Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) memasuki babak baru dalam implementasi keuangan berkelanjutan yaitu dengan menerbitkan Panduan Sektor Perkebunan Kelapa Sawit.
Panduan tersebut bertujuan agar aktivitas pembiayaan sektor perkebunan kelapa sawit di CIMB Niaga selaras dengan prinsip keuangan berkelanjutan.
Selain itu, inisiatif ini dimaksudkan untuk mendorong praktik-praktik terbaik keberlanjutan di industri tersebut serta mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dan berkontribusi positif dalam aksi mitigasi perubahan iklim.
Direktur Compliance, Corporate Affairs and Legal CIMB Niaga Fransiska Oei mengatakan, “Sebagian debitur pembiayaan kelapa sawit CIMB Niaga telah/dalam proses mendapatkan sertifikasi ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil) dan/atau RSPO (Roundtable on Sustainable Palm Oil). Selain itu, Bank mendorong agar debitur juga memiliki komitmen terhadap kebijakan No-Deforestation, No-Peat, No-Exploitation (N-DPE),” kata Fransiska di Jakarta, Sabtu, (30/1/2021).
Fransiska melanjutkan, CIMB Niaga juga mendorong debitur untuk memasukkan peran serta petani kelapa sawit dalam rantai pasok perusahaan perkebunan kelapa sawit sehingga tercipta ekosistem yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Hal ini diharapkan dapat membentuk rantai pasok yang bertanggung jawab sehingga pada akhirnya mendukung perekonomian rendah karbon.
Penerapan keuangan berkelanjutan di CIMB Niaga telah dimulai sejak 2019, sejalan dengan Peraturan OJK No. 51/POJK.03/2017. Penerapan tersebut juga merupakan salah satu bentuk tanggung jawab CIMB Niaga sebagai warga Indonesia dan dunia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan bumi demi generasi mendatang.
“Kami menilai implementasi keuangan berkelanjutan tidak dapat hanya dilakukan oleh Bank, namun harus melibatkan semua pihak. Oleh karena itu, CIMB Niaga mengajak seluruh stakeholders untuk bersama-sama mengimplementasikan keuangan berkelanjutan sehingga kita akan mendengar ‘Thank You From Tomorrow’,” tutup Fransiska. (RO/E-1)
Kebutuhan masyarakat terhadap akses kredit digital yang cepat, mudah, dan terjangkau terus meningkat, terutama di luar kota-kota besar.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, daya beli masyarakat kelas menengah masih membutuhkan dukungan kebijakan.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengungkapkan fasilitas pinjaman perbankan yang belum ditarik atau undisbursed loan masih cukup tinggi.
Ia menegaskan Bank Jakarta menyambut peluang penempatan dana berikutnya dari pemerintah pusat.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan tambahan penempatan dana pemerintah di bank Himbara cukup menjaga likuiditas dan transmisi kredit yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved