Rabu 14 April 2021, 18:30 WIB

Ekonom Menilai Pencabutan Subsisi Listrik Tanda Ekonomi Membaik

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Ekonom Menilai Pencabutan Subsisi Listrik Tanda Ekonomi Membaik

ANTARA FOTO/Muhamad Iqbal
PLN

 

Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy memandang kebijakan pencabutan subsidi listrik bagi 15,2 juta pelanggan golongan 450 VoltAmphere yang akan diterapkan pemerintah mulai 2022 mengindikasikan fundamental ekonomi nasional akan membaik.
 
"Perubahan subsidi ini menunggu momentum pemulihan ekonomi di dalam negeri," kata Yusuf Rendy saat dihubungi di Jakarta, Rabu.
 
Strategi pemerintah yang akan menerapkan kebijakan pencabutan subsidi listrik pada 2022, lanjut dia, mengasumsikan proses pemulihan ekonomi tahun depan akan jauh lebih baik dibandingkan tahun ini. "Dengan asumsi pemerintah bisa menangani Covid-19 khususnya di tahun ini.maka tahun depan proses pemulihan ekonomi akan jauh lebih baik," kata Yusuf.
 
Apabila ekonomi pulih, tingkat kesejahteraan masyarakat akan meningkat sehingga pemberian subsidi listrik 450 VA bagi 15,2 juta pelanggan dianggap tidak lagi tepat sasaran.
 
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat antara Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, Rabu (7/4/2021), pemerintah menyampaikan sedang menyusun kebijakan baru penyaluran subsidi sektor energi pada tahun depan, salah satunya mencabut subsidi listrik bagi 15,2 juta pelanggan golongan 450 VA karena tidak tepat sasaran.
 
Pembuatan kebijakan itu mengacu Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterbitkan Kementerian Sosial dan asumsi makro ekonomi tahun 2022 di mana pertumbuhan ekonomi diproyeksikan tumbuh 5,7 persen, inflasi tiga persen, nilai tukar rupiah Rp14.450 per dolar AS, serta pergerakan harga minyak mentah (ICP) sebesar US$50 per barel. "Perubahan skema subsidi ini lebih kepada memperbaiki evaluasi-evaluasi yang sering kali muncul terhadap penyaluran subsidi karena data yang tidak mencukupi. Ini yang kemudian pemerintah coba perbaiki dengan mengubah pola subsidi, jadi ini tidak ada kaitannya dengan negara sedang butuh uang," katanya.
 
Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Rida Mulyana menjelaskan pencabutan subsidi listrik golongan 450 VA yang menyasar 15,2 juta pelanggan akan menghemat belanja negara sebesar Rp22,12 triliun. "Kalau sekiranya pemilahan ini bisa dijalankan, proyeksi subsidi listrik yang tadinya Rp61,09 triliun bisa berkurang menjadi Rp39 triliun," kata Rida Mulyana.
 
Dalam skema perubahan subsidi listrik untuk penyusunan pokok-pokok kebijakan fiskal 2022, pemerintah menetapkan subsidi listrik hanya untuk golongan yang berhak menerima, pelaksanaan subsidi untuk rumah tangga melalui mekanisme subsidi langsung, dan meningkatkan pelayanan tenaga listrik.
 
Selanjutnya, pencabutan subsidi listrik akan meningkatkan efisiensi penyediaan tenaga listrik melalui komposisi pemakaian bahan bakar minyak dalam pembangkit listrik dan mendorong pengembangan energi baru terbarukan yang efisien. (Ant/OL-12)

Baca Juga

ANTARA

Tinggal Satu Titik Api Belum Padam di Kilang Cilacap

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 13 Juni 2021, 00:30 WIB
Operasional Kilang Cilacap dikatakan tidak terganggu saat kebakaran berlangsung alias masih berproduksi minyak secara...
Ist

BUMN Didorong Perbesar Atensi Bagi Pelajar dan Perempuan

👤Mediaindonesiacom 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:30 WIB
Dengan bertambahnya kualitas pengetahuan bagi pelajar dan pendapatan kaum perempuan, maka BUMN berperan besar dalam peningkatan kualitas...
MI/ Susanto

Misbakhun Tuding Sri Mulyani tak Rasional soal Pajak Sembako

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 12 Juni 2021, 23:10 WIB
Politikus Partai Golkar itu pun menyeret Menteri Keuangan Sri Mulyani yang dianggap bertanggung jawab atas wacana...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Perangkat Terenkripsi Jerat Penjahat di Seluruh Dunia

LEBIH dari 800 penjahat telah ditangkap di seluruh dunia seusai dijebak menggunakan aplikasi pesan terenkripsi yang dijalankan FBI.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya