Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, saat ini Indonesia memiliki barang maupun jasa yang dikecualikan dari pengenaan pajak. Hal itu menimbulkan distorsi dan membuat potensi penerimaan pajak nasional sukar tercapai.
Tercatat kinerja Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Indonesia hanya 63,58% dari total potensi yang semestinya bisa dipungut dan dikumpulkan. Itu terjadi karena terdapat 4 pengecualian pada kelompok barang dan 17 pengecualian pada kelompok jasa.
"Ini menyebabkan distorsi dan terjadinya ketimpangan kontribusi sektor usaha pada PDB (Produk Domestik Bruto) dan PPN dalam negeri," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (28/4).
Kinerja PPN Indonesia saat ini juga berada di bawah Afrika Selatan yang mencapai 70,24% dan Argentina yang memiliki kinerja PPN hingga 83,71%. Indonesia juga masih memiliki kinerja PPN yang lebih rendah dibandingkan Singapura (92,69%) dan Thailand (113,83%).
Sri Mulyani menjelaskan, salah satu sebab rendahnya kinerja PPN Indonesia ialah timpangnya kontribusi sektor usaha pada PDB dan PPN dalam negeri. Misal, share sektor usaha konstruksi dan real estate pada PDB nominal di 2020 tercatat 14,2%, tapi share terhadap PPN lebih rendah yakni 12,9%.
Baca juga: NasDem: Utang Pemerintah Mengkhawatirkan
Lalu sektor usaha pertanian pada 2020 tercatat memiliki share PDB nominal sebesar 14,9%, tapi share terhadap PPN hanya 1,2%. "Belanja kita besar untuk sektor ini tapi kontribusinya pada penerimaan hanya Rp13,5 triliun," kata Sri Mulyani.
Oleh karenanya, dalam Perevisian Undang Undang 6/1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan pemerintah berencana mengatur kembali objek PPN dan pemberian fasilitasnya.
Pengambil kebijakan akan menjadikan semua barang dan jasa sebagai objek PPN. Hanya tiga yang dikecualikan, yakni restoran, hotel, parkir, dan wisata yang sudah menjadi pajak dan retribusi daerah; uang, emas batangan untuk cadangan devisa negara, surat berharga negara; dan jasa penceramah keagamaan.
Sedangkan barang maupun jasa yang dikonsumsi masyarakat banyak seperti barang kebutuhan pokok, jasa kesehatan, dan jasa pendidikan akan dikenai tarif PPN yang lebih rendah dari tarif normal. Bahkan untuk barang dan jasa tersebut pemerintah dapat mengenakan tarif 0%, dan kepada masyarakat tidak mampu akan dikompensasi melalui pemberian subsidi. (OL-4)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai hingga Oktober 2025 mencapai Rp249,3 triliun atau 80,3% dari target.
Total ada 439 koli pakaian bekas disita dari sejumlah truk dengan taksiran senilai Rp4,2 miliar.
Bea Cukai Sumbagtim capai penerimaan Rp759 miliar atau 190% dari target. Dorong hilirisasi, jaga pengawasan, dan dukung Asta Cita pemerintahan Prabowo.
Bea Cukai tingkatkan penerimaan, perkuat pengawasan, dan fasilitasi ekspor-impor guna mendukung kinerja solid APBN hingga Agustus 2025.
Peredaran rokok ilegal di Indonesia semakin mengkhawatirkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved