Minggu 06 Juni 2021, 16:42 WIB

Jawab DPR, Wamendag: Perdagangan Crypto Currency Diatur Bappebti

mediaindonesia.com | Ekonomi
Jawab DPR, Wamendag: Perdagangan Crypto Currency Diatur Bappebti

Ist
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat diwawancarai wartawan.

 

WAKIL Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry sambuaga yang mendampingi Mendag  Muhammad Lutfi menekankan bahwa crypto currency adalah salah satu aset digital yang masuk kategori sebagai komoditas dalam perdagangan.

Oleh karena itu, mata uang kripto sudah tepat diatur oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti. Hal ini dikatakan Wamendag ketika mendampingi Muhammad Lutfi dalam rapat kerja dalam rangka pembahasan RKA dan RKP dengan Komisi VI DPR.

“Aset crypto bukan mata uang atau alat pembayaran menurut hukum Indonesia. Ia merupakan aset digital yang bisa diperdagangkan sebagai komoditi. Karena itu ini masuk dalam kewenangan pengaturan oleh Bappebti,” kata Jerry dalam keterangan pers, Minggu (6/6). 

Baik Muhammad Lutfi maupun Jerry Sambuaga menekankan bahwa crypto currency adalah jenis pengembangan aset digital yang relatif baru dan perlu diakomodasi pengaturannya dalam sistem perdagangan di Indonesia. Hal ini tidak lepas dari penggunaan yang makin luas, prospek diversifikasi penggunaan dan dampaknya bagi perekonomian nasional secara umum.

Mengingat dampaknya yang bisa luas, Wamendag memahami mengapa regulator lain ingin mengawasi dan mengatur crypto. Ia berharap perdagangan crypto bisa ditinjau dari berbagai aspek sehingga produktif bagi pengembangan perdagangan dan ekonomi Indonesia.

“Saya kira memang ini bisa dilihat sebagai urusan lintas sektor. Tetapi jelas dalam hal perdagangannya adalah wewenang Bappebti,” kata Wamendag.

Aset crypto saat ini diperdagangkan dengan omset sekitar Rp 1,5 triliun per hari di Indonesia. Menurut Wamendag, ini potensi yang cukup besar sehingga harus ada kehati-hatian dalam pengaturan.

Bappebti berencana untuk mendirikan bursa komoditas untuk aset crypto.

Saat ini aturan-aturannya sedang digodok dan direncanakan bursa akan berdiri pada semester kedua tahun ini. Jika itu terwujud, Indonesia akan menjadi salah satu negara pertama yang mendirikan bursa crypto yang diatur oleh Pemerintah.

Menurut data, ada sekitar 8000-9000 jenis aset crypto saat ini. Bappebti telah merilis sekitar 229 aset crypto yang bisa diperdagangkan di Indonesia.

Jumlah jenis crypto yang bisa diperdagangkan bisa bertambah atau berkurang tergantung hasil pengawasan dan evaluasi yang terus dilakukan secara berkala. 

Wamendag  mengatakan saat ini Bappebti terus meningkatkan kapasitas dalam pengaturan aset crypto. Mereka menggandeng berbagai stake holders termasuk pelaku perdagangan langsung. 

“Pada intinya, pengaturan perdagangan aset crypto bertujuan mencapai beberapa hal. Pertama, kepastian hukum mengenai aset crypto itu sendiri; kedua, perlindungan pedagang dan semua pihak yang terlibat, dan; ketiga, upaya mengoptimalkan kebermanfaatannya bagi ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat,” tutur Jerry. (RO/OL-09)

Baca Juga

XL Axiata

XL Axiata bakal Akuisisi 66% Saham Link Net

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:58 WIB
Hal ini ditandai lewat penandatanganan kesepakatan tidak mengikat XL Axiata dengan pemegang saham mayoritas Link...
Dok MI

Serapan Anggaran Daerah Rendah karena Pemda Incar Bunga Bank

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 23:12 WIB
Imbal hasil, atau bunga yang diterima pemerintah daerah dari perbankan, kata Amir, masuk ke dalam...
Antara

Tol Listrik Sepanjang 864 Km Resmi Beroperasi di Flores

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 01 Agustus 2021, 18:38 WIB
Dia menurturkan, kehadiran tol listrik tersebut bisa memperkuat keandalan listrik dan peningkatan rasio elektrifikasi di wilayah Indonesia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya