Kamis 14 Januari 2021, 20:20 WIB

Menristek Minta Penyintas Covid-19 Wajib Donor Plasma

Faustinus Nua | Ekonomi
Menristek Minta Penyintas Covid-19 Wajib Donor Plasma

MI/ Adam Dwi
Menristek Bambang Brodjonegoro

 

MENTERI Riset dan Teknologi (Menristek) Bambang Brodjonegoro menganjurkan pasien yang sembuh dari Covid-19 wajib melakukan donor plasma konvalesen.

Pasalnya, dari berbagai hasil penelitian termasuk Lembaga Eijkman, pasien sembuh dari Covid-19 mempunyai kadar antibodi yang tinggi dalam plasmanya.

"Mungkin memang harus ada penekanan bahwa setiap pasien yang sembuh (Covid-19) sedang dan berat itu sebaiknya diwajibkan mendonori. Karena bagaimana pun ini akan membatu orang lainnya," ungkap Bambang dalam wawancara bersama Media Indonesia, Kamis (14/1).

 

Dijelaskannya, terapi plasma saat ini memang tengah populer. Kementerian Kesehatan dan Kemenristek pun menjadi koordinator upaya tersebut.

 

Melalui Lembaga Eijkman yang berada di bawah Kemenristek ditemukan metode untuk mengukur kadar antibodi yamh ada dalam plasma tersebut.

Dalam uji klinis, plasma akan efektif diberikan ke penyintas Covid-19 bila tingkat antibodinya tinggi.

"Kan tugasnya plasma ketika masuk ke tubuh kita adalah menghasilkan antibodi untuk melawan Covid-19," tambahnya.

 

Berdasarkan hasil uji klinis diketahui bahwa kadar yang paling tinggi umumnya ditemukan pada penyintas Covid-19 yang sembuh.

Individu yang pernah terinfeksi Covid-19 sedang sampai berat memiliki tingkat antibodi yang tinggi dalam plasmanya.

 

"Ketika sembuh dia donor plasma maka potensinya sangat bagus untuk diberikan kepada orang yang sedang sakit Covid-19," imbuh Bambang.

Selain itu, dari hasil uji klinis pun ditemukan plasma akan efektif diberikan bila pasien masih dalam kondisi ringan ke sedang atau sedang ke berat.

Plasma tidak akan efektif bagi pasien yang dalam kondisi berat dan hal itu terbukti masih adanya pasien dalam kondisi berat yang meninggal meski sudah menerima donor plasma.

"Kalau yang ringan sampai sedang atau sedang menuju berat itu masih bisa mencegah kematian dan meningkatkan tingkat kesembuhan," jelasnya.

Menristek pun sangat mendukung gerakan donor plasma. Tanpa dilakukan donor, maka hasil riset atau penelitian yang sebenarnya sangat membatu itu akan berakhir pada teori saja. Untuk itu dia mengajak masyarakat khususnya pasien Covid-19 yang survive untuk ikut berkontribusi mengakhiri pandemi ini.(OL-8)

 

Baca Juga

DOK Seraya Perkasa Mututama

Seraya Gears Pabrik Roda Gigi Pertama di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 00:16 WIB
Pabrik roda gigi yang terletak di Cikarang Pusat, Indonesia, itu memiliki mesin dengan kapasitas sampai dengan diameter 5,5 meter,...
MI.Ramdani

INA dan UU Cipta Kerja Menjadi Penggerak Investasi 2021  

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:26 WIB
" Dua komponen ini jadi penggerak investasi yang menurut saya cukup menarik di 2021 dan selanjutnya," kata Ketua Umum Asosiasi...
Antara

Anggaran Kemeparekraf Dipotong Rp342 Miliar untuk Vaksinasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:25 WIB
"Program pendidikan dan pelatihan avokasi tidak terkena lakukan penghematan tetap menjadi Rp994 miliar," kata Mantan Wakil...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya