Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN PUPR mendapat alokasi anggaran sebesar RP75,63 triliun dalam RAPBN 2025. Anggaran tersebut turun drastis dari pagu anggaran yang diajukan sebesar Rp164,6 triliun dan menjadi yang paling rendah selama kurang lebih 10 tahun terakhir.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR Mohammad Zainal Fatah mengatakan bahwa alokasi anggaran tahun 2025 sama dengan anggaran PUPR di masa awal pemerintahan Jokowi. Di tahun 2014, anggaran kementerian tersebut tercatat sebesar Rp76,46 triliun dan kemudian di tahun-tahun berikutnya naik signifikan seiring dengan program pembangunan infrastruktur yang cukup masif.
Baca juga : Kenaikan Anggaran Belum Dibarengi Komitmen Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Berkeadilan
"Tahun depan PUPR dialokasikan sebesar Rp75,63 triliun ini kurang lebih sama dengan awal pemerintahan Pak Jokowi," ujar Zainal dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2025, Jumat (16/8).
Berkurangnya anggaran yang diperoleh PUPR di tahun depan nanti tidak terlepas dari program prioritas pemerintahan baru. Presiden terpilih Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran pada sektor lain seperti pendidikan dengan program makan bergizi gratis dan juga ketahanan pangan.
Meski demikian, Zainal mengatakan bahwa PUPR akan melanjutkan sejumlah program yang mendukung Asta Cita dari presiden terpilih. "Besaran alokasi ini tentu kita akan mendukung dan mengantisipasi apa yang menjadi Asta Cita dari presiden dan wakil presiden terpilih terutama pada ketahanan pangan dan energi," imbuhnya.
Baca juga : Naik Drastis! Anggaran HUT ke-79 RI di IKN Capai Rp87 Miliar
Beberapa program yang akan dilanjutkan PUPR dengan anggaran tersebut adalah untuk bidang-bidang sumber daya air. PUPR akan terus melanjutkan pembangunan bendungan, irigasi baik pembangunan baru dan tentu peningkatan irigasi dengan total 17 ribu ha.
Selain itu pengairan yang baik, pertanian yang baik, juga perlu pengendalian banjir bukan hanya di pedesaan tapi juga di perkotaan. Hal lain yang juga perlu dipenuhi adalah prasarana air baku. "Dan tentu yang terakhir adalah mengambil quick win dari tema ketahanan pangan kami juga akan melakukan cetak sawah untuk melengkapi bendungan dan irigasi yang sudah dibangun," tambahnya.
Dalam konektivitas, PUPR juga terus melanjutkan terutama untuk pembangunan jalan nasional. Begitu pula dengan pembangunan perumahan, air minum berbasis masyarakat di pedesaan dan juga sanitasi.(N-2)
Alokasi anggaran sebesar Rp200 juta untuk mendukung berbagai program kebersihan, meskipun saat ini teknis pelaksanaan masih akan dibahas lebih lanjut.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dana untuk pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumut, Sumbar.
MENTERI Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan perlunya perubahan cara berpikir dan pendekatan mendasar dalam tata kelola kehutanan Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa APBN 2025 mencapai sekitar Rp3.600 triliun, sementara APBD sebesar Rp1.350 triliun, dan seluruh eksekusi anggaran tersebut berada di tangan ASN.
Kongres AS menyetujui RUU pendanaan sementara untuk mengakhiri penutupan pemerintahan selama 43 hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved