Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu sektor yang terpukul akibat pandemi covid-19 adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengag (UMKM). Padahal UMKM merupakan salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia.
Itu sebabnya pemerintah gencar membangkitkan sektor UMKM, termasuk mendorong mereka untuk bertransformasi ke digital. Tujuannya agar mereka mampu bersaing dengan produk-produk luar negeri.
Baca juga: Teten: UMKM Miliki Kemampuan Adaptasi Luar Biasa
Berangkat dari situlah PT Bank Central Asia Tbk (BCA) terus mendorong sektor UMKM agar memiliki daya saing global dan memberikan kontribusi lebih tinggi terhadap nilai ekspor Indonesia. Agar UMKM dapat naik kelas, inovasi kreatif terhadap produk dan strategi jitu pemasaran skala global merupakan hal penting sehingga produk UMKM dapat tembus ke pasar global. Hal itu dapat diperoleh jika pelaku UMKM terus menerus mendapat pembekalan dan pembelajaran sehingga mampu beradaptasi terhadap permintaan global.
Menurut Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja, Indonesia memiliki ragam produk yang unik dan memiliki histori yang kuat untuk dapat dipasarkan. Ragam produk yang unik tersebut kebanyakan dikembangkan oleh UMKM Indonesia yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Kendati demikian, produk UMKM Indonesia belum dapat berbuat banyak di kancah global karena belum memiliki daya saing global yang dapat diterima pasar internasional. Hal ini diperlihatkan dari kontribusi UMKM terhadap ekspor Indonesia yang masih belum signifikan dan dapat ditingkatkan.
“Terdapat 64 juta UMKM di Indonesia yang memiliki ragam produk. Kami ingin agar UMKM Indonesia terus dapat bertumbuh dan berkembang, sehingga mampu berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Karena itu, kami terus menyediakan forum pembelajaran dan pembekalan bersama bagi para UMKM dan mempertemukan para pelaku UMKM itu dengan pelaku pasar global. Dengan dukungan tersebut, kami harapkan UMKM Indonesia naik kelas dan unjuk gigi di pasar global,” ujar Jahja dalam acara webinar bertajuk 'Strategi Inovasi Kreatif UMKM dalam Menembus Pasar Ekspor'.
Sebagai bagian dari sistem keuangan nasional, BCA senantiasa mendorong UMKM agar makin cepat tumbuh, berdaya saing, dan segera pulih dari masa sulit. Sejalan dengan visi Pemerintah, BCA menggagas program Bangga Lokal yang selaras dengan gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia, serta menyelenggarakan BCA UMKM Fest, sebuah expo virtual yang menghadirkan lebih dari 18.000 produk unggulan dari seluruh Indonesia.
Adapun sesi Business Matching, merupakan bagian dari rangkaian kegiatan UMKM Fest yang diselenggarakanpada 16 April hingga 8 Mei 2021. Sesi virtual Business Matching merupakan kerja sama BCA dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia, Konsulat Jenderal Republik Indonesia, International Trade Promotion Center (ITPC), dan Bank Koresponden untuk menghadirkan lebih dari 100 calon buyer dari 30 negara di lima benua.
Hingga Jumat (06/05) tercatat 37 pelaku UMKM yang telah mengikuti 64 sesi business matching dengan 94 buyer asing, dengan 50 sesi di antaranya telah match dan 25 di antaranya melaju ke proses pengiriman sample produk ke negara calon buyer, seperti ke Amerika Serikat, Belanda, Brazil, Perancis, Finlandia, dan Malaysia.
“BCA mendukung penuh peran UMKM dalam misi membangkitkan perekonomian Indonesia. Karena keterbatasan ruang gerak yang ada saat ini, kegiatan dilaksanakan secara online. Namun demikian, kegiatan ini memiliki tujuan mulia yaitu untuk membangkitkan motivasi dan optimisme pelakuUMKM di Indonesia, serta mempercepat realisasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) di Indonesia,” tutup Jahja. (RO/A-1)
Ibu Irma, nasabah PNM Mekaar di Ciparay, membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk produktif.
Program revitalisasi sekolah tak hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga menyerap 238 ribu tenaga kerja dan menggerakkan 58 ribu UMKM di daerah.
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) terus memperkuat ekosistem industri halal di wilayah tersebut guna meningkatkan daya saing global industri dan UMKM.
PENELITI Indef mengatakan, kebijakan work from home (WFH) berpotensi membantu efisiensi anggaran pemerintah dan perusahaan, tetapi berisiko menghambat perekonomian.
SEKRETARIAT Wakil Presiden (Setwapres) mendorong adanya standarisasi indikator "naik kelas" bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya yang dikelola oleh perempuan.
SOLUSI pendanaan cepat melalui GrabModal by OVO Finansial telah hadir sebagai dukungan nyata bagi mitra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved