Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pada 2030 akan ada sebanyak 500 ribu eskportir baru di Indonesia. Itu karena berbagai upaya dan dukungan yang diberikan pemerintah untuk mendorong peningkatan ekspor.
"500 ribu eksportir baru di 2030, saya optimis 500 ribu eksportir baru akan dapat tercipta sesuai harapan," tuturnya dalam webinar bertajuk Memacu Ekspor UKM, Selasa (20/4).
Baca juga: Wapres: Pengusaha Tingkatkan Daya Saing Produk Lokal
Menurut Sri Mulyani, kinerja ekspor merupakan gambaran dari kegiatan perekonomian suatu negara. Kegiatan ekspor serta turunannya juga menggambarkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia.
Pemerintah disebut akan terus mendorong perbaikan iklim usaha, iklim investasi, mendorong produktivitas dan meningkatkan kualitas SDM.
"Jelas dengan pondasi tepat, penting dan dengan complement yang dilakasanakan untuk tingkatkan daya saing, kita berharap kita akan mampu bangun Indonesia berdaya saing," kata Sri Mulyani.
Sektor usaha kecil dan menengah (UKM), kata dia, berperan besar pada perekonomian nasional lantaran mampu menyerap dan menciptakan kesempatan kerja. Produktivitas UKM juga dinilai potensial untuk diarahkan kepada produk-produk berorientasi ekspor.
UKM berorientasi ekspor akan didukung pemerintah. Salah satunya dengan fasilitas pendanaan melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Lembaga yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan itu diharapkan dapat berperan dalam mendorong UKM merambah pasar ekspor.
"LPEI diberikan mandat untuk memberikan pembiayaan dan pembinaan kepada ekspor Indonesia, juga memberikan jaminan, asuransi, dan konsultasi, sehingga para eksportir Indonesia memiliki kepercayaan diri dan akses pendanaan sekaligus penetrasi pasarnya," jelas Sri Mulyani.
"LPEI juga diamanatkan untuk melakukan penugasan khusus ekspor, salah satu penugasan khusus ekspor yaitu Penugasan Khusus Ekspor (PKE) sektor UKM yang berorientasi ekspor," sambungnya.
Di kesempatan yang sama, Kepala Divisi Advisory Services LPEI Gerald Grisanto mengatakan, saat ini portofolio pembiayaan UKM relatif lebih kecil ketimbang korporasi. Nilai portofolio UKM untuk kegiatan ekspor baru mencapai 16%.
Baca juga: Ini Kata Sandiga Soal Larangan Mudik dan Pembukaan Wisata
Rendahnya nilai portofolio UKM itu disebabkan rendahnya partisipasi sektor usaha tersebut dalam kegiatan ekspor. Oleh karenanya partisipasi UKM akan diupayakan untuk ditingkatkan.
"Arahan pemegang saham LPEI, Menteri Keuangan bahwa tahun 2021 sampai dengan 2025, portofolio pembiayaan UMKM diminta tumbuh sampai dengan 30%. Ini supaya UMKM ekspor-nya dapat terealisasi," pungkas Gerald. (OL-6)
Sri Mulyani dikenal luas sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik Indonesia dengan masa jabatan terlama, sekaligus sosok perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Posisi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan berakhir pada 8 September 2025 setelah reshuffle Presiden Prabowo. Kepergiannya diwarnai kontroversi. Simak rangkuman isu yang mengemuka.
Blavatnik School of Government (BSG) Oxford menjadi sorotan. Kenali misi BSG, program prestisius Distinguished Public Service Fellow, serta deretan tokoh global yang pernah mengajar.
Sri Mulyani Indrawati resmi bergabung sebagai pengajar dalam program World Leaders Fellowship 2026 di Blavatnik School of Government, University of Oxford. Ini Profilnya.
Purbaya sudah membuka penyelewengan. Kini, menjadi tugas penegak hukum menindaklanjuti. Maukah mereka?
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memotong anggaran transfer ke daerah (TKD) dan dinilai lebih baik dari Sri Mulyani
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Indonesia kembali mencatatkan kinerja positif dengan mempertahankan surplus neraca perdagangan selama 68 bulan berturut-turut, di tengah kondisi ekonomi global yang tak pasti.
BPS melaporkan kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025 tercatat mencapai US$282,91 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 6,15%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved