Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo menuturkan, perbaikan ekonomi sejatinya terjadi di Tanah Air. Hanya, perbaikan itu lebih lambat dari pada yang diperkirakan sebelumnya.
"Secara full year di tahun 2020 itu kontraksinya minus 2,07% ini memang juga lebih rendah daripada yang kita perkirakan. Kalau dilihat arahnya sebetulnya semuanya menunjukkan perbaikan cuma memang perbaikan tidak secepat yang kita perkirakan," tuturnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR, Selasa (9/2).
Sebelumnya, pada Jumat (5/2), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020. Tercatat, ekonomi Indonesia -2,07%, jauh lebih rendah dibanding pertumbuhan di 2019 yang tercatat 5,02%. Sedangkan BI memprediksi ekonomi Indonesia di 2020 akan tumbuh di kisaran -1% hingga -2%.
Kendati demikian, Perry menyatakan, ekonomi Indonesia dapat tumbuh positif di 2021. Bank sentral memprediksi pertumbuhannya akan berada di kisaran 4,8% hingga 5,8%. Optimisme itu didukung oleh program vaksinasi yang saat ini dijalankan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baca juga: KPK Panggil Enam Saksi dalam Kasus Edhy Prabowo
"Vaksinasi di berbagai negara khususnya negara maju yang kemudian melebar berpengaruh pada pemulihan mobilitas manusianya yang diikuti juga stimulus fiskal dan moneter yang besar di berbagai negara. Tentu saja ini menjadi potensi bagi kita untuk mendorong ekonomi dari sisi ekspor," jelas Perry.
Selain vaksinasi, perbaikan di pasar keuangan juga dapat menjadi modal bagi Indonesia untuk memiliki pertumbuhan yang positif di 2021. BI, imbuh Perry, memperkirakan akan terjadi aliran modal masuk berbentuk portofolio di pasar keuangan Indonesia sebesar US$19,6 miliar.
Aliran modal masuk berbentuk portofolio itu jauh lebih besar dari yang terjadi di 2020 sekitar US$9,45 miliar. "US$19,6 miliar ini adalah terbesar kedua setelah Tiongkok dan ini menjadi juga potensi bagi kita untuk menjaga stabilitas eksternal termasuk nilai tukar," tutur Perry. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved