Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin yakin Indonesia menjadi eksportir terbesar produk halal di dunia. Dia pun menjabarkan potensi itu didukung dari berbagai elemen. Seperti Indonesia menjadi negara muslim terbesar dengan populasi mencapai 229 juta jiwa berdasarkan laporan dari World Population Review 2020.
Angka tersebut merupakan 87,2% dari populasi penduduk Indonesia yang berjumlah 276,3 juta jiwa, atau 12,7% dari populasi muslim dunia yang menembus 1,9 miliar jiwa.
Potensi lainnya ialah ekonomi syariah Indonesia, jika diukur berdasarkan Indikator Ekonomi Islam Global, hingga 2019 RI menduduki peringkat empat dunia, setelah Malaysia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab. Indikator tersebut diukur pada enam sektor, yaitu makanan dan minuman, jasa keuangan, perjalanan ramah muslim, modest fashion, farmasi dan kosmetik, serta media dan rekreasi.
"Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar bagi produk muslim, dan tidak hanya itu, dengan sumber daya yang dimiliki Indonesia memiliki peluang untuk menjadi produsen eksportir produk halal terbesar di dunia," ungkap Wapres dalam acara Opening Ceremony Indonesia Industrial Moslem Exhibition (ii-Motion) secara virtual, Kamis (3/6).
Baca juga : DPR Pertanyakan 4 Opsi Usulan Erick Selamatkan Garuda
Wapres juga menjabarkan, pengeluaran masyarakat muslim dunia pada komoditi makanan dan minuman halal pada 2019 mencapai US$1,17 triliun, angka itu meningkat 3,1% dibandingkan tahun sebelumnya dan diperkirakan pada 2024 akan mencapai US$1,38 triliun, di mana Indonesia menjadi konsumen terbesar dengan nilai konsumsi mencapai US$144 miliar, disusul dengan Bangladesh dan Pakistan.
Ma'ruf juga menyampaikan, untuk mewujudkan tekad itu, pemerintah tak tinggal diam. Indonesia telah menetapkan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019 – 2024 yang memiliki empat strategi utama, yaitu lenguatan rantai nilai halal yang terdiri atas industri makanan dan minuman halal, industri pariwisata halal, industri fesyen muslim, industri media dan rekreasi halal, dan lainnya.
"Lalu, penguatan sektor keuangan syariah, penguatan usaha mikro, kecil dan menengah dan penguatan ekonomi digital," papar Wapres.
"Dengan berbagai potensi tersebut, ditambah dengan dukungan pemerintah dalam perkembangan industri halal, saya optimis bahwa Indonesia dapat menjadi produsen produk halal terbesar di dunia," pungkasnya. (OL-2)
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mempertegas komitmennya dalam mendukung daya saing pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) sektor perikanan melalui penguatan ekosistem halal.
Tujuan utama dari kesepakatan ini adalah membangun sinergi yang kuat, harmonisasi program, dan kolaborasi yang efektif dalam melaksanakan sosialisasi, edukasi, dan promosi bidang JPH.
Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal, kehalalan kini tak lagi sekadar syarat, melainkan menjadi simbol kualitas, keamanan, dan tanggung jawab moral.
produk-produk halal memiliki potensi besar untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di kancah global.
Ia menjelaskan, secara global, halal sudah menarik bukan di negara muslim saja, tapi sudah menyasar ke negara non muslim seperti Tiongkok, Jepang, Rusia bahkan negara-negara Eropa
Partisipasi Sarinah di Indonesia Pavilion yang berlangsung pada 19–23 Januari 2026 di Davos, Swiss, menandai dimulainya fase penguatan ekspor perusahaan mulai tahun ini.
Kementrans merencanakan untuk membuat program hilirisasi melalui industri yang melibatkan masyarakat transmigrasi.
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus sebesar US$38,54 miliar atau setara Rp645,7 triliun di sepanjang Januari-November 2025.
Industri penunjang minyak dan gas (migas) dalam negeri semakin menunjukkan peran strategisnya.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Nilai ekspor non-migas Jawa Barat pada periode Januari hingga Oktober 2025 telah menyentuh angka USD 32,01 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved