Rabu 05 Mei 2021, 17:22 WIB

Akibat Pandemi, 8,75 Juta Orang Menganggur

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Akibat Pandemi, 8,75 Juta Orang Menganggur

Antara
Ilustrasi penumpang KRL Commuter Line berjalan di peron usai tiba di Stasiun Tanah Abang.

 

BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah pengangguran di Indonesia pada Februari 2021 mencapai 8,75 juta orang. Angka itu bertambah 1,82 juta orang dari jumlah pengangguran Februari 2020 yang hanya 6,93 juta orang.

Kepala BPS Suhariyanto mengungkapkan kenaikan jumlah pengangguran disebabkan pandemi covid-19. Apalagi pada Februari 2020, wabah covid-19 belum merebak dan memberikan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia.

"Perlu diingat, pada Februari tahun lalu, covid-19 itu belum ada. Sedangkan Februari tahun ini covid-19 membayang-bayangi," ujar Suhariyanto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (5/5).

Baca juga: Pandemi Buat Banyak Anak Muda Alami Gangguan Mental

Adapun jumlah pengangguran sebanyak 8,75 juta orang pada Februari 2021, lanjut dia, sejatinya lebih rendah dari Agustus 2020 sebesar 9,77 juta orang. Pandemi covid-19 dikatakannya membawa dampak buruk pada sektor ketenagakerjaan nasional.

Meski jumlah pengangguran dari periode Agustus 2020 ke Februari 2021 mengalami penurunan, bukan berarti sektor ketenagakerjaan sudah pulih. Sebab, dari data BPS, pandemi masih berdampak negatif pada ketenagakerjaan di Indonesia.

Sebanyak 19,10 juta penduduk usia kerja masih terdampak pandemi covid-19. Dari angka itu, 1,62 juta orang menganggur karena covid-19. Lalu, 0,65 juta orang menjadi Bukan Angkatan Kerja karena covid-19 dan 1,11 juta orang sementara tidak bekerja karena covid-19. Berikut, 15,72 juta orang bekerja dengan pengurangan jam kerja karena covid-19.

Lebih lanjut, dia menyoroti Tingkat Pengangguran Tebruka (TPT) pada Februari 2021 sebesar 6,26%, yang lebih tinggi dari Februari 2020 sebesar 4,94%. Namun, lebih rendah dari Agustus 2020 sebesar 7,07%.

Baca juga: Kinerja Ekonomi Indonesia pada Kuartal I 2021 Solid

"Jadi memang ada perbaikan, tapi ini belum kembali ke posisi normal. Pengurangan di Februari 2021 ini melandai," papar Suhariyanto.

BPS juga mencatat terjadi peningkatan jumlah pekerja formal dari Agustus 2020 sebesar 39,53%, kemudian menjadi 40,38% di Februari 2021. Akan tetapi, itu masih lebih rendah dari Februari 2020 yang mencapai 43,36%.

Di lain sisi, terjadi penurunan jumlah penurunan pekerja informal dari Agustus 2020 sebesar 60,47%, kemudian menjadi 59,62% di Februari 2021. Jika dibandingkan Februari 2020 sebesar 56,64%, maka jumlah pekerja informal di Tanah Air bertambah.(OL-11)

 

 

Baca Juga

ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

Jubir Luhut Respon Tudingan Masuknya TKA Tiongkok Jadi Intelijen

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 11:30 WIB
"Kami percaya intelijen negara kita tangguh dan profesional untuk bisa mendeteksi dini dan memberi peringatan dini guna mencegah...
ANTARA FOTO/Yusran Uccang

Berlaku di 2022, Pemerintah Godok Kebijakan Subsidi LPG & Listrik

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 12 Mei 2021, 10:28 WIB
“Rapat kali ini dilakukan sebagai brainstorming agar target penyelarasan subsidi LPG dan listrik dapat tercapai untuk dimulai pada...
MI/Dok Kementerian BUMN

Temui Holzer, Erick Perkuat Kerja Sama Sarinah-Dufri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 09:24 WIB
Kerja sama salah satu BUMN Indonesia, yaitu Sarinah, dengan Dufry yang telah dirintis pada...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya