Selasa 02 Maret 2021, 21:58 WIB

Target Penggunaan 400 Ribu Mobil Listrik Bisa Menghemat Rp3,5 T

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Target Penggunaan 400 Ribu Mobil Listrik Bisa Menghemat Rp3,5 T

ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

 

PEMERINTAH melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong pengembangan kendaraan listrik berbasis baterai (KBLBB) di tanah air. Ditargetkan, penggunaan kendaraan listrik mencapai 400 ribu unit di tahun 2025.

Jika dikalkulasi angka tersebut, disebut dapat mengurangi emisi karbon sebesar 1,4 juta ton sekaligus mampu menghemat Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 800 juta liter atau sekitar 5 juta barel, yang dikonversi mencapai sekitar US$251 juta atau sekitar Rp3,5 triliun.

“Indonesia memiliki peluang dan potensi besar dalam pengembangan kendaraan listrik. Hal ini didukung dengan tingkat kepemilikan kendaraan roda empat yang masih relatif rendah, serta kesiapan penyiapan infrastruktur yang sudah mulai bergerak," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya, Selasa (2/3).

Baca juga: Pemerintah Optimis Ekonomi Tahun Ini Tumbuh 5,3%

Menperin menyampaikan, dunia akan mengarah pada fuel economy yang berbasis pengurangan emisi karbon, sehingga secara bertahap Pemerintah menyiapkan regulasi terkait kendaraan listrik tersebut.

Untuk mendukung upaya tersebut, regulasi berupa Peraturan Presiden (Perpres) 55 tahun 2019 tentang percepatan KBLBB untuk transportasi jalan pun dibuat.

Kemenperin, lanjut Agus, juga telah menyusun peta jalan industri otomotif secara keseluruhan, termasuk di dalamnya terkait kendaraan bermotor listrik.

Peta jalan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian nomor 27 tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuang Penghitungan Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle).

Di dalam peraturan tersebut, Pemerintah menargetkan 20% dari total unit kendaraan roda empat atau lebih merupakan Low Carbon Emission Vehicle (LCEV) pada tahun 2025, termasuk KBLBB.

“Di tahun 2030, ditargetkan jumlahnya meningkat menjadi 600.000 unit atau 25% dari total produksi sebanyak 3 juta unit,” tutur Agus.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufiek Bawazier mengatakan, guna mendukung ekosistem dalam pengembangan kendaraan listrik, pihaknya bakal memberikan insentif, berupa keringanan pajak bagi pengguna KBLBB.

“Kalau kita lihat dari struktur pajak, Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM), Bea Balik Nama di DKI Jakarta sudah nol persen. Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan kebijakan kredit uang muka 0%. Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga mengeluarkan diskon-diskon untuk charging station,” pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK KEMENTAN

Bupati Wonosobo: Rencana Food Estate Membawa Harapan Memajukan Pertanian

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 21:11 WIB
 Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan bahwa program food estate hadir memberikan harapan bagi masyarakat...
DOK KEMENTAN

Datang ke Kupang, Mentan SYL Panen Raya Jagung

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 20:20 WIB
Setelah panen ini petani diminta untuk segera menanam kembali agar lahan tidak terlalu lama...
AFP

Paviliun Indonesia Sudah Dikunjungi Lebih dari 50 Ribu Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 17 Oktober 2021, 17:41 WIB
Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai mempromosikan berbagai produk UMKM siap ekspor, mengadakan forum bisnis, hingga menunjukkan budaya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya