Senin 05 Juli 2021, 23:07 WIB

Kasus Covid-19 Tinggi, Kementan dan IPB Ajak Masyarakat Konsumsi Produk Horti

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kasus Covid-19 Tinggi, Kementan dan IPB Ajak Masyarakat Konsumsi Produk Horti

DOK KEMENTAN
Buah lengkeng.

 

MELONJAKNYA kasus Covid-19 pada tahun ini membuat banyak pihak terus dihantui kekhawatiran. Karenanya anjuran mematuhi protokol kesehatan benar-benar harus diterapkan. Selain itu mengkonsumsi makanan sehat juga tidak boleh dilupakan.

Guru Besar IPB, Prof. Muhammad Firdaus mengatakan bahwa ada banyak kandungan serat sehat pada subsektor hortikultura yang sangat baik untuk meningkatkan imun tubuh. Apalagi makanan sehat yang masuk dalam daftar glowing food.

"Glowing food adalah salah satu rekomendasi badan internasional untuk banyak dikonsumsi selama pandemi Covid-19. Ini mencakup sayur dan buah yang beraneka warna, sehingga sangat baik untuk kesehatan (healthy diet)," ujar Firdaus, Minggu, 4 Juni 2021.

Baca Juga: Dukung Regenerasi Petani, Mentan SYL Bantu Alsintan dan Program Pertanian di Unhas

Di sisi lain, produk-produk pertanian juga baik untuk mendukung kesehatan jiwa agar selalu bahagia (healthy soul). Hal itu bisa dipenuhi dari memelihara berbagai tanaman hias seperti bunga atau tanaman daun.

"Apalagi potensi bisnis bunga Dracaena, Aglaonema, Anthurium sangat besar dan tidak hanya di dalam negeri, melainkan permintaan ekspor, terutama saat pandemi seperti sekarang," katanya.

Masih dari sektor pertanian, Firdaus menuturkan bahwa ada tanaman obat yang secara permintaannya kini mulai melonjak tinggi. Konsumsi tanaman obat seperti empon-empon terus meningkat karena dijadikan sebagai upaya mempertebal daya tahan tubuh. "Inilah salah satu penyumbang masih bertumbuh positifnya pertanian Indonesia selama fase krisis akibat pandemi Covid-19," katanya.

Baca Juga: Kementan Komitmen Bantu Serap Gabah Petani

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo terus mengajak semua pihak untuk menjaga dan menghidupkan sektor pertanian berbasis hortikultura. Salah satunya dengan mengikuti program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

"Semua aktivitas ekonomi lain turun, sedangkan pertanian meningkat. Apalagi akselerasi pertanian tinggi sekali, terutama selama pandemi. Karena itu jangan tinggalkan sektor pertanian," tutupnya. (RO/OL-10)

Baca Juga

Antara/Muhamamd Iqbal

Kendaraan Tanpa Awak bakal Jadi Transportasi Utama di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 21:30 WIB
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono menuturkan, kendaraan otonom (autonomous vehicle) itu akan menjadi bagian...
Antara/Syifa Yulinnas

Keran Ekspor CPO Dibuka, Petani Harapkan Harga TBS yang Pantas

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 20:45 WIB
Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Manurung mengharapkan minggu depan ada kenaikan angka BTS di atas Rp1.000...
Ist

Asya Hadirkan Hunian Mewah Bertema Post-Pandemic

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 18:27 WIB
Rumah mengangkat konsep Tropical Modern ramah lingkungan dan didesain untuk menjawab kebutuhan hunian di era new...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya