Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank OCBC NISP berkomitmen untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia setelah 80 tahun atau delapan dekade hadir sebagai mitra perbankan.
“Kami sadar ke depan kami harus mengambil peran lebih besar, hal ini kami mulai dengan mengubah visi agar menggambarkan komitmen lebih dari sekedar dari mitra perbankan yang menyediakan solusi finansial. Namun juga menjadi mitra tepercaya untuk meningkatkan kualitas hidup, maka OCBC NISP pun memiliki komitmen meningkatkan literasi keuangan,” ungkap CEO PT Bank OCBC NISP Parwati Surjaudaja dalam konferensi pers secara virtual, Senin (12/4).
Parwati mengatakan OCBC NISP ingin meningkatkan kesehatan keuangan mulai dari individu hingga pelaku usaha kecil dan besar.
Semua itu dimulai dari mengubah pemahaman kebiasaan dan mindset menjadi gaya hidup finansial yang lebih sehat dan mewujudkan Indonesia yang lebih financially fit dan lebih siap menjadi salah satu negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
“Studi menunjukkan Indonesia bisa menjadi lima besar di dunia pada 2045 nanti. Membangun fondasi finansial yang efektif di masyarakat terutama generasi mudanya harus dimulai dari sekarang dan butuh dukungan semua pihak,” ujarnya.
Ia mengungkapkan tiga masalah dasar keuangan yang perlu diperbaiki, yakni pengetahuan, kebiasaan dan pola pikir. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2019, indeks literasi hanya mencapai 38% dari total populasi di Indonesia.
“Penting sekali untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang keuangan, produk investasi dengan berbagai risikonya agar masyarakat Indonesia bisa mengambil keputusan keuangan yang tepat,” ujar Parwati.
Masalah dasar kedua yang perlu diperbaiki, lanjut dia, adalah kebiasaan pengelolaan yang baik. OCBC NISP mencatat, 50% masyarakat Indonesia mengatakan, pengeluaran mereka lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan mereka dalam 12 bulan terakhir. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata negara lain yang hanya sekitar 34%.
“Contoh lain dalam berbisnis masih banyak pelaku usaha yang punya kebiasaan mencampur keuangan pribadi dan bisnis karena belum sadar akan pentingnya cashflow manajemen,” tuturnya.
Sedangkan aspek ketiga adalah mindset atau pola pikir. OCBC NISP mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir dan mulai merencanakan keuangan agar tidak menjadi penghalang untuk menerima perubahan menjadi yang lebih baik.
Selain itu, bank yang dulunya merupakan bank lokal asal Bandung ini berkomitmen untuk mendukung pelaku UKM melalui berbagai solusi finansial yang relevan, seperti keringanan yang dirancang khusus untuk pelaku UKM, kredit investasi hingga berbagai fasilitas dan layanan untuk meningkatkan efisiensi usaha. (E-3)
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Menurut Eka Kurniawan, kunci utama untuk meningkatkan kemampuan menulis terletak pada kombinasi antara asupan literasi yang beragam dan latihan fisik yang konsisten.
Skor PISA 2022 menempatkan literasi membaca siswa Indonesia pada angka 359 poin, masih di bawah rata-rata internasional.
MEMPERINGATI Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo sukses menggelar “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” bersama Solo Book Party (SBP).
Di kota ini berdiri banyak sekali lembaga pendidikan tinggi, dan rata-rata terbaik se-Indonesia
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
PT Bank OCBC NISP meluncurkan program inisiatif terbaru untuk meningkatkan literasi keuntungan bagi kaum disabilitas.
NYALA Global Debit diluncurkan bersamaan dengan NYALA kartu kredit yang juga sudah terintegrasi dalam aplikasi ONe Mobile
Bareskrim Polri menindaklanjuti laporan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) terkait kasus dugaan kredit macet bos PT Gudang Garam Tbk, Susilo Wonowidjojo.
Penyakit kritis juga merupakan silent killer terbesar dengan angka kematian hingga 60% di Indonesia, dengan peringkat pertama diduduki oleh stroke dan penyakit jantung di urutan kedua.
The Sanctuary Collection dikembangkan di Sentul, Bogor, oleh joint venture tiga perusahaan di atas lahan 25 hektare.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved