Minggu 23 Mei 2021, 20:10 WIB

Aprindo: Perlu Neraca Komoditas untuk Stabilkan Harga

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Aprindo: Perlu Neraca Komoditas untuk Stabilkan Harga

Antara
Ilustrasi warga saat berbelanja di supermarket kawasan Jakarta.

 

ASOSIASI Pengusaha Ritel Modern seluruh Indonesia (Aprindo) siap mendukung pembentukan neraca komoditas yang tengah disusun pemerintah sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Langkah itu diperlukan untuk menstabilkan harga pangan. Pasalnya, saat Ramadan atau Lebaran, harga kebutuhan pokok cenderung bergejolak. Mengingat, tingginya permintaan yang tidak diiringi dengan pasokan.

Ketua Umum Aprindo Roy Nicholas Mandey menilai selama ini tidak ada data yang terintegrasi. Sehingga, para stakeholder bingung dalam membuat keputusan terkait pemenuhan bahan pokok. Kondisi tersebut pun berdampak pada harga yang dibayarkan konsumen.

Baca juga: Ini Strategi Pemerintah untuk Jaga Stabilitas Pangan

"Neraca pangan dan nonpangan ini berbicara soal keakuratan data, baik itu data suplai maupun demand. Kita tidak bisa berfokus pada data suplai saja. Kita tahu secara faktanya di antara K/L berbeda perhitungan data," tutur Roy dalam program siaran Metro TV News, Minggu (23/5).

Menurutnya, kehadiran neraca komoditas bakal mengatur kualitas produk pangan sebagai bahan baku dan bahan penolong industri. Nantinya, neraca komoditas diputuskan bersama dalam rapat terbatas Kemenko Perekonomian, yang melibatkan seluruh K/L di bawahnya.

Baca juga: Jabodetabek Mendominasi Destinasi Pengiriman Paket Selama Lebaran

Pemerintah juga akan menggandeng Badan Pusat Statistik dan pelaku industri untuk proses sinkronisasi data. Sementara itu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengaku pihaknya berupaya dalam menjaga stok dan memonitor harga bahan pokok.

Dia mengklaim pemerintah sudah menjalankan neraca pangan nasional. Pihaknya pun berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan stakeholder untuk mendata kebutuhan pangan setiap daerah. Itu merupakan upaya mitigasi kenaikan harga.

Oke juga menyebut pemerintah berupaya memotong rantai distribusi yang selama ini dianggap menjadi penyebab lonjakan harga bahan pokok. “Kami selalu melakukan pemantauan harga bahan pokok secara real time. Lalu, diinformasikan mana yang kekurangan," tandasnya.(OL-11)

 

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Gandeng Universitas, Kemenkop UKM Cetak Wirausaha Buka Lapangan Kerja

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 19 Januari 2022, 11:19 WIB
Teten Masduki mengatakan bahwa saat ini Indonesia perlu menyiapkan wirausahawan muda yang memiliki pendidikan tinggi dan berasal dari...
MI/Adi Kristiadi

Satu Harga, Stok Minyak Goreng di Makassar Aman Hingga Tiga Bulan

👤Lina Herlina 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:57 WIB
Rabu (19/1), mulai pukul 00.01, pemerintah mengeluarkan kebijakan minyak goreng satu harga, yaitu Rp14 ribu per liter untuk menstabilkan...
Ist

Kebutuhan Pembiayaan Korporasi pada Desember 2021 Meningkat 

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 19 Januari 2022, 10:26 WIB
Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) pembiayaan korporasi Desember 2021 sebesar 17,4% lebih tinggi dari SBT 14,8% pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya