Jumat 01 Januari 2021, 10:28 WIB

Akhir 2020, Realisasi Penyerapan Anggaran PUPR Capai 93 Persen

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Akhir 2020, Realisasi Penyerapan Anggaran PUPR Capai 93 Persen

ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Foto udara aliran Sungai Cimanuk Bendung Rengang dari saluran irigasi pemanfaatan Bendungan Jatigede di Kabupaten Majalengka

 

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mencatat, hingga 31 Desember 2020, realisasi penyerapan anggaran program kerja mencapai Rp87,59 triliun atau 93,06% dari total pagu anggaran sebesar Rp94,12 triliun.

Menteri PUPR Basuki Hadimoldjono menuturkan pembangunan infrastruktur dapat dijadikan tumpuan ekonomi di tengah pandemi covid-19. Berbagai program kerja seperti pembangunan dan pemeliharaan bendungan, pembangunan jalan dan jembatan, penataan kawasan dan lainnya terus dilanjutkan.

"Pada masa pandemi covid-19 ini, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan akibat dari turunnya investasi, demikian juga ekspor impor. Untuk menunjang pertumbuhan ekonomi, Pemerintah mengandalkan belanja APBN untuk pembangunan infrastruktur," kata Basuki dalam keterangannya, Jumat (1/1).

Basuki menjelaskan dari total anggaran tahun 2020 tersebut juga termasuk dari program pembangunan infrastruktur dengan skema Padat Karya Tunai (PKT).

Program tersebut di antaranya untuk pembangunan irigasi kecil, sanitasi, jalan produksi, dan rumah swadaya. Khusus untuk program PKT, hingga 31 Desember 2020, realisasi belanja PKT mencapai 97,85 % dengan serapan tenaga kerja sudah 100%.

Baca juga: PUPR Selesaikan Pembangunan Sea Wall Atinggola

Dijelaskan, untuk mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), PUPR mendapatkan anggaran tambahan sebesar Rp1,73 triliun berupa perluasan Program Padat Karya berupa revitalisasi saluran drainase jalan nasional sepanjang 5.000 km dengan anggaran Rp 1 triliun.

Anggaran tambahan tersebut, dikatakan untuk pembelian produk rakyat/UMKM sebesar Rp362 miliar dengan progresnya berkisar 98,39%.

PUPR menyebut, tambahan anggaran PEN tersebut, juga dialokasikan dalam mendukung program prioritas nasional sebesar Rp188,3 miliar dan pengembangan lumbung pangan (food estate) serta kawasan industri sebesar Rp184,46 miliar.

Untuk pengembangan food estate di lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG), Kalimantan Tengah, dilaporkan telah dimulai sejak akhir September 2020 dengan fokus pada rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi di Blok A Daerah Irigasi (DI) Dadahup sekitar 2.000 hektare.(OL-5)

Baca Juga

Dok. Kredivo

Kredivo Dapat Tambahan Kucuran Lini Kredit US$ 100 Juta dari VPC

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 03:00 WIB
CEO Kredio Umang Rustagi mengatakan, pendanaan lini kredit tersebut merupakan yang terbesar bagi Kredivo hingga saat...
Dok. Tokopedia

Dua Pelaku UMKM Bertema Budaya ini Sukses Manfaatkan Platform Digital

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 02:30 WIB
Demi meningkatkan penjualan, Caramia pun memanfaatkan platform digital. Dia mengungkapkan saat ini sekitar 60 persen penjualan Tioria by...
Dok. WOM Finance

WOM Finance Targetkan Rp5 Triliun dari Obligasi Berkelanjutan IV Tahap 1

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 23 Juni 2021, 01:30 WIB
Dana yang didapat dari obligasi akan digunakan sebagai modal kerja WOM Finance untuk menyalurkan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya