hortikultura berupaya mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya melalui kegiatan Pengembangan Kampung Hortikultura.

“Kami akan menggiring perubahan konsepsi pengelolaan hortikultura melalui pengembangan Kampung Hortikultura. Kampung Hortikultura ini terkonsentrasi di suatu lokasi perkampungan, satu desa satu komoditas (one village on product)," ungkap Dirjen Hortikultura, Prihasto Setyanto ketika memberi sambutan, Selasa (6/7).

"Selanjutnya kampung- kampung ini berkembang menjadi kampung manggis, kampung durian dan kampung hortikultura lainnya,” kata Prihasto. 
 
Dirinya menyebutkan, pengelolaan OPT hortikultura ramah lingkungan sangat diperlukan untuk mendukung pencapaian kampung hortikultura berdaya saing, berkualitas baik dan minim residu pestisida. Penggunaan pestisida kimia sintetis diharapkan mulai dikurangi.

“Kenapa tidak kita manfaatkan dan olah bahan-bahan alami untuk membuat pestisida nabati sendiri? Kita tidak ingin produk hortikultura Indonesia tercemar oleh pestisida kimia, padahal kita juga mengonsumsinya,” sambung pria yang sering disapa Anton itu.

Perlindungan Hortikultura Mendukung Pengelolaan OPT Ramah Lingkungan

Ditjen Hortikultura siap mendukung pengelolaan OPT di lapangan sesuai prinsip Pengelolaan Hama Terpadu (PHT). Secara praktiknya, pelaksanaan pengelolaan OPT membutuhkan kerja sama berbagai pihak di pemerintahan pusat maupun daerah, petani, dan pelaku usaha hortikultura. 

“Saat ini kami sedang berupaya memperkuat kelembagaan perlindungan hortikultura di lapangan, khususnya laboratorium pengamatan hama dan penyakit, laboratorium agens hayati  dan Klinik PHT," ujar Direktur Perlindungan Hortikultura, Inti Pertiwi. 

"Klinik PHT ini berhubungan langsung dengan petani, sehingga besar harapan Kami bahwa klinik tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. Salah satunya dalam penyediaan bahan pengendali yang ramah lingkungan bagi petani,” tutur Inti Pertiwi. 

Penerapan PHT yang dimaksud, terang Inti, terhitung mulai dari budi daya tanaman sehat, pengamatan OPT, pemanfaatan agens hayati dan musuh alami serta terus mengajak petani mempraktikkan PHT langsung di lahannya. 

“Apa yang terjadi di masa mendatang mungkin akan sama dengan yang kita hadapi saat ini jika tidak ada perubahan mulai dari sekarang, misalnya terkait dengan pestisida. Sebagai langkah awal, kita bisa memperbaiki cara penggunaan pestisida yang benar sesuai anjuran. Tidak menggunakan pestisida kalau tidak perlu,” jelas pakar hama dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Andi Trisyono.

Senada, petugas Pengendali OPT Madya Yogyakarta, Paryoto menyebutkan pertanian ramah lingkungan tidak hanya berfokus untuk mencapai produksi yang tinggi saja. Di dalamnya harus mengandung komitmen dalam menjaga keberlanjutan agroekosistem dan efisiensi biaya.

“Petani memerlukan pendampingan yang tulus. POPT dan petugas lainnya dapat berperan sebagai fasilitator agar kelompok tani bisa mandiri.”, tukasnya.

Pestisida nabati ramah lingkungan

Dosen sekaligus pengelola Klinik Tanaman Institut Pertanian Bogor, Bonjok mengungkapkan bahwa secara umum pestisida nabati sangat berpotensi digunakan dalam pengelolaan OPT. Walaupun cenderung terlihat kurang efektif dibanding pestisida kimia sintetis, pestisida nabati berisiko minimal terhadap agroekosistem dan berpeluang rendah dalam menyebabkan resistensi hama. 

“Sumber pestisida nabati ada banyak. Beberapa bahan pestisida nabati biasanya tanaman rimpang seperti lengkuas, tanaman yang berbau menyengat, minyak esensial, dan sebagainya tergantung OPT sasaran. Jangan khawatir jika hama tidak langsung terlihat mati. Memang efek pestisida nabati bermacam-macam, misalnya mengurangi kemampuan makan atau kemampuan bertelur,” papar Bonjok. 

Masih banyak tantangan dalam pengelolaan OPT ramah lingkungan terutama dalam hal teknis seperti sosialisasi dan pendampingan petani serta penyediaan bahan pengendali ramah lingkungan. Meskipun demikian, diharapkan penerapan PHT dapat dilaksanakan dengan baik di lapangan untuk kemaslahatan umat. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Dreamstimes

Tiga Faktor ini Jadi Penyebab Timbulnya Fraud dalam Perusahaan 

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:19 WIB
Shenangigan keuangan didefinisikan sebagai tindakan atau pengabaian yang dirancang untuk menyembunyikan, distorsi kinerja atau kondisi...
Dok. Goldland Group

Hunian Multifungsi Jadi Incaran Keluarga Muda, Goldland Kembangkan Heritage Residence 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:16 WIB
Kebutuhan rumah, bekerja, bermain, dan bersantai dalam satu hunian, dikembangkan Goldland dalam desain tumah 3 lantai berkonfigurasi 4+1...
Dok. Pribadi

Ini Kelebihan Tinggal di Hunian Berkonsep TOD 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 08 Desember 2021, 22:12 WIB
Apartemen dekat stasiun kerap menjadi incaran banyak orang. Terlebih KRL telah menjangkau banyak kawasan, termasuk daerah penyangga ibu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya