Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
SURVEI yang dilakukan Indikator Politik Indonesia per April 2021 menyatakan sebanyak 49,5% masyarakat melihat kondisi ekonomi nasional dalam kondisi yang buruh dan sangat buruk.
"Masyarakat yang menilai kondisi ekonomi buruk 42,2% dan sangat buruk 7,3% sehingga totalnya 49,5%. Namun, masyarakat yang bilang kondisi ekonomi nasional buruk trennya cenderung menurun selama setahun terakhir," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam survei nasional: Kondisi Ekonomi Jelang Lebaran, Selasa (4/5).
Dalam paparannya puncak tren buruknya ekonomi nasional di tengah pandemi covid pada Mei 2020, sebanyak 81 persen masyarakat menganggap kondisi ekonomi Indonesia sedang dalam kondisi buruk.
Indikator Politik Indonesia terus melakukan survei untuk membuktikan pergerakan opini publik terhadap perekonomian nasional.
Baca juga: Menkeu: Pemulihan Ekonomi di Sektor dan Daerah Belum Merata
"Banyak masyarakat lebih mengatakan kondisi ekonomi saat ini masih buruk ketimbang dalam kondisi baik. Berdasarkan survei, opini publik terhadap ekonomi nasional dalam kondisi baik hanya 14,9%; kondisi sedang 33,8% dan kondisi buruk 49,5%," ucapnya.
Burhanuddin mengatakan beberapa lembaga memprediksi perekonomian Indonesia pada kuartal I 2021 masih negatif 1%. Artinya mengalami perbaikan dibandingkan akhir tahun lalu yakni negatif 2,9%.
Dalam survei tersebut juga menunjukkan sebanyak 50,1% masyarakat yang tinggal di perkotaan yang melihat kondisi ekonomi masih buruk sedangkan 48,9% masyarakat pedesaan yang nilai masih dalam kondisi buruk.
"Yang bilang kondisi ekonomi buruk terutama mereka yang tinggal di DKI Jakarta yakni sebanyak 70,8%. mengingat DKI juga episentrum covid," ucapnya. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved