Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali melakukan terobosan. Terobasan ini dalam upaya untuk meningkatkan eskpor pertanian dalam bentuk merdeka ekspor yang akan digelar pada Agustus 2021 terhadap seluruh komoditas pertanian termasuk hortikultura.
Peningkatan ekspor merupakan salah satu cara bertindak (CB) Kementerian Pertanian dalam rangka memperkuat perekonomian negara secara teknis. Yang diimplementasikan oleh semua jajaran Kementan. Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto misalnya, setelah dua hari berkeliling menemui petani di Jawa Tengah, dirinya melanjutkan keliling dan saat ini tengah berada di Sumenep, Jawa Timur.
"Saat ini (Jumat, 25/6/2021), saya sedang berada di Kec. Rubaru, Kab. Sumenep. Benar Mas, Pak Mentan memerintahkan kami untuk melihat potensi ekspor hortikultura, sekaligus memastikan ketersediaan produksi cabai dan bawang merah menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Idul Adha 2021," bebernya.
Baca Juga: Kucurkan Bantuan, Kementan Genjot Produksi Bawang Putih

Pada kunjungan kerjanya di Desa Karangnangka, Kec. Rubaru, Kab. Sumenep, Jatim ini, Doktor Ilmu Tanah dari Universitas Putra Malaysia (UPM) itu mengapresiasi petani Sumenep yang juga telah mengembangkan cabai rawit varietas lokal. Cabai rawit ini disebut-sebut aviliasi dari varietas Sigantung.
Terpantau di lapangan, sekitar 40 hektare lahan cabe telah memasuki masa panen dari total 326 hektare yang ditanam. Rata-rata total panen petani bisa mencapai 64 ton per hari untuk memenuhi konsumsi cabai rawit baik di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah dan sekitarnya. Dibeberkan petani, saat ini harga cabai rawit di tingkat petani Rp12.500 per kilogram. Meskipun demikian, harga itu masih menguntungkan petani.
Ditemui di kantornya, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengaku takjub dengan gebrakan yang telah dilakukan oleh Kementan di Sumenep. "Kami akan mendukung penuh program Kementan yang akan dilaksanakan di Sumenep, dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Menteri Pertanian SYL yang telah memberikan bantuan kepada petani Sumenep," ucapnya.
Baca Juga: Dari Grobogan, Cabai Lokal Tembus Pasar Manca Negara
Selain mengunjungi pertanaman cabai di Desa Karangnangka, Kec. Rubaru, Rombongan Dirjen Hortikultura juga mengunjungi pertanaman bawang merah di Desa Rajun, Kec. Pasongsongan. Sebagai sentra bawang merah off season di Jawa Timur, pertanaman bawang merah varietas rubaru ini diketahui panen 3 kali dalam setahun, dengan luas pertanaman 700 hektare.
Senada dengan Bupati Sumenep, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kab. Sumenep, Arif Firmanto yang hadir di lokasi, bersiap bersama Kementan dalam mewujudkan program yang bisa mengungkit kesejahteraan petani Sumenep.
Saat diwawancarai pewarta, Kadistan Arif menjagokan varietas rubaru ini. "Bawang merah varietas rubaru ini memiliki kelebihan komparatif, seperti tahan HPT, sangat cocok diolah menjadi bawang goreng. Kandungan airnya lebih sedikit, aroma harumnya khas, dan gurihnya tidak akan kalah dengan varietas bawang merah yang lain. Insya Allah ke depannya varietas ini akan menembus pasar ekspor," terangnya.
Ketua Kelompok Tani Batu Langit Desa Lebeng Barat Kec. Pasongsongan, Abdul Adim juga tak menampik jika bawang merah varietas rubaru ini diminati petani untuk dibudidayakan. "Varietas ini kebanggaan kami. Petani juga sangat berminat menanamnya, dan disukai masyarakat, gampang jualnya, dan enak harganya," tutupnya. (RO/OL-10)
Harga daging sapi terpantau Rp140.000 per kilogram, daging kambing Rp160.000, ayam ras Rp42.000, ayam kampung Rp65.000. Serta minyak goreng berada di kisaran Rp15.700 per liter.
Harga cabai domba mencapai Rp80.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp60.000. Begitu juga cabai tanjung dari Rp30.000 menjadi Rp 45.000.
Harga daging sapi impor beku tercatat naik hingga Rp115.000 per kilogram. Selain itu, harga cabai rawit merah mencapai Rp80.000 per kilogram.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Pasar Kanggraksan, Kota Cirebon, harga cabai rawit merah kini sudah mencapai Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya hanya Rp60 ribu per kilogram.
Harga cabai rawit naik hampir 100 persen dari sebelumnya Rp57 ribu per kilogram (kg) naik menjadi Rp85 ribu per kg.
Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp90.000 per kilogram. Beberapa hari sebelumnya, pedagang sempat menjual cabai rawit dengan harga Rp100.000 per kilogram.
Petani memanen bawang merah saat panen raya akhir tahun di Gondang, Nganjuk, Jawa Timur.
Petani memeriksa instalasi lampu perangkap hama di Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur.
Selain beras dan minyak, bawang merah juga masuk kategori tiga besar bahan pokok yang sering mengalami inflasi.
Bawang merah juga mengalami penurunan Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834/kg. Sementara bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317/kg.
Dari pengamatan di lapangan, cabai hijau bahkan ada yang dijual Rp60.000 per kilogram. Harga cabai saat ini dinilai cukup mahal dan jauh di atas harga keekonomiannya
Harga bawang merah turun dari sebelumnya Rp56.667 per kilogram, turun sebesar Rp12.500 menjadi Rp44.167/kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved