Senin 22 Maret 2021, 11:43 WIB

UU Cipta Kerja Dorong Momentum Pemulihan Ekonomi

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
UU Cipta Kerja Dorong Momentum Pemulihan Ekonomi

Antara
Karyawan mal dan pekerja tenant antre untuk mengikuti vaksinasi COVID-19 massal dosis kedua, di Mal Tangerang, Banten, Senin (15/3/2021).

 


TAHUN 2021 merupakan tahun pemulihan ekonomi dari dampak pandemi covid-19. Penanganan virus kian menunjukkan hasil positif seiring dengan ragam stimulus yang diberikan pemerintah guna mengungkit ekonomi nasional.

Pemerintah akan memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi itu untuk mendorong reformasi struktural dan memperbaiki iklim investasi di Tanah Air. Setidaknya itu telah dilakukan pengambil kebijakan melalui Undang Undang 11/2020 tentang Cipta Kerja.

"UU ini menjadi jembatan antara program penanganan covid-19 dalam jangka pendek dan refromasi struktural dalam jangka panjang," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Reimagining the Future of Indonesia secara virtual, Senin (22/3).

Dia menyebutkan, UU Cipta Kerja berlaku di saat yang tepat untuk mengurangi dampak pandemi pada ekonomi nasional. Sebab, UU itu diharapkan mampu melahirkan lapangan pekerjaan yang saat ini dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam UU tersebut, kata Airlangga, pemerintah memberikan fasilitas, perlindungan, pemberdayaan, insentif, hingga pembiayaan bagi dunia usaha skala mikro dan kecil. Sebab, sektor itu memainkan peran sentral pada ekonomi Tanah Air.

Dukungan yang muncul dari UU Cipta Kerja kepada UMKM juga diberikan melalui kemudahan perizinan berusaha. Bagi sektor usaha itu, hanya dibutuhkan pendaftaran untuk memulai usaha dan sertifikasi halal akan didapatkan pelaku UMKM secara gratis.

"Dengan turunan UU Cipta Kerja, pemerintah mengatur norma, standar, prosedur, kriteria (NSPK) yang berbasis risiko. Proses perizinan usaha akan dilakukand engan OSS (Online Single Submission) yang ditergetkan impelmentasi di juli 2021. Refromasi ini tentu diharapkan perizinan menjadi mudah, cepat, sederhana, dan transparan," terang Airlangga.

Dari UU Cipta Kerja pula pemerintah membentuk Lembaga Pengelola Investasi/Indonesia Investment Authority (LPI/INA) untuk memunculkan alternatif pembiayaan jangka panjang. Lembaga anyar itu diharapkan bisa melakukan tugasnya secara komprehensif di triwulan I 2021.

Pemerintah optimistis, pemanfaatan momentum pemulihan melalui UU Cipta Kerja dapat menjadi titik balik ekonomi nasional. Namun, dibutuhkan peranan seluruh pihak untuk memastikan aturan yang ada berlaku sesuai dan efektif.

Apalagi di triwulan I 2021 penanganan pandemi menunjukkan hasil positif pascapemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Pengambil kebijakan memproyeksikan ekonomi Tanah Air akan tumbuh di kisaran 4% hingga 5,5% di 2021.

"Ini juga tentu didorong konsumsi, investasi dan impor sejalan dengan program PEN dan implementasi UU Cipta Kerja dan dibarengi dengan program vaksinasi dan pelaksanaan PPKM mikro yang sekarang di 15 provinsi," jelas Airlangga. (E-3)

Baca Juga

Dok.SIG

Dorong Efektivitas Penanganan dan Penyelesaian Masalah Hukum, SIG Kerja Sama denga Jamdatun

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 19:12 WIB
JAMDATUN memiliki layanan yang berbeda dari law...
Dok. Wege

Kemenaker Berikan 7 Penghargaan Zero Accident kepada Wege

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 15:55 WIB
Penghargaan Zero Accident 2022 Kementerian Ketenagakerjaan Republik...
Antara/Didik Suhartono.

Anggaran Penggantian Sapi Terpapar PMK belum Ada

👤Agus Utantoro 🕔Minggu 26 Juni 2022, 14:43 WIB
Untuk tahap pertama dilepas 8.000 dosis dan yang sedang dalam proses administrasi 2.200.000 dosis serta yang sedang diusulkan ke...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya