Headline

Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.

Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp17,3 Triliun

Insi Nantika Jelita
02/12/2020 17:30
Adhi Karya Raih Kontrak Baru Rp17,3 Triliun
Proyek LRT yang dikerjakan Adhi Karya(Antara/M Risyal Hidayat)

PT Adhi Karya (Persero) Tbk mencatat perolehan kontrak baru sebesar Rp17,3 triliun (di luar pajak) hingga November 2020. 

Jumlah tersebut naik sebesar 130,7% dibandingkan perolehan kontrak baru pada bulan sebelumnya sebesar Rp7,5 triliun.

"Sehingga nilai total order booked sebesar Rp47,8 triliun (di luar pajak)," kata Corporate Secretary Adhi Karya Parwanto Noegroho dalam keterangan resminya, Rabu (2/12).

Adapun realisasi perolehan kontrak baru di bulan November 2020 terdiri sejumlah proyek strategis yang ditangani PT Adhi Karya berupa, Jalan Tol Jogja-Solo-NYIA Kulon Progo sebesar Rp7.831,1 miliar, lalu proyek Jalan Tol Serang-Panimbang dengan nilai Rp937,8 miliar.

Kemudian proyek Pengamanan Pantai di Jakarta sebesar Rp221,3 miliar, proyek instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Palembang di Sumatera Selatan yang mencapai Rp208,4 miliar, proyek Pos Lintas Batas di Labang NTT dengan Rp191,6 Miliar. 

Kemudian, proyek Kolam Retensi di Bandung, Jawa Barat senilai Rp128,7 Miliar dan proyek lainnya yang terdiri dari proyek Rumah Sakit, Gedung Pemerintahan, Properti, dan lain-lain mencapai Rp345,1 miliar.

"Selain itu, ADHI telah memenangkan tender beberapa paket di bulan November 2020 dan telah dinyatakan sebagai penawar terendah," jelas Noegroho.

Dia juga menjelaskan, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru November 2020, meliputi lini bisnis Konstruksi & Energi sebesar 95%, Properti sebesar 4% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya. Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Gedung sebesar 16%, MRT sebesar 8%.

Lalu, pada proyek jalan dan jembatan sebesar 62%, serta proyek Infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, dan proyek-proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) sebesar 14%.

Selain itu, Noegroho menambahkan, berdasarkan segmentasi kepemilikan, realisasi kontrak baru dari Pemerintah sebesar 44%, BUMN sebesar 8%, Swasta sebesar 3%, dan Investasi sebesar 45%. (E-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Raja Suhud
Berita Lainnya