Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
INDEKS saham berjangka AS naik pada Senin (23/11) dengan adanya harapan bahwa vaksin covid-19 pertama akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan.
“Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS kemungkinan akan menyetujui distribusi vaksin yang dibuat oleh Pfizer Inc dan mitra Jerman BioNTech pada pertengahan desember,” kata seorang pejabat tinggi pemerintah di bidang upaya pengembangan vaksin.
Pasar ekuitas global mendapat dorongan pada Senin pagi (23/11) karena AstraZeneca Plc mengatakan vaksin covid-19 yang tengah dikembangkannya memiliki efektivitas hingga sekitar 90 persen, meskipun sahamnya turun karena beberapa traders menganggap data kemanjurannya mengecewakan dibanding dengan pesaingnya.
"Berita vaksin hari ini positif, tetapi hanya sebagian bertanggung jawab atas reli di pasar saham pagi ini, yang juga didorong oleh berita bahwa Amerika Serikat berharap untuk memulai program vaksinasi dalam waktu kurang dari tiga minggu," kata kepala ekonom di Investec di London Philip Shaw.
Baca juga: Respons Kantor Staf Presiden atas Pernyataan Jusuf Kalla
Pada 7:07 pagi ET, Dow e-minis naik 142 poin atau 0,49 persen, S&P 500 e-minis naik 15,25 poin, atau 0,43 persen, dan Nasdaq 100 e-minis naik 30 poin, atau 0,25per sen.
Bukti tingkat kemanjuran yang tinggi dalam vaksin eksperimental mengangkat patokan S&P 500 ke rekor tertinggi awal bulan ini, meskipun kenaikan telah dibatasi oleh kekhawatiran seputar lebih banyak lockdown untuk mencegah lonjakan infeksi.
Nevada pada hari Minggu menjadi negara bagian AS terbaru yang memperketat pembatasan pada kasino, restoran, dan bar, sambil memberlakukan aturan yang lebih luas untuk memakai masker selama tiga minggu ke depan. (CNA/OL-4)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved