Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
REALISASI Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) pada 2020 untuk sayuran dan buah-buahan tidak mencapai 100%.
"Untuk sayuran volume pengajuan RIPH sebesar 1.172.549 ton dan buah-buahan sebesar 1.541.080 ton. Namun realisasinya untuk sayuran 52,87% dan buah hanya 17,10%," kata Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto saat rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/1).
Realisasi impor untuk sayuran sendiri mencapai 619.949 ton atau 52,87% dari rekomendasi yang diajukan dan buah-buahan hanya 263.465 ton atau 17,10% dari rekomendasi yang diajukan.
Dalam paparannya Prihasto menyebutkan untuk sayuran yang paling banyak diimpor ialah bawang putih dan bawang bombai. Untuk bawang putih sepanjang 2020 diimpor sebanyak 461.725 ton dan bawang bombai sebanyak 128.945 ton.
Sementara untuk kentang segar khusus kebutuhan industri volume pengajuan RIPH 86.905 ton dan realisasinya 29.076 ton. Secara nasional kebutuhan kentang industri sebanyak 120 ribu ton dan petani lokal hanya bisa menghasilkan 20 ribu ton.
"Dan ini yang sedang kita kembangkan salah satunya dengan program food estate. Dan impor kentang segar khusus industri ini tidak sampai ke pasar khusus untuk industri," ujarnya.
Sementara untuk buah, komoditas apel menjadi terbanyak sebesar 117.841 ton dan anggur 71.686 ton. Sementara impor jeruk mandarin sebanyak 33.585 ton dan grapefruit atau jeruk Bali merah hanya 69 ton.
Sementara untuk 2021 sampai hari ini volume pengajuan RIPH untuk sayuran sebanyak 83.696 ton dan buah-buahan 73.356 ton, sehingga totalnya mencapai 157.052 ton.
"Jumlah RIPH untuk bawang bombai sebanyak 16 perusahaan dan bawang putih ada 5 perusahaan yang sudah mengajukan RIPH," sebutnya. (E-1)
Kabar gembira! Kementan pastikan stok & harga telur ayam terkendali jelang idul fitri 2026. Intip langkah strategis pemerintah lindungi konsumen di sini.
Meskipun harga terpantau stabil, pemerintah akan terus melakukan sidak secara rutin selama Ramadan untuk memantau pergerakan harga.
Berdasarkan data proyeksi neraca pangan nasional, komoditas cabai rawit diproyeksikan mengalami surplus sebesar 54 ribu ton pada Februari 2026.
Kenaikan harga cabai rawit merah dipicu berkurangnya pasokan dari Kabupaten Kepahiang, sementara harga beras premium Rp16.000/kg dan beras medium Rp13.750/kg.
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan aneka cabai di Provinsi Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul fitri 2026.
Kementerian Pertanian menargetkan distribusi 4 juta dosis vaksin PMK secara nasional sepanjang 2026.
BPSĀ melaporkan nilai impor Indonesia Januari 2026 mencapai US$21,20 miliar, naik 18,21% yoy, didorong kenaikan impor migas dan non-migas terutama bahan baku dan barang modal.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor mencapai US$22,16 miliar. Angka itu meningkat 3,39% secara tahunan.
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar 0,95 miliar dolar AS.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan sejalan dengan usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang meminta agar rencana impor 105 ribu unit mobil pikap dan truk dari India ditunda
AS menetapkan tarif global 10 persen saat kesepakatan nol bea masuk RI untuk sawit hingga semikonduktor belum berlaku dan masih menunggu ratifikasi.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved