Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (IDX:AIMS), perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan batu bara, jasa dan investasi, optimistis dengan proyeksi kinerja mulai 2021 mendatang akan kembali melesat. Optimisme ini didukung oleh keberhasilan manajemen dalam memulihkan suspensi perdagangan saham, pelepasan sebagian saham kepada masyarakat atau refloating.
Sebelumnya sejak 30 Oktober 2018 lalu, saham AIMS di Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak dapat diperdagangkan karena dalam status suspensi. Berbagai upaya telah dilakukan oleh manajemen AIMS agar dapat kembali aktif diperdagangkan dan memenuhi ketentuan refloating saham sesuai Ketentuan V.1 Peraturan BEI No. I-A.
“Berbagai langkah telah kami lalui untuk membawa Akbar Indo Makmur Stimec menuju kemandirian dan pertumbuhan bisnis,” kata Ramono Sukadis, Direktur Utama AIMS.
Adapun fokus AIMS pada 2021 mendatang adalah menggenjot lagi seluruh lini bisnis yang ada. Dengan demikian, laporan keuangan perusahaan yang beroperasi sejak 1997 ini, dapat kembali membukukan keuntungan.
Ada tiga program dan strategi yang tengah disiapkan manajemen AIMS untuk 2021 mendatang. Ini mencakup penyelesaian Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi Khusus (IUP-OPK) untuk kegiatan pengangkutan dan penjualan batu bara, serta mendapatkan izin sebagai Eksportir Terdaftar (ET).
Upaya berikutnya yaitu dengan menjajaki kemitraan strategis dengan berbagai pihak. Salah satu tujuan penjajakan ini, dilakukan untuk mendapat pendanaan yang mendukung rencana bisnis AIMS.
Kemudian pada 2021 nanti, AIMS juga berencana menjalin kerja sama dengan pelabuhan Nuansa Sakti Kencana (NSK) untuk mengoptimalkan kinerja bisnisnya. NSK sendiri adalah pelabuhan yang berada di kota Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Pelabuhan ini telah mendapat izin dari Kementerian Perhubungan sebagai terminal khusus pertambangan batu bara sejak 12 Mei 2020 lalu.
Ramono menambahkan, di kuartal pertama 2020 ini, AIMS telah mengantongi kontrak kontrak kerja sama dengan PT Bumi Petangis (BP) dan PT Ansaf Inti Resources (AIR). Masa kontrak dengan kedua mitra ini akan berlangsung sampai dengan 30 Desember 2020, dengan kuota batu bara sebanyak 22.500 metrik ton.
“Pada kontrak ini, perseroan menetapkan harga jual sebesar Rp203.909 per metrik ton dan trade margin sebesar Rp10.000 per metrik ton atau setara 5%,” ungkap Ramono.
Pada 7 Desember 2020 kemarin, AIMS juga mendapat perpanjangan kontrak bersama BP dan AIR, dengan jangka waktu kontrak 12 bulan. Kontrak yang disepakati mencakup pengangkutan batu bara melalui 12 kapal tongkang, dengan kapasitas 7.550 metrik ton per tongkang. Nilai harga jual dalam kontrak ini juga sama dengan kontrak yang diperoleh sebelumnya, yaitu Rp203.909 per metrik ton.
Dari sisi aset, AIMS memiliki aset sebanyak Rp19,13 miliar per 30 September 2020 kemarin. Pihak manajemen memproyeksikan total aset AIMS tembus Rp22,34 miliar pada akhir Desember 2022 mendatang.
Sedangkan dari sisi pendapatan, AIMS berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp3,1 miliar dalam kurun Januari-September (9 bulan) 2020. Manajemen AIMS juga telah memproyeksikan bahwa perseroan sanggup mencetak pendapatan hingga Rp18,47 miliar pada 2021 dan sebesar Rp36,95 miliar pada pada 2022 nanti.
Ramono menyampaikan bahwa pada bulan Desember 2020 ini, posisi kepemilikan saham telah berubah dimana PT Aims Indo Investama mengendalikan sebanyak 169.999.890 saham AIMS atau setara dengan 77,27%. Sehingga kepemilikan saham oleh investor publik bertambah menjadi sebanyak 50.000.110 saham atau setara 22,73%.
Sebelumnya, Aims Indo Investama mengendalikan sebanyak 184.004.690 saham AIMS atau setara dengan 83,64% dan porsi kepemilikan investor publik hanya sebanyak 35.995.310 saham atau setara 11,33%. Peningkatan porsi saham investor publik di AIMS terjadi karena adanya pemenuhan refloating yang dilakukan oleh pihak manajemen dan pemegang saham AIMS.
“PT Aims Indo Investama telah melepas kembali sebagian sahamnya kepada masyarakat sebanyak 14.004.800 lembar saham melalui pasar negosiasi,” kata Ramono. (RO/OL-09)
Tumpukan atau stockpile batu bara tersebut ditemukan di enam titik lokasi yang berbeda.
Sepanjang 2025, sebanyak 22,9 juta ton barang berhasil dikelola oleh KAI Logistik (Kalog).
MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan produksi batu bara Indonesia pada 2026 dipangkas menjadi kisaran 600 juta ton.
PEMERINTAH akan melakukan audit lingkungan terhadap lebih dari 100 unit usaha di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh sebagai bagian dari evaluasi persetujuan lingkungan pascabencana.
Holding Industri Pertambangan Indonesia, Mind ID, terus memperkuat transformasi digital di sektor pertambangan nasional melalui penerapan inisiatif smart mining.
PEMERINTAH membidik lokasi proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) berlokasi tak jauh dari PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
Kondisi perekonomian dan persaingan industri yang kurang kondusif sepanjang tahun 2025 menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kinerja.
PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) mencatatkan kinerja positif. Hingga November 2025, nilai penjualan produk yang dihasilkan mencapai Rp3,56 triliun lebih.
Kebijakan GSH merupakan langkah elegan sekaligus apresiasi kepada karyawan.
Transformasi dan kinerja positif tidak terlepas dari dukungan Danantara selaku pemegang saham seri B.
MENTERI Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan akan terus berusaha agar umat semakin dekat dengan ajaran agamanya.
Keberhasilan menyelamatkan aset negara sebesar Rp1,6 triliun menjadi catatan penting dalam pengawasan di sektor perekonomian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved