Sabtu 08 Mei 2021, 22:05 WIB

Studi Visa: Di Masa Pandemi, Masyarakat Terus Minati e-Commerce

Media Indonesia | Ekonomi
Studi Visa: Di Masa Pandemi, Masyarakat Terus Minati e-Commerce

MI/RAMDANI
Presiden Direktur Visa Indonesia Riko Abdurrahman (kanan)

 

KONDISI new normal telah mendorong masyarakat Indonesia untuk memanfaatkan e-commerce sebagai sarana membeli kebutuhan. Pembayaran tagihan, belanja ritel, dan pemesanan makanan menjadi kategori yang paling banyak digunakan.

Hal tersebut menjadi salah satu kesimpulan dari studi yang dilakukan Visa, penyedia pembayaran digital. Lebih rinci, studi itu menunjukkan tiga produk dan layanan terpopuler yang dipakai masyarakat di e-commerce ialah top-up dan pembayaran tagihan (49%), belanja ritel (45%), dan pemesanan makanan (34%).

Adapun fitur penawaran e-commerce yang paling dicari konsumen saat melakukan pembelian ialah pengiriman gratis (69%) dan voucher diskon (64%).

“Pandemi terus mengakselerasi pergeseran menuju perdagangan yang mengutamakan digital, diperkuat terjadinya lonjakan first-time online shoppers dan belanja contactless. Studi kami menunjukkan banyak konsumen telah merasakan manfaat e-commerce dalam mengelola transaksi sehari-hari mereka, termasuk membayar listrik, air, telepon rumah, telepon seluler, internet, dan tagihan berlangganan lainnya,” terang Riko Abdurrahman, Presiden Direktur Visa Indonesia.

Studi tersebut juga mengungkapkan tiga metode pembayaran e-commerce terpopuler ialah dompet digital (65%), transfer bank (30%), dan transfer ke akun virtual (27%). Pembayaran dengan kartu kredit dan debit terus diminati di e-commerce didorong penawaran diskonnya yang menarik.

Lebih lanjut Riko menjelaskan, secara umum tren pembayaran digital terus meningkat. Tren ini terjadi merata di seluruh Indonesia, terutama di kota-kota besar.

Namun, hingga saat ini jumlah transaksinya belum sebanyak sebelum pandemi. Hal ini tidak lepas dari kondisi perekonomian yang belum pulih sepenuhnya.

“Misalnya di sektor pariwisata, masih negative growth karena orang belum banya beli tiket pesawat maupun pesan hotel lewat online. Tapi pembayaran digital untuk non-travel related sudah jauh lebih tinggi dibanding 2020,” papar Riko.

Karena itulah, lanjutnya, mengikuti tren, Visa juga mengembangkan kerja sama dengan berbagai pihak. Untuk Ramadan ini misalnya, Visa menawarkan promosi diskon yang menarik di sejumlah marketplace seperti Shopee, Tokopedia, JD.ID, juga pemesanan melalui GoFood.


Tingkatkan Kenyamanan dan Keamanan


Ke depan, lanjut Riko, pihaknya optimistis pembayaran digital akan terus meningkat seiring akselerasi yang dibawa pandemi. Satu hal yang terus menjadi tantangan ialah peningkatan kenyamanan dan keamanan transaksi. Untuk itu, Visa terus melakukan edukasi, juga inovasi teknologi.

“Edukasi transaksi digital yang aman bagi masyarakat terus kami lakukan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait. Seiring dengan itu, upaya deteksi dini potensi fraud juga ditingkatkan. Demikian juga di sisi teknologi, misalnya penggunaan token yang lebih menjamin keamanan,” papar Riko.

Lebih lanjut, ia pun memberikan beberapa tips meningkatkan keamanan pembayaran digital. Pertama, selalu pastikan keamanan website/situs tempat transaksi.

Hal ini bisa dilakukan dengan memastikan website memiliki awalan https:\\, memiliki tanda Verivied by Visa/3-D Secure. "Lalu, jangan pernah memberitahukan PIN maupun OTP pada orang lain. Selalu ganti PIN secara berkala, jangan memakai pola yang mudah ditebak seperti tanggal lahir," tambahnya.

Selain itu, dia memaparkan, saat ini teknologi sudah memungkinkan penerapan PIN biometric seperti sidik jari atau voice recognition. "Manfaatkan teknologi itu karena lebih aman,” saran Riko.

Masyarakat juga bisa memanfaatkan servis yang diberikan bank dalam mengontrol transaksi. Misal, mengatur kartu agar tidak bisa dipakai di jam tidur. Seperti pada pukul 24.00 sampai 06.00 WIB, dan tidak bisa dipakai untuk transaksi di luar negeri.

"Jika punya kartu tambahan yang dipakai anak, bisa juga diatur agar tidak bisa dipakai untuk transaksi tertentu, misalnya membeli minuman keras," saran Riko.

Terakhir, selalu hati-hati terhadap phising atau social engineering. "Seperti email yang pengirimnya menyerupai pihak-pihak terpercaya padahal penipu,” pungkas Riko. (N-2)

 

Baca Juga

Antara

Setelah Idulfitri, Peredaran Uang Elektronik Alami Kenaikan

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 22 Juni 2021, 13:55 WIB
Di lain sisi, pelambatan terjadi pada mayoritas komponen M1 dan uang kuasi. Adapun M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat dan...
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Teten Masduki Keluhkan Biaya Sertifikasi UMKM dari Badan POM

👤Faustinus Nua 🕔Selasa 22 Juni 2021, 13:33 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa biaya sertifikasi izin edar produk dari Badan POM masih terlampau...
ANTARA

Jadi Dewan FAO, Momentum RI Perkuat Ketahanan Pangan

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 Juni 2021, 13:30 WIB
Dengan menjadi anggota dewan FAO, Indonesia dapat membuka peluang besar untuk melakukan koreksi sekaligus berkontribusi pada kebijakan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Jakarta sedang tidak Baik-Baik Saja

SEPEKAN ini warga Ibu Kota mengalami kecemasan akibat meningkatnya kembali kasus positif covid-19 secara signifikan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya