Rabu 31 Maret 2021, 17:35 WIB

Kementan Musnahkan Ratusan Ton Jahe Impor yang Bercampur Tanah

M Iqbal Al Machmudi | Ekonomi
Kementan Musnahkan Ratusan Ton Jahe Impor yang Bercampur Tanah

Antara/Aloysius Jarot Nugroho.
Pekerja menunjukkan jahe merah kering sebagai bahan minuman tradisional di Rembun, Nogosari, Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

 

BADAN Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) membeberkan sejumlah perusahaan impotir jahe melakukan pelanggaran berupa bahan yang masih bercampur tanah. Total yang dimusnahkan seberat 397 ton.

"Penolakan tidak berujung pada pemusnahan semua tetapi dikembalikan ke nagara asal. Jahe impor yang masuk melalui Tanjung Priok sebanyak 108 ton dari Myanmar dan Vietnam yang diimpor oleh CV Indo Agro Lestari dan PT Agri Indo Sejahtera," kata Kepala Badan Karantina Pertanian Kementan Ali Jamil dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi IV DPR di Senayan, DKI Jakarta, Rabu (31/3).

Yang masuk melalui Surabaya sebanyak sembilan kontainer atas nama PT Indopak Trading. Ada pula 1 kontainer CV Putra Jaya Abadi dan 1 kontainer PT Mahan Indo Global yang diimpor dari India dan Myanmar. Totalnya 289,6 ton.

Ali Jamil mengatakan alasan penolakan yakni kondisi jahe kotor dan terdapat tanah. Berdasarkan pemeriksaan fisik dan labotarium, ditemukan tanah pada rimpang jahe serta ditemukan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK). "Hal tersebut melanggar ketentuan impor jahe masih bercampur dengan tanah dalam International Standard for Phytosanitary Measures (ISPM) 40/2017 yang diatur oleh perdagangan internasional," ujarnya.

Dirinya menjelaskan para pengimpor jahe itu sebelumnya pengekspor. Hal ini tercatat jumlah jahe yang diekspor mereka pada 2020 mencapai 778 ton dan 2021 baru 60 ton.

Untuk 108 ton jahe yang masuk via Tanjung Priok sudah dimusnahkan melalui cara dibakar pada pekan lalu. Tetapi yang masuk via Surabaya mengalami kendala karena incinerator atau tempat pembakaran sampah hanya berkapasitas 2 ton/hari padahal yang dimusnahkan lebih 289,6 ton. (OL-14)

Baca Juga

Ist

Aplikasi OLIN Hadir untuk Dukung Pengelolaan Apotek Lebih Efisien

👤Media Indonesia 🕔Rabu 07 Juni 2023, 12:51 WIB
Gaya hidup era digital ini akan menjadikan bisnis industri farmasi khususnya apotek makin menguntungkan asalkan menyesuaikan diri terhadap...
AFP/Nicolas Maeterlinck.

Tekan Pemanasan Global, Investasi Efisiensi Energi Harus Naik Tiga Kali Lipat

👤Wisnu Arto Subari 🕔Rabu 07 Juni 2023, 12:39 WIB
Investasi dalam meningkatkan efisiensi energi harus tiga kali lipat pada dekade ini jika dunia ingin mempertahankan tujuan membatasi...
AFP.

Ekspor Tiongkok Turun ke 7,5% pada Mei

👤Wisnu Arto Subari 🕔Rabu 07 Juni 2023, 11:51 WIB
Ekspor Tiongkok turun pada Mei untuk pertama kali sejak Februari. Ini mematahkan rekor pertumbuhan dua bulan karena rebound pascacovid-19...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya