Minggu 07 Maret 2021, 18:50 WIB

Dunia Usaha Apresiasi Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan

M.Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Dunia Usaha Apresiasi Penurunan Suku Bunga Kredit Perbankan

Dok MI
Shinta Widjaja Kamdani

 

WAKIL Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengapresiasi kebijakan perbankan, khususnya Himpunan Bank Negara (Himbara) yang telah menurunkan Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK).

Menurutnya hal itu dapat meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha untuk kembali aktif menjalankan bisnisnya.

"Apalagi penurunannya cukup signifikan hingga lebih dr 100 basis poin dibandingkan sebelumnya. Gesture ini sangat positif untuk meningkatkan confidence pelaku usaha untuk kembali aktif menjalankan usaha dan meningkatkan konsumsi kredit modal usaha bila diperlukan," tuturnya saat dihubungi, Minggu (7/3).

Meski begitu, Shinta belum bisa memastikan dampak nyata penurunan SBDK terhadap pertumbuhan pinjaman produktif. Sebab, terdapat banyak hal yang diperhitungkan pelaku usaha sebelum kembali mengajukan pinjaman ke bank.

Pertimbangan itu meliputi stabilitas turn over dan pendapatan, beban kredit usaha eksisting, proyeksi pertumbuhan pasar terhadap kebutuhan modal, posisi aset perusahaan saat ini, hingga persyaratan kredit.

"Umumnya kalau revenue, turn over atau proyeksi pertumbuhan customer usahanya tidak terlalu positif atau stabil sehingga bisa menciptakan profit yg lebih tinggi dibandingkan suku bunga pinjamannya, pelaku usaha umumnya akan menahan diri untuk meningkatkan pinjaman," jelas Shinta.

Oleh karenanya, pelaku usaha akan menunggu dan melihat bagaimanya dampak riil dari penurunan SBDK tersebut. Menurutnya, SBDK terhadap korporasi sebesar 8% masih tergolong sulit lantaran tingkat kepercayaan konsumsi pasar masih rendah.

Apalagi di sektor-sektor usaha yang terimbas cukup dalam akibat pandemi seperti pariwisata dan sektor usaha pendukungnya. Hal itu berujung pada tingkat pertumbuhan permintaan yang lambat dan membuat pelaku usaha saat ini menunggu.

Shinta juga meyakini perbankan memiliki pertimbangan dalam memberikan pinjaman. Dengan penurunan SBDK, perbankan dirasa makin selektif dalam menyalurkan kredit untuk menjaga rasio Non Performing Loan (NPL/kredit bermasalah) yang sedianya meningkat di masa pandemi.

"Jadi kami pun tidak berpikir bahwa dengan penurunan SBDK bank-bank ini akan “mengobral” kredit kepada pelaku usaha yang mengajukan. Pasti akan ada persyaratan kreditnya dan persyaratan tersebut belum tentu favorable terhadap kondisi pelaku usaha yang mengajukan pinjaman saat ini," pungkasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

DOK POS INDONESIA

Pos Indonesia Berbagi Jutaan Takjil Gratis pada POSweet Ramadan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 15 April 2021, 05:00 WIB
PT Pos juga akan memberikan undian gratis berhadiah 15 paket umrah bagi pelanggan yang bertransaksi pada 20 April-31 Mei...
Dok BKPM

Perubahan BKPM Jadi Kementerian Sudah Terprediksi

👤Putri Rosmalia Octaviyani 🕔Kamis 15 April 2021, 03:25 WIB
PERUBAHAN nomenklatur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menjadi Kementerian Investasi bukan hal yang...
Dok Pelni

Muatan Kapal Penumpang Pelni Tumbuh Jadi 106% di Triwulan I 2021

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 14 April 2021, 23:39 WIB
Selain itu, Pelni juga mencatatkan pertumbuhan pada muatan kontainer kapal tol laut perusahaan yang tumbuh signifikan menjadi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya