Senin 22 Februari 2021, 14:20 WIB

Ini Solusi Kementan Bagi Petani Terdampak Banjir di Pantura

mediaindonesia.com | Ekonomi
Ini Solusi Kementan Bagi Petani Terdampak Banjir di Pantura

Ist/Kementan
Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Kementan, M. Takdir Mulyadi meninjau area persawahan yang terdampak banjir di Subang, Jawa Barat.

 

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) terus bersinergi dengan pihak-pihak terkait, baik di pusat maupun di daerah dalam upaya mitigasi dampak La Nina. Salah satunya Kementan melakukan melalui mapping wilayah rawan banjir, early warning system.

Hal tersebut disampaikan Menteri {ertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam arahannya kepada jajaran Kementan. 

Selain itu juga, Mentan SYL mengingatkan meningkatkan koordinasin dengan BMKG dan mengaktifkan Brigade La Nina. 

"Dalam kondisi apapun, antisipasi dan solusi setiap kemungkinan harus dipersiapkan. Intensitas hujan tinggi seperti ini, siapkan  benih varietas toleran banjir, pompanisasi in–out, bantuan benih dan AUTP, serta mengoptimalkan dryer dan RMU untuk menjaga mutu produk saat pasca panen," ungkap Mentan SYL. 

Hujan yang terus mengguyur kawasan terutama sentra padi, daerah Pantura beberapa waktu yang lalu, menyisakan genangan air dan lahan pertanian terdampak. 

Beberapa wilayah Pantura di Jawa Barat, seperti Bekasi, Karawang, Subang, Cirebon, dan Indramayu menjadi wilayah dengan dampak banjir terluas. Sambil terus meng-update laporan kejadian banjir pada pertanaman, Kementan melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, juga aktif monitoring langsung ke lapangan untuk mengupayakan solusi yang tepat sesuai kebutuhan petani. 

Saat meninjau lokasi terdampak banjir di Kabupaten Subang beberapa saat lalu atau Selasa lalu (9/2), Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, M. Takdir Mulyadi mengatakan Kementan telah menyiapkan bantuan bagi petani yang terdampak banjir.

“Kami akan selalu mengupayakan bantuan bagi petani, yaitu bantuan benih gratis agar petani semangat bertanam kembali serta pendampingan proses klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani peserta asuransi," ungkap Takdir. 

Ditemui pada Jumat (19/2), Takdir meminta kepada petugas untuk mengedukasi petani agar menggunakan varietas benih toleran genangan, seperti Inpara 1 – 10, inpari 29, dan Inpari 30.

“Kami juga instruksikan kepada teman-teman petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) untuk waspada terhadap serangan OPT yang biasanya muncul pasca banjir, seperti WBC, kresek, dan tikus," tambah Takdir. 

Terpisah Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Asep Heryana, yang mengungkapkan bahwa banjir terjadi setiap tahun di Subang, akan tetapi, ini termasuk banjir yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

“Meskipun luas pertanaman padi yang terkena cukup besar, namun kami tidak terlalu risau karena sebagian petani telah terdaftar sebagai peserta asuransi. Sedangkan petani yang tidak terdaftar, telah disiapkan bantuan benih dari Kementan," tandas Asep. 

Koordinator Satuan Pelayanan (Satpel) Wilayah II Subang-BPTPH Jawa Barat, H. Iduk membenarkan luasnya pertanaman padi yang terdampak banjir kali ini.

“Luas terkena banjir yang dilaporkan sampai dengan saat ini sekitar 11.083 ha dengan 1.035 ha di antaranya mengalami puso dan data ini akan masih terus berkembang sambil menunggu lahan benar-benar surut," imbuh Iduk. 

Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menjelaskan bahwa sesuai hasil monitoring banjir ke Bekasi, Karawang, Subang, dan Majalengka, banjir disebabkan oleh curah hujan yang tinggi serta pendangkalan atau rusaknya sarana penampungan/saluran air. 

“Selain bantuan benih gratis dan klaim asuransi yang telah disiapkan Kementan, kami juga menghimbau lebih ditingkatkannya lagi koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama oleh pemerintah daerah setempat," jelasnya.

"Koordinasi ini sangat diperlukan dalam upaya normalisasi sungai/waduk/tanggul/saluran air, khususnya bagi wilayah-wilayah yang setiap tahunnya terdampak banjir agar banjir tidak berulang kembali," pungkas Suwandi. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

Produksi Tembaga Freeport di Papua Bakal Dinaikkan Hingga 4 Juta Ton

👤Despian Nurhidayat 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 16:54 WIB
Saat ini, kapasitas produksi tembaga PTFI di Papua mencapai 3 juta ton. Dengan rincian, sekitar 1,7 juta ton akan masuk ke smelter di...
DOK SHOPEEPAY

ShopeePay Luncurkan 11.11 Big Deals untuk Amplifikasi Dampak Positif

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 16:33 WIB
Hadirkan ragam promo yang lebih besar dan menarik seperti Late Night Deals Rp11, Cashback 100%, hingga Paket Voucher ShopeeFood...
MI/Amiruddin Abdullah Reubee.

NasDem Dengarkan Keluhan Nelayan soal PP 85/2021

👤Putra Ananda 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 16:18 WIB
Para nelayan mengeluhkan penerapan Peraturan Presiden Nomor 85 Tahun 2021 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Era Penuh Harapan di Dusun Bondan

Energi terbarukan mengangkat Dusun Bondan di Cilacap dari keterpurukan. Kini, warga selangkah lagi menggapai kesejahteraan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya