Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH menyebut pertumbuhan ekonomi nasional mulai mengalami pemulihan. Meski hasil di kuartal ketiga masih berada di level negatif yakni minus 3,49%, pertumbuhan ekonomi mulai mengalami perbaikan.
Sebagaimana diketahui, pada kuartal kedua, kondisi Indonesia jauh lebih buruk dengan angka pertumbuhan -5,32%.
Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Kantor Staf Presiden (KSP) Edy Priyono menyatakan Indonesia sudah melampaui titik terendah dan mulai beranjak maju.
"Pertumbuhan kuartal ketiga memang masih negatif tetapi angka negatifnya lebih kecil dibandingkan kuartal kedua. Ini bisa menjadi modal yang bagus untuk melangkah ke kuartal keempat," ujar Edy melalui keterangan resmi, Kamis (5/11).
Ia pun optimistis situasi perekonomian akan bergerak ke arah yang lebih baik pada akhir tahun. Pasalnya, sejauh ini, pemerintah telah menjalankan berbagai program yang mampu mendorong belanja negara untuk menutupi konsumsi masyarakat yang tengah melesu.
Baca juga :Indonesia Catatkan Resesi Pertama sejak Krisis Finansial Asia
“Sesuai prinsip counter cyclical, ketika belanja masyarakat lesu, belanja pemerintah menjadi andalan untuk mendorong perekonomian. Ini akan terus dilakukan selama perekonomian belum sepenuhnya pulih," tuturnya.
Pemerintah, lanjut dia, juga akan mendorong masyarakat kelompok menengah ke atas untuk meningkatkan konsumsi.
Pasalnya, selama ini, kelompok tersebut diduga banyak mengendapkan uang sebagai tabungan.
"Pemerintah perlu memikirkan bagaimana cara agar mereka membelanjakan uang mereka. Caranya adalah dengan menegakkan protokol kesehatan yang ketat karena kelompok menengah ke atas hanya akan mau keluar dan berbelanja secara fisik jika merasa aman,” imbuh Edy.
Walaupun masih di zona negatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih lebih baik dibandingkan beberapa negara lain seperti Singapura yang jeblok sampai -7,0% dan Meksiko -8,58%.
“Kalau melihat perbandingan tersebut, pertumbuhan Indonesia cukup baik. Yang terpenting adalah, pertumbuhan kita di kuartal ketiga ini lebih baik daripada kuartal kedua. Ini menunjukkan bahwa secara bertahap kita bergerak menuju pemulihan,” tandas Edy. (OL-2)
Ketidakpastian global akibat meningkatnya risiko geopolitik dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi tantangan utama pada 2026.
Allianz Global Investors (AllianzGI) menilai perekonomian global memasuki 2026 dalam kondisi yang masih tertekan, namun menunjukkan ketahanan yang relatif solid.
GUBERNUR Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan berdasar kajian kondisi perekonomian sepanjang 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 diperkirakan berada pada kisaran 4,7%-5,5%.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk meninggalkan sikap wait and see atau bereaksi menunggu terhadap dinamika pasar.
GUBERNUR Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan masih terbuka peluang penurunan lanjutan suku bunga acuan atau BI Rate pada tahun ini.
Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) dinilai menjadi langkah positif bagi penguatan kebijakan ekonomi nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved