Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Pertamina Bakal Gunakan Aplikasi Digital di Kilang Cilacap

Insi Nantika Jelita
04/11/2020 02:23
Pertamina Bakal Gunakan Aplikasi Digital di Kilang Cilacap
Pekerja beraktivitas di kilang Pertamina refinery Unit IV Cilacap(Antara/Rifan Anshori)

PERTAMINA tengah mengimplementasi digitalisasi dalam proses bisnis. VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menjelaskan pihaknya sudah berhasil menggunakan aplikasi digital dalam rangka mengatur penjadwalan pemeliharaan kilang yang sudah diterapkan, seperti di Kilang Balongan dan Kilang Dumai.

"Ke depan, Pertamina akan memperluas aplikasi ini ke kilang lainnya yaitu Kilang Cilacap, Kilang Plaju dan Kilang Balikpapan," kata Fajriyah dalam keterangannya, Selasa (3/11).

Menurutnya, digitalisasi dapat membantu mempercepat pengambilan keputusan sehingga operasional menjadi lebih efisien. Sistem digital yang dipasang di kilang Pertamina, ungkap Fajriyah, dapat mengoptimalkan jadwal pemeliharaan yang bertujuan menghindari terjadi downtime dan kinerja keselamatan kerja di lapangan.

“Melalui sistem tersebut, Pertamina dapat menyiapkan predictive maintenance yang terintegrasi melalui adopsi advanced analytics, sehingga meminimalisir terjadinya unplanned shutdown kilang. Lalu, meningkatkan kehandalan operasional dalam memenuhi kebutuhan energi nasional,” jelas Fajriyah.

Baca juga : Infrastruktur Migas Harus Didukung Pasokan dan Pasar 

Ia menambahkan, dalam menyumbang profit perusahaan, Pertamina juga telah melakukan transformasi digital dengan membangun Upstream Cloud dan Big Data Analytic, sebagai bagian dari optimasi penggunaan aplikasi Petrotechnical yang tersentralisasi dan terintegrasi.

Di luar itu, lanjutnya, Pertamina juga sudah melakukan enam program utama digitalisasi yaitu Loyalty Program, Digital Refinery, Knowlegde Management & Best Practice in Upstream, Digital Procurement, dan Digitalisasi Korporat. Digitalisasi Korporat diantaranya adalah pengimplementasian document management berupa p-office dan digital signature yang lebih terintegrasi.

“Di era industri 4.0, Pertamina akan melakukan transformasi digital secara terus menerus, karena langkah ini dapat berkontribusi terhadap nilai tambah perusahaan sebagai ujung tombak energi nasional. Melalui digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa, diprediksi Pertamina dapat memberikan kontribusi efisiensi terbesar, sekitar Rp 1,5-2 triliun per tahun,”tandas Fajriyah. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya