Kamis 24 Desember 2020, 21:30 WIB

Strategi Bisnis 2021, Perkuat Database dan Optimalisasi Digital

mediaindonesia.com | Ekonomi
Strategi Bisnis 2021, Perkuat Database dan Optimalisasi Digital

Istimewa
Webinar strategi marketing untuk peningkatan pangsa pasar di 2021.

 

TAHUN 2020 tak lama lagi berakhir, situasi pandemic covid di 2021 belum bisa dipastikan mereda. Pertumbuhan ekonomi juga masih tanda tanya, situasi bagi Aristo Kristandyo VP of Marketing PT. Bumilangit Entertainment merupakan tantangan sekaligus peluang.

 “Suatu produk sulit bertahan tanpa adanya involving, harus selalu ada pembaharuan produk tanpa mengurangi kekhasanahannya. Marketing juga harus punya strategi meyakinkan pelanggan dengan building awareness of corporate identity dan telling a clear and truth story of product” kata Aristo Kristandyo, dalam seminar digital atau webinar yang diadakan – GITS.id, kemarin.

Aristo Kristandyo memaparkan strategi marketing mulai dari latar belakang menciptakan suatu product, memahami target market, channel of communication, positioning market, product involving, amplifikasi konten di media sosial hingga tantangan yang akan dihadapi dunia periklanan digital dua tahun mendatang.

Selain itu, Aristo Kristandyo juga memaparkan marketing case study di industri FMCG, penerbangan hingga Bumilangit dalam mengembangkan produk di tengah tekanan persaingan dan perubahan zaman.

“Tahun 2020 segera berakhir dan tantangan yang akan dihadapi dunia periklanan digital di 2021 adalah Google secara bertahap akan menghapus cookie dari browser Chrome dalam dua tahun kedepan. Dengan begitu pebisnis dan pengiklan digital harus mengantisipasi perubahan dengan kemampuan pengidentifikasi, mengelola dan mendapatkan data pihak pertama sebanyak mungkin di 2021” imbuhnya.

Penghapusan cookie dapat melumpuhkan kemampuan pengiklan digital dan perusahaan teknologi untuk mengidentifikasi pengguna saat mereka melakukan perjalanan di seluruh web. Penting bagi bisnis atau brand memiliki aplikasi mobile sendiri sebagai wadah mengumpulkan pelanggannya.

Dia juga menjelaskan bahwa pebisnis harus sigap menghadapi perubahan. Di Indonesia masih efektif melalukan on ground activation untuk menjemput pelanggan dan memperbesar pasar. “Sebagai contoh, suatu produk minuman berenergi yang memiliki target market seperti supir bus dan truk, aktifitas marketing dengan pendekatan gebrakan pasar di terminal masih relevant dilakukan”. Dengan segala perubahan yang terjadi, pebisnis dituntut berani untuk mengaktifkan channel lain agar produk dapat bertahan dan berkembang.

Dalam kesempatan sama, Ray Rizaldy, Chief Executive Officer Gits.id menjelaskan bahwa tema webinar membahas strategi marketing untuk peningkatan pangsa pasar dan membantu pelaku bisnis mengambil keputusan tepat di 2021.  Selain itu pihaknya juga menjelaskan “GITS.id merupakan perusahaan teknologi dengan spesialisasi pada pengembangan mobile application dan salah satu Google Cloud Partner di Indonesia, Gits.id banyak membantu perusahaan dalam transformasi digital dan moderenisasi cloud. (OL-13)

Baca Juga: Syarat Jadi Negara Maju : Perbanyak Wirausaha

Baca Juga

Dok. Kemenhub

Kemenhub Bangun Pelabuhan Anggrek di Gorontalo lewat Skema KPBU

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:42 WIB
“Meskipun di tengah pandemi, tetapi kita terus berkomitmen melanjutkan pembangunan. Saya bersyukur dan senang, karena pembangunan...
Anara/Fikri Yusuf

62 Juta Lapangan Kerja Sektor Pariwisata Hilang di 2020, Sandiaga : Ini PR Besar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:11 WIB
Data dari Kemenparekraf menyatakan jumlah wisawatan mancanegara di Indonesia anjlok 75% hingga tahun ini, lalu jumlah wisatawan nusantara...
Dok. BTN

Kolaborasi BTN-KAS Gelar Drive-Thru Akad Kredit Massal Proyek Perumahan

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:08 WIB
Gelaran ini merupakan inovasi BTN dan PT KAS untuk mempermudah konsumen dalam memiliki hunian di tengah pandemi Covid-19  yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya