Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Moeldoko melantik kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) HKTI Periode 2020-2025, di Jakarta.
Dalam keterangan yang dikutip Rabu, (27/1), pelantikan pada Selasa (26/1) dilakukan secara hybrid, dihadiri langsung 15 pimpinan inti HKTI, sementara para pengurus HKTI yang dilantik mengikuti secara daring melalui aplikasi Zoom meeting.
Ketua Umum HKTI Moeldoko menegaskan pentingnya penguatan organisasi agar berperan besar dalam membangun ketahanan pangan, kemandirian pertanian, dan menjngkatkan kesejahtetaan petani.
Moeldoko menyebutkan ada empat hal yang harus dilakukan HKTI, yaitu: konsolidasi organisasi, pendampingan petani, koordinasi dan komunikasi dengan lembaga terkait, dan melakukan social engineering.
Pertama, jelasnya, HKTI harus melakukan konsolidasi sampai ke gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dengan begitu, HKTI dapat membantu mengatasi permasalahan-permasalahan petani langsung. “Konsolidasi harus sampai menyentuh Gapoktan,”ungkapnya.
Kedua, melakukan pendampingan petani. HKTI harus mendampingi petani untuk meningkatkan produksi. “Contoh padi M-400 di Morotai menghasilkan 10,4 ton per hektare dengan pendampingan. Varietas M-70D juga menghasilkan 8 ton lebih per hektare. Hal seperti ini harus berjalan masif,” tutur Moeldoko yang juga Kepala Staf Kepredinan (KSP).
Ketiga, HKTI harus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan lembaga terkait dan pemangku kepentingan sehingga dapat menjembatani kepentingan petani.
Keempat, HKTI harus melakukan Social Engineering. Rekayasa sosial dalam pertanian dilakukan HKTI untuk memberikan nilai tambah produk pertanian mulai dari hulu ke hilir. “Kita bukan hanya memikirkan bertani, tapi end product (produk akhir) juga perlu difikirkan dengan baik,” paparnya.
Moeldoko kembali mengingatkan fungsi HKTI sebagai bridging institution yang menghubungkan petani dengan pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, perguruan tinggi, dan komunitas. HKTI harus menjadi yang terdepan dalam meningkatkan kesejahteraan petani, ketahanan pangan, dan kedaulatan pangan.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo selaku Ketua Dewan Penasehat menyampaikan bahwa sektor pertanian adalah sektor ekonomi yang tumbuh selama pandemi Covid-19. Bahkan, ekspor pertanian meningkat 15,79%. Ia menyampaikan juga Indonesia mampu meningkatkan produksi padi, saat ini rata-rata 5,2 ton per hektare.
Oesman Sapta Odang selaku Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO), mengingatkan kembali peran HKTI meningkatkan kesejahteraan petani dan kemajuan pertanian dengan produktivitas pasca panen. Petani juga membutuhkan teknologi tepat guna. “HKTI harus mampu atasi masalah dengan langkah yang out of the box,” tutur Oesman Sapta.
DPP HKTI Periode 2020 - 2025 dipimpin Ketum Jenderal (Purn) Dr Moeldoko dan Sekretaris Jenderal HKTI Mayjen (Purn) Bambang Budi Waluyo. (RO/OL-09)
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
KENAIKAN Nilai Tukar Petani (NTP) periode 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dinilai tidak langsung cerminkan petani semakin sejahtera.
Pupuk bersubsidi kini lebih murah dan mudah ditebus. HET turun 20%, petani Garut sudah bisa tebus pupuk sejak awal 2026.
Prabowo secara langsung menyematkan tanda kehormatan kepada para perwakilan penerima sebagai bentuk apresiasi negara atas jasa.
Dari swasembada di sektor pangan, lanjut Prabowo, mimpinya untuk melihat keterjangkauan harga di masyarakat dapat tercapai.
Rakernas dan Temu Tani Nasional 2025 yang digelar HKTI menjadi ajang konsolidasi sektor pertanian untuk memperkuat Swasembada Pangan,
Produksi kedelai dalam negeri hanya berkisar 300– 500 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan nasional mencapai 2,8 juta hingga 3 juta ton.
HKTI mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran menurunkan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi.
Berdasarkan Surat Keputusan, jumlah pengurus yang dikukuhkan mencapai 700 orang. Pengukuhan ini menandai dimulainya masa bakti kepengurusan baru HKTI.
Wamentan Sudaryono turut buka suara terkait dengan temuan cengkeh yang mengandung radioaktif Caesium-137 (Cs-137)
Semakin banyak perempuan Indonesia yang mandiri dan berkarya, wajah bangsa akan menjadi lebih inklusif, progresif, dan berdaya saing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved