Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI new normal telah mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan e-commerce sebagai sarana membeli kebutuhan. Pembayaran tagihan, belanja ritel, dan pemesanan makanan menjadi kategori yang paling banyak digunakan.
Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan dari studi yang dilakukan Visa, penyedia pembayaran digital. Lebih rinci, studi itu menunjukkan tiga produk dan layanan terpopuler yang dipakai masyarakat di e-commerce ialah top-up dan pembayaran tagihan (49%), belanja ritel (45%), dan pemesanan makanan (34%).
Adapun fitur penawaran e-commerce yang paling dicari konsumen saat melakukan pembelian ialah pengiriman gratis (69%) dan voucher diskon (64%).
“Pandemi terus mengakselerasi pergeseran menuju perdagangan yang mengutamakan digital, diperkuat terjadinya lonjakan first-time online shoppers dan belanja contactless. Studi kami menunjukkan banyak konsumen telah merasakan manfaat e-commerce dalam mengelola transaksi sehari-hari mereka, termasuk membayar listrik, air, telepon rumah, telepon seluler, internet, dan tagihan berlangganan lainnya,” terang Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia.
Studi tersebut juga mengungkapkan tiga metode pembayaran e-commerce terpopuler ialah dompet digital (65%), transfer bank (30%), dan transfer ke akun virtual (27%). Pembayaran dengan kartu kredit dan debit terus diminati di e-commerce didorong penawaran diskonnya yang menarik.
Lebih lanjut Riko menjelaskan, secara umum tren pembayaran digital terus meningkat. Tren ini terjadi merata di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar.
Namun, hingga saat ini jumlah transaksinya belum sebanyak sebelum pandemi. Hal ini tidak lepas dari kondisi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya.
“Misalnya di sektor pariwisata, masih negative growth karena orang belum banya beli tiket pesawat maupun pesan hotel lewat online. Tapi pembayaran digital untuk non-travel related sudah jauh lebih tinggi dibanding 2020,” papar Riko.
Karena itulah, lanjutnya, mengikuti tren, Visa juga mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak. Untuk Ramadan ini misalnya, Visa menawarkan promosi diskon yang menarik di sejumlah marketplace seperti Shopee, Tokopedia, JD.ID, juga pemesanan melalui GoFood.
Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan
Ke depan, lanjut Riko, pihaknya optimistis pembayaran digital akan terus meningkat seiring akselerasi yang dibawa pandemi. Satu hal yang terus menjadi tantangan ialah peningkatan kenyamanan dan keamanan transaksi. Untuk itu, Visa terus melakukan edukasi, juga inovasi teknologi.
“Edukasi transaksi digital yang aman bagi masyarakat terus kami lakukan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Seiring dengan itu, upaya deteksi dini potensi fraud juga ditingkatkan. Demikian juga di sisi teknologi, misalnya penggunaan token yang lebih menjamin keamanan,” papar Riko.
Lebih lanjut, ia pun memberikan beberapa tips meningkatkan keamanan pembayaran digital. Pertama, selalu pastikan keamanan website/situs tempat transaksi.
Hal ini bisa dilakukan dengan memastikan website memiliki awalan https:\\, memiliki tanda Verivied by Visa/3-D Secure. "Lalu, jangan pernah memberitahukan PIN maupun OTP pada orang lain. Selalu ganti PIN secara berkala, jangan memakai pola yang mudah ditebak seperti tanggal lahir," tambahnya.
Selain itu, dia memaparkan, saat ini teknologi sudah memungkinkan penerapan PIN biometric seperti sidik jari atau voice recognition. "Manfaatkan teknologi itu karena lebih aman,” saran Riko.
Masyarakat juga bisa memanfaatkan servis yang diberikan bank dalam mengontrol transaksi. Misal, mengatur kartu agar tidak bisa dipakai di jam tidur. Seperti pada pukul 24.00 sampai 06.00 WIB, dan tidak bisa dipakai untuk transaksi di luar negeri.
"Jika punya kartu tambahan yang dipakai anak, bisa juga diatur agar tidak bisa dipakai untuk transaksi tertentu, misalnya membeli minuman keras," saran Riko.
Terakhir, selalu hati-hati terhadap phising atau social engineering. "Seperti email yang pengirimnya menyerupai pihak-pihak terpercaya padahal penipu,” pungkas Riko. (N-2)
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
Thomas Djiwandono mengusulkan agar pemerintah dan bank sentral meninggalkan skema burden sharing yang diterapkan pada masa pandemi covid-19.
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved