Senin 10 Mei 2021, 11:35 WIB

Produksi Listrik PGE 2020 Lebihi Target 14%

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Produksi Listrik PGE 2020 Lebihi Target 14%

Antara/Adeng Bustomi
Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi milik Pertamina Geothermal Energy

 

REALISASI kinerja operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) sepanjang 2020 melebihi target. 

Selama pandemi, PGE berhasil mencatat produksi setara listrik (Electric Volume Produce – Geothermal) sebesar 4.618,27 GWh atau lebih tinggi 14% dari target yang telah ditetapkan tahun 2020 yaitu sebesar 4.044,88 GWh. 

Pencapaian PGE tersebut menyumbangkan 31% produksi geothermal nasional 2020 yang ditetapkan Kementerian ESDM sebesar 14.774 Giga Watt Hour (GWh).

Secara rinci, Area Geothermal (AG) Kamojang berhasil mencatat produksi setara listrik sebesar 1.650 GWh atau lebih tinggi 13% dari target RKAP 2020 yang sebesar 1.454 Gwh. AG Lahendong mencatat produksi setara listrik sebesar 828 GWh atau lebih tinggi 10% dari target yang sebesar 754 GWh.

Kemudian, AG Ulubelu mencatat produksi setara listrik sebesar 1.613 GWh atau lebih tinggi 21% dari target yang sebesar 1.335 GWh. Lalu, AG Lumut Balai mencatat produksi setara listrik sebesar 442 GWh atau lebih tinggi 12% dari target yang sebesar 395 GWh.

Selain menjaga pasokan listrik dari pembangkit yang telah dioperasikan saat ini, PGE juga melakukan kajian dalam rangka meningkatkan kapasitas terpasang panas bumi untuk pembangkitan energi listrik dari wilayah operasi eksisting. Area yang menjadi fokus awal dalam kajian ini adalah Area Ulubelu (Lampung) dan Area Lahendong (Sulawesi Utara).

“PGE terus berkomitmen untuk meningkatkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi (energy mix) nasional menjadi 23% pada 2025 di sektor panas bumi dengan strategi bisnis yang terukur untuk menjadi World Class Green Energy Company. Kedepannya  PGE menargetkan untuk mengoperasikan PLTP dengan kapasitas own operation 1,3 Giga Watt (GW) pada 2030.” kata Direktur Utama PGE Ahmad Yuniarto.

Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi, dimana dalam wilayah kerja tersebut telah terbangkitkan listrik panas bumi sebesar 1877 MW, yang terdiri dari 672 MW yang dioperasikan sendiri (own operation) oleh PGE dan 1205 MW dikelola melalui Kontrak Operasi Bersama.

Kapasitas terpasang panas bumi di Wilayah Kerja PGE tersebut berkontribusi sebesar sekitar 88% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,5 juta ton CO2 per tahun. 

Ahmad Yuniarto mengatakan penghematan juga merupakan salah satu kunci dalam menghadapi tantangan pandemi Covid-19 di sepanjang 2020. Dari anggaran biaya operasional yang sudah direncanakan, PGE dapat melakukan efisiensi biaya operasi sebesar 9%. PGE juga mendukung strategi Pemerintah dalam me-utilisasi produk-produk dalam negeri. Untuk penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) PGE telah menerapkan Pemanfaatan TKDN sebesar 63,39% melebihi target yang telah direncanakan tahun 2020 sebesar 25%. (RO/E-1)

Baca Juga

Dok.PPI

Transformasi Bisnis Keharusan untuk Menjadi BUMN Perdagangan Terdepan

👤Heryadi 🕔Minggu 20 Juni 2021, 10:50 WIB
PPI siap bertransformasi untuk menjadi BUMN perdagagan terdepan, di antaranya dengan mengembangkan perdagangan ke tingkat...
Ist/Kementan

Mentan: Para Bupati Perbaiki Sistem Logistik Pangan dan Manfaatkan KUR

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 10:33 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong para Bupati untuk memperbaiki sistem logistik dan memanfaatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR)...
Ist/PT Pos Indonesia

Transaksi Akhir Pekan, Pos Indonesia Diskon Kiriman Kurir hingga 20%  

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 20 Juni 2021, 10:23 WIB
PT Pos Indonesia terus berupaya meningkatkan transaksi kiriman kurir dan logistik pada akhir pekan, dengan membuat berbagai program spesial...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perlindungan Ganda terhadap Virus Korona dan Flu

DALAM perlombaan vaksin, perusahaan AS Novavax terlambat.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya