Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH tengah mematangkan konsep besar Manajemen Talenta Nasional sebagai wadah pembinaan sumber daya manusia (SDM) Tanah Air yang memiliki bakat atau kemampuan di atas rata-rata.
Melalui program yang digagas langsung oleh Presiden Joko Widodo pada masa kampanye pemilihan presiden 2019 lalu itu, diharapkan akan semakin banyak anak bangsa yang bisa menunjukkan kualitas teratas di pentas dunia.
Secara garis besar, Manajemen Talenta Nasional akan mencakup tiga bidang utama yakni riset dan inovasi, seni dan budaya serta olahraga.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengungkapkan, pada pengembangan SDM kategori riset dan inovasi, pemerintah berupaya mendorong warga negara Indonesia (WNI) untuk turut serta dalam membangun peradaban dunia ke arah yang lebih baik.
"Siapa tahu, dari keterlibatan itu, kita bisa memenangkan nobel atau penghargaan lain yang menjadi sebuah rekognisi masyarakat internasional terhadap sebuah bangsa," ujar Suharso di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (30/3).
Baca juga : Wujudkan Regenerasi Petani,Mentan Bekali Pemuda Tani Magang Jepang
Saat ini, ia mengaku pemerintah sama sekali belum memiliki rasio terkait berapa banyak penduduk Tanah Air yang memiliki kemampuan ke arah tersebut.
"Sekarang kita belum punya angka. Dari 260 juta orang, kira-kira berapa yang bisa mencapai suatu prestasi itu. Targetnya, kita ingin ada rasio per satu juta penduduk," sambungnya.
Kedua, dari bidang seni dan budaya, Suharso melihat sudah cukup banyak talenta yang dimiliki Indonesia. Sudah ada banyak karya seni seperti musik dan film yang sudah diapresiasi di level mancanegara.
Yang terakhir, di bidang olahraga, pemerintah memiliki ambisi untuk melahirkan banyak atlet-atlet baru yang bisa mengharumkan nama bangsa.
Dalam hal ini, pemerintah akan fokus pada 14 cabang olahraga, beberapa di antaranya adalah badminton, panahan, angkat besi, atletik, dayung, renang dan taekwondo. (OL-7)
Transisi menuju ekonomi sirkular dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, meningkatkan daya saing nasional, serta membantu pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
sudah ada inovasi dalam mengatasi masalah sampah dalam skala rumah tangga hingga satu desa.
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
Paviliun Indonesia tidak hanya menyajikan kekayaan alam dan keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga memperkenalkan potensi ekonomi, peluang investasi, dan kerja sama di panggung global.
DEPUTI Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas menekankan agar pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati harus dikelola secara bertanggung jawab.
Pemprov Kalsel juga berkomitmen mendorong pemanfaatan Geopark Meratus sebagai penggerak ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved