Senin 07 Desember 2020, 04:40 WIB

Pertamina EP Tingkatkan Pengeboran di 2021

Ant/E-2 | Ekonomi
Pertamina EP Tingkatkan Pengeboran di 2021

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pertamina EP akan menambah jumlah sumur pengeboran pada 2021 menjadi 132 pengeboran.

 

PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) selaku kontraktor kontrak kerja sama di bawah pengawasan SKK Migas, memacu produksi minyak dan gas guna memenuhi kebutuhan energi nasional selama pandemi covid-19.

Pertamina EP akan menambah jumlah sumur pengeboran pada 2021 menjadi 132 pengeboran, 190 workover, dan 3.281 well services dalam mencapai target produksi minyak sebesar 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 BSCFD pada 2030.

Direktur Pertamina EP Eko Agus Sardjono mengatakan jumlah pengeboran yang akan dilakukan pada tahun depan akan menjadi jumlah pengeboran paling banyak dalam sejarah kegiatan operasional Pertamina EP.

“Tahun 2021, jumlah pengeboran Pertamina EP hampir dua kali lipat dari pengeboran di 2020,” kata Eko dalam keterangan resminya, kemarin.

Ia mengungkapkan, 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, Pertamina EP optimistis dengan peningkatan jumlah pengeboran akan menahan penurunan natural produksi sehingga produksi Pertamina EP dapat bertambah dan dapat memberi kontribusi optimal terhadap produksi minyak dan gas nasional.

Hingga Oktober 2020, produksi minyak Pertamina EP mencapai 80.179 BOPD dan gas sebesar 854,12 MMSCFD.

“Pertamina EP mendapat dukungan penuh dari SKK Migas serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) perusahaan, terhadap kegiatan operasional perusahaan,” katanya.

Akhir November lalu, PT Pertamina EP berhasil menyelesaikan proyek fasilitas produksi lapangan minyak dan gas bumi (migas) SP Bambu Besar dan SKG Betung lebih cepat dari target. Kedua proyek tersebut dapat menambah produksi minyak nasional sebesar 2.738 (BOPD) dan gas sebesar 15,52 MMSCFD.

“Kami mengapresiasi kinerja PT Pertamina EP dalam merealisasi SP Bambu Besar lebih cepat dari target, sehingga pada 2020 ini kita sudah berhasil mendapatkan tambahan produksi. Dalam kondisi pandemi covid-19 dan harga minyak yang rendah, capaian ini sangat luar biasa karena untuk mencapainya, dibutuhkan effort tambahan di lapangan,” kata Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno pada peresmian fasilitas produksi SP Bambu Besar dan SKG Betung. (Ant/E-2)

Baca Juga

AFP/Robyn Beck.

OPEC: Permintaan Minyak 2022 Mampu Atasi Ancaman Omikron

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 18 Januari 2022, 21:31 WIB
Namun kelompok produsen minyak utama yang dipimpin Saudi memperingatkan jenis virus di masa depan dan pembatasan perjalanan terkait pandemi...
Antara/Aswaddy Hamid

Jaga Pasokan Minyak Goreng Dalam Negeri, Kemendag Terbitkan Regulasi Pencatatan Ekspor CPO 

👤Fetry Wuryasti 🕔Selasa 18 Januari 2022, 21:29 WIB
Aturan baru yaitu Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 02 Tahun 2022 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun...
Antara/Harviyan Perdana Putra

Maksimalkan Pemulihan Ekonomi UMKM, Plafon KUR Naik dan Suku Bunga Diturunkan 

👤Despian Nurhidayat 🕔Selasa 18 Januari 2022, 20:42 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masudki menegaskan, kebijakan terkait KUR yang semakin longgar menjadi bukti kehadiran pemerintah untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya