Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISARIS Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku fasilitas kartu kredit bagi dewan direksi dan komisaris perusahaan pelat merah itu akan dicabut. Rencana ini, ungkapnya, tidak mendapat penolakan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Pertamina pada Senin (14/6).
"Iya saya usulkan. Tidak ada yang menolak (fasilitas kartu kredit dicabut)," kata Ahok kepada Media Indonesia, Selasa (15/6).
Bukan tanpa sebab usulan itu dilayangkan Mantan Gubernur DKI Jakarta ini. Menurut Ahok, penggunaan fasilitas kartu kredit berpotensi memiliki penyalahgunaan yang besar dan dianggap tidak berkontribusi penting dalam pengelolaan keuangan Pertamina.
"Iya (berpotensi penyalahgunaan). Tapi kami tidak perlu sampaikan detail masalah yang ada," ujarnya.
Meski dalam RUPS PT Pertamina diumumkan pencapaian laba bersih tahun anggaran 2020 (audited) berhasil mendapat US$1,05 miliar dan menunjukkan kondisi keuangan yang dinilai aman, Ahok menyatakan upaya penghapusan kartu kredit untuk mengontrol keuangan Pertamina.
"Ini guna kontrol pengeluaran (Pertamina)," tegasnya.
Baca juga : Soleh Ayubi Siapkan BUMN Muda Jadi Generasi Emas
Nantinya, tagihan yang dikeluarkan oleh pejabat Pertamina harus diajukan terlebih dahulu kepada perusahaan. Misalnya dalam perjamuan tamu, pemesanan hotel, dan akomodasi transportasi lainnya
Dalam keterangan resmi (14/6), Pertamina mengaku tetap berkontribusi kepada negara pada tahun buku 2020 dengan sebesar Rp 126,7 triliun. Jumlah tersebut meliputi setoran pajak sebesar Rp 92,7 triliun, dividen Rp 8,5 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 25,5 triliun.
Selain itu perseroan juga mencatat kinerja keuangan positif dengan ditunjukkan dengan EBITDA sebesar USD7,6 Miliar dengan EBITDA Margin 18,3%.
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menuturkan, selain mencatatkan laba yang positif, pihaknya juga melanjutkan program transformasi dengan pembentukan holding dan subholding yang merupakan penjabaran dari roadmap Kementerian BUMN.
“Ini merupakan langkah strategis sebagai inisiatif dan bentuk adaptasi dengan perubahan ke depannya agar Pertamina bergerak lebih lincah, cepat, serta fokus kepada bisnis yang lebih luas dan agresif,” ucap Nicke. (OL-2)
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebut kegiatan bermain golf yang dilakukannya saat menjabat sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) sebagai hal yang lumrah.
Ahok mengatakan selama ia menjabat tak ada laporan temuan dari BPK soal sewa kapal dalam sidang anak Riza Chalid Kerry Adrianto di sidang perkara korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok membantah adanya laporan intervensi Riza Chalid terkait sewa Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) selama dirinya menjabat. Itu disampaikan dalam sidang korupsi tata kelola minyak mentah
Ahok menyatakan tidak pernah mendapat laporan mengenai hal tersebut. Ahok mengaku tidak mengenal Riza Chalid.
Ahok mengungkapkan kekecewaannya terhadap kebijakan subsidi energi yang selama ini diterapkan pemerintah.
Ahok membongkar potensi keuntungan jumbo yang menguap akibat tidak dijalankannya transformasi sistem subsidi energi.
Masih banyak masyarakat Indonesia yang belum memiliki riwayat kredit, bukan karena tidak mampu membayar, tetapi karena belum pernah diberi kesempatan untuk memulai
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan saat ini pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) meningkat hingga lebih 50 juta orang atau melebihi pengguna kartu kredit
HONEST, penerbit kartu kredit dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, telah menyelesaikan babak pendanaan yang mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) yang dipimpin oleh Orico.
Jeon Hye Bin kehilangan kartu kreditnya saat berlibur ke Bali, sang aktris langsung merugi sekitar 15 juta won (Rp178 juta) akibat transaksi ilegal.
Para traveler dapat mengoptimalkan poin dan miles yang dikumpulkan untuk merasakan pengalaman terbang di kelas bisnis hingga first class dengan biaya yang jauh lebih rendah.
Survei terbaru mengungkap 25% Gen Z di AS mengandalkan kartu kredit sebagai solusi finansial, meski mayoritas tidak memiliki dana darurat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved