Jumat 04 Juni 2021, 14:34 WIB

NTP dan NTUP Naik, Untirta: Kesejahteraan Petani Membaik

mediaindonesia.com | Ekonomi
NTP dan NTUP Naik, Untirta: Kesejahteraan Petani Membaik

ANTARA

 

AKADEMISI Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Dr Asih Mulyaningsih mengapresiasi rangkaian positif nilai kurva NTP dan NTUP pertanian yang meningkat dari waktu ke waktu. Menurutnya, rangkaian positif tersebut menunjukan bahwa perlahan tapi pasti kesejahteraan petani mulai membaik.

Sebagimana diketahui, jika menilik angkanya, NTP bulan Okteber 2020 mencapai 102,25, kemudian pada November mencapai 102,86, Desember 103,25, Januari 103,26, Februari 103,10, Maret 103,29, April 102,93 dan bulan Mei tahun ini mencapai 103,29 atau naik sebesar 0,44%.

Begitupun dengan nilai tukar usaha petani yang naik konsisten sejak Oktober 2020, yakni sebesar 1002,42. Lalu pada November mencaapi 103,28, Desember 104,00, Januari 104,01, Februari 103,72, Maret 103,87, April 103,55 dan Mei bulan ini angkanya mencapai 104,04 atau naik 0,48%.

Baca Juga: Indef Apresiasi Naiknya Kurva NTP dan NTUP dari Waktu ke Waktu

"Saya bahagia karena daya beli petani di bulan Mei 2021 naik dibandingkan bulan sebelumnya. Kemudian saya juga mengapresiasi karena berdasarkan ukuran NTP dan NTUP kesejahteraan petani meningkat," ujar Asih, Jumat, 4 Juni 2021.

Asih mengatakan, sektor pertanian di era pandemi seperti sekarang ini memang menjadi sektor yang paling tangguh sekaligus sektor yang paling tahan banting dari berbagai ancaman gejolak dan krisis yang ada.

"Harus diakui bahwa sektor pertanian memang menjadi sektor yang tangguh dibandingkan sektor ekonomi lainnya," katanya.

Senada, Akademisi  Universitas Gajah Mada (UGM), Subejo menyambut baik kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada bulan Mei 2021 yang meningkat 0,44% dan 0,48%.

Baca Juga: Kenaikan NTP, Angin Segar Terhadap Optimisme Baru Sektor Pertanian

Menurut Subejo, kenaikan tersebut merupakan kado istimewa bagi kesejahteraan petani sekaligus angin segar terhadap optimisme baru pada sektor pertanian di bawah pimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Apalagi, kenaikan NTP dan NTUP terjadi secara konsisten sejak Oktober 2020.

"Capaian NTP dan NTUP ini harus terus dijaga dan didukung dengan berbagai kebijakan dan program yang relevan sehingga tetap stabil bahkan dapat meningkat lebih tajam lagi. Dengan begitu, saya percaya pertanian dibawah pak Menteri (SYL) dapat mengangkat kesejahteraan petani sebagai garda depan pembangunan pertanian dan penyediaan berbagai bahan pangan akan membaik," tutupnya.

Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto menjelaskan bahwa kenaikan NTP terjadi karena indek yang diterima petani, yaitu sebesar 0,66% mengalami kenaikan lebih besar dari pada indek yang dibayarkan petani yang hanya 0,21%. 

Adapun komoditas yang dominan dalam mempengaruhi kenaikan indeks tersebut adalah kelapa sawit, sapi potong, jagung, ayam ras pedaging, kentang, gabah, petai, ayam kampung dan cengkeh. (RO/OL-10)

Baca Juga

AFP

Harga Minyak Naik Moderat di tengah Kekhawatiran Permintaan Global

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 September 2021, 07:10 WIB
HARGA minyak naik moderat dalam sesi yang fluktuatif pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi...
Antara

Emas Naik lagi 14,4 dolar Imbas Kasus Evergrande

👤Muhamad Fauzi 🕔Rabu 22 September 2021, 06:10 WIB
HARGA emas kembali naik pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB (22/9), karena kekhawatiran atas kebangkrutan perusahaan properti...
ANTARA

Atasi Harga Pakan, DPR Minta Kemendag Jangan Gegabah Impor Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 21 September 2021, 23:55 WIB
Akademisi IPB Prima Gandhi membantah Mendag soal stok jagung. Pasalnya, kondisi jagung dalam negeri saat ini aman dan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya