Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
FOTO : Selesai penandatanganan Master Agreement antara PT.Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan PT.Terregra Asia Energy Tbk (TGRA) pada Jumat 11 Desember 2020 di Jakarta, Direksi PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan Direksi PT Terregra Asia Energy Tbk berpose bersama - dari kiri ke kanan: Ikhwan Zamroni Divisi EPC Waskita, Purma Jose Rizal SVP EPC Division Waskita, Gunadi Soekardjo Director of Operation 3 Waskita, Djani Sutedja President Director Terregra Asia Energy, Daniel Tagu Dedo Finance Director Terregra Asia Energy, Kurnianto Mulia President Director Lotus Investment Management.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------
PEMBUKAAN pasar modal Bursa Efek Indonesia (BEI) di minggu pertama tahun 2021 ini disambut dengan berita positif. Pasalnya, dua emiten di BEI, yaitu PT.Waskita Karya (Persero),Tbk dengan kode saham WSKT dan PT.Terregra Asia Energy,Tbk dengan kode saham TGRA, telah melakukan penandatanganan master agreement pembangunan lima PLTMH di Propinsi Sumatera Utara dan dua PLTA di Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dengan total nilai investasi mencapai Rp.12,5 Trilliun.
Penandatangan dilakukan oleh Senior Vice President EPC Division PT Waskita Karya (Persero) Tbk Purma Yose Rizal dan Director of Operation 3 PT Waskita Karya (Persero) Tbk, Gunadi, dari pihak PT.Terregra Asia Energy,Tbk oleh Finance Director PT.Terregra Asia Energy,Tbk Daniel Tagu Dedo dan President Director PT.Terregra Asia Energy,Tbk Djani Sutedja, bertempat di Kantor Pusat PT Waskita Karya Jakarta, pada Jumat 11 Desember 2020, sebagaimana press release yang diterima redaksi.
Menurut Gunadi, PT Waskita Karya (Persero) Tbk fokus pada pembangunan Infrastruktur berupa jalan tol dan infrastruktur lainnya termasuk pembangkit listrik. Hingga saat ini, Waskita memiliki aset infrastruktur konektivitas pada 17 ruas jalan tol sepanjang 2 kilometer, nilai dari seluruh aset jalan tol tersebut mencapai Rp 60 triliun.
Selain jalan tol, untuk mendukung target pencapaian kontribusi EBT oleh Pemerintah pada tahun 2024 sebesar 23% dari total kebutuhan energi di Tanah Air.
Waskita juga memberikan kontribusi dalam pembangunan proyek-proyek EBT di Indonesia, sebagaimana yang baru saja ditandatangani dengan PT Terregra Asia Energy.
Djani Sutedja, President Director PT Terregra Asia Energy Tbk, menyatakan bahwa pemilihan Waskita sebagai kontraktor EPC dalam pembangunan lima PLTMH dan dua PLTA ini, karena Waskita memiliki reputasi yang tidak diragukan lagi untuk mengerjakan proyek-proyek infrastruktur besar dan berkualitas.
Lima PLTMH yang berlokasi di Propinsi Sumatera Utara, telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN dengan kapasitas masing-masing 2x3.5MW (2 proyek), 2x4.9MW (1 proyek) dan 2x5MW (2 proyek) atau total kapasitas PLTMH adalah 42.98MW, sedangkan dua unit PLTA masing-masing dengan kapasitas 2x166MW dan 3x45MW atau total mencapai 467 MW telah selesai studi kelayakan dan perijinan lokasi.
Total kapasitas dari 7 hydro power plant tersebut adalah sebesar 509.98MW. Commercial on date (COD) ditargetkan untuk PLTMH 24 bulan dari saat pembangunan sedangkan untuk PLTA 36 bulan. Djani Sutedja yang merupakan salah satu founders dari PT Terregra Asia Energy Tbk memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang energi di tanah air, selain pengalaman di bidang oil and gas dan tambang.
“Energi baru terbarukan di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, baik yang berasal dari sungai, matahari, angin dan bio massa; Terregra Asia Energy akan terus melakukan research and development untuk memberikan kontribusi yang berarti dalam pemenuhan kebutuhan EBT di Indonesia,” tambah Djani Sutedja.
Senior Vice President EPC Division PT.Waskita Karya (Persero) Tbk, Purma Yose Rizal mengatakan bahwa PT.Waskita Karya (Persero) Tbk sangat siap untuk mendukung PT.Terregra Asia Energy,Tbk sebagai kontraktor EPC, baik perancangan maupun pelaksanaan dalam pembangunan tujuh proyek ini.
Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp12,5 trilliun, sumber dana pembiayaan akan dipenuhi melalui skema debt financing dan equity financing yang melibatkan lembaga pembiayaan dalam negeri.
"Aksi korporasi yang sedang disiapkan oleh Terregra Asia Energy adalah rights issue dan penerbitan green bond dalam rangka mendukung pembangunan power plant renewable energy yang baru saja ditandatangani," tutur Finance Director TGRA, Daniel Tagu Dedo. (RO/OL-09)
Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Ernest Gunawan menyampaikan alokasi program mandatori B40 pada 2026 ditetapkan sebesar 15,646 juta kiloliter.
Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).
Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menjalin kerja sama strategis dengan PT Borneo Indobara (BIB) melalui penandatanganan perjanjian jual beli REC.
INDUSTRI panas bumi memiliki prospek baik dalam mendukung pencapaian target pemerintah dalam memperluas kapasitas pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT).
Pemerintah terus memperkuat arah kebijakan energi nasional dengan mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT). Langkah ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Langkah pemerintah dalam memperluas pemanfaatan EBT sudah berada di jalur yang tepat.
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved