Jumat 15 Januari 2021, 22:38 WIB

Jokowi: Pengawasan OJK Jangan Masuk Angin, Harus Bertaring

Dhika Kusuma Winata | Ekonomi
Jokowi: Pengawasan OJK Jangan Masuk Angin, Harus Bertaring

Antara/Rivan Awal Lingga
Presiden memberi sambutan secara virtual pada acara Pertemuan Tahunan OJK 2021

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan para pelaku industri jasa keuangan menjaga kepercayaan pasar dan masyarakat sebaik-baiknya. Presiden berpesan agar tidak ada lagi praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

"Transaksi keuangan yang menjurus ke fraud harus ditindak tegas. Pengawasan OJK juga tidak boleh mandul, tidak boleh masuk angin, dan harus mengeluarkan taringnya," ucap Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (15/1) malam.

Presiden juga menekankan pentingnya menjaga kredibilitas dan integritas. Untuk itu, Kepala Negara mendorong agar industri keuangan Indonesia bisa membangun sistem internal yang berstandar internasional secara baik.

"Kita harus membangun sebuah sistem internal yang baik, membangun sebuah sistem yang berstandar internasional sehingga meningkatkan kepercayaan dunia internasional pada industri jasa keuangan kita," ujarnya.

Baca juga : OJK Beberkan Lima Prioritas Sektor Jasa Keuangan 2021

Presiden dalam kesempatan itu turut mengapresiasi OJK, Bank Indonesia, dan Lembaga Penjamin Simpanan yang di tengah pandemi bekerja sama dalam upaya penanganan sisi ekonomi. Presiden ingin agar kerja sama tersebut terus dilanjutkan.

"Saya sangat senang selama 2020 kemarin, kerja sama antara pemerintah, Kementerian Keuangan, dengan OJK, dengan Bank Indonesia, dengan LPS, berjalan beriringan dengan baik. Setiap masalah selalu direspons dengan cepat. Untuk tahun ini, pemerintah ingin agar kerja sama tersebut dilanjutkan," ucap Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Negara juga mengajak industri keuangan untuk terus meningkatkan pengembangan UMKM dan meningkatkan akses UMKM untuk memperoleh pembiayaan. Menurutnya, pelaku usaha kecil yang memiliki potensi harus diberikan prioritas.

"Jangan hanya melayani yang besar-besar saja, yang itu-itu saja. Pelaku usaha kecil yang memiliki potensi, yang skalanya sangat besar harus diberikan prioritas. Akses pembiayaan bagi pelaku usaha di sektor informal UMKM harus lebih mudah dan cepat," ucap Presiden. (OL-7)

Baca Juga

Antara/Umarul Faruq

Tingkatkan Kualitas Tenaga Kerja, Kemenaker Gandeng PNM 

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Selasa 02 Maret 2021, 03:00 WIB
PNM akan membantu dalam sisi peningkatan kompetensi pendampingan dan juga program-program kewirausahaan yang dilakukan oleh Kemenaker yang...
Antara/Galih Pradipta

Teten Gandeng Kampus Susun Platform Kewirausahaan Nasional

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 02 Maret 2021, 02:20 WIB
Teten berharap program ini juga mampu menjadi jawaban atas pertanyaan arah ekonomi Indonesia ke depan, di mana teknologi digital...
AFP/Kenna Betancur

Saham di Wall Street Dibuka Lebih Tinggi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 02 Maret 2021, 01:20 WIB
Indeks S&P 500 meningkat 61,53 poin atau 1,61 persen menjadi 3.872,68 dan Indeks Komposit Nasdaq bertambah 209,10 poin, atau 1,59...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya