Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKTOR pertanian di Tanah Air sudah mulai tersentuh era 4.0. Era yang membuat sektor pertanian sudah juga disentuh teknologi informasi (IT) dan digitalisasi. Oleh sebab itu, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Siti Munifah, menegaskan tidak ada alasan tidak mengenal IT.
Pernyataan tersebut disampaikan Siti Munifah pada Workshop Informasi Lingkup BPPSDMP, Selasa (3/11). Dalam paparannya, Siti Munifah mengangkat tema Optimalisasi Informasi Media Digital dalam Mendukung Program Utama Kementan.
“Informasi pertanian harus dimasifkan. Apalagi, pada pertumbuhan ekonomi di Triwulan II 2020, pertanian menyumbang PDB sebesar 16%, artinya pertanian itu bisa diandalkan. Pada mana pandemi yang bisa positif pertumbuhan ekonominya adalah pertanian dan telekomunikasi,” katanya.
Siti Munifah mengatakan, sektor pertanian sendiri sudah memasuki era 4.0. Hal ini juga sejalan dengan tagline yang sering digaungkan Mentan, yaitu Maju, Mandiri, Modern.
“Pertanian Maju ditunjukkan dengan penggunaan IT, sedangkan Mandiri dengan peningkatakan ekspor tiga kali lipat. Sedangkan bisa disebut Modern kalau semua sudah menggunakan alsintan, berbudidaya dengan smart agriculture, penggunaan Internet of Thing (IoT). Ini ciri pertanian modern," katanya.
Dtambahkannya, pertanian 4.0 sendiri sudah diterapkan diberbagai negara, seperti Jepang dan Korea.
“Semua sektor sudah menerapkan 4.0, selain pertanian, ada juga industri, film, maupun musik. Kita tidak boleh tertinggal, pertanian kita pun harus mengikuti era 4.0. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mengenal IT, ICT, atau mengenal komputer,” tegasnya.
Menurutnya, makna dari modern adalah pemanfaatkan alat modern berbasis IoT, drone, juga remote control. Hal itu juga yang sedang dibangun oleh BPPSDMP.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan perubahan untuk menyambut era 4.0.
“BPPSDMP sudah menyiapkan SDM untuk mendukung era 4.0, era digital dimana teknologi harus dimanfaatkan. Caranya, kita mentransformasikan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menjadi BPP Kostratani,” terangnya.
Dijelaskannya, BPP Kostratani dilengkapi sarana IT dan juga komputer. Hal ini akan membantu pengembangan SDM di dalam BPP.
“Dengan sarana IT dan komputer, penyuluh dan petani sekitar BPP bisa mengikuti pelatihan atau penyuluhan dan webinar yang kita lakukan secara virtual. Proses ini tidak pernah berhenti, terus kita jalankan meski dalam pandemi covid-19,” katanya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limp menegaskan pengembangan SDM pertanian sangat penting.
“Kita harus meningkatkan kualitas, pengetahuan, kemampuan, juga keterampilan SDM pertanian. Karena kita berharap SDM-SDM pertanian bisa memberikan inovasi untuk mendukung peningkatan produksi,” katanya. (RO/OL-09)
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Studi terbaru mengungkap masa depan budidaya alpukat di India. Meski permintaan tinggi, perubahan iklim dan emisi karbon mengancam keberlanjutan panen.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Kalau kita kelompokkan petani pangan, persentase petani yang di atas 55 tahun jauh lebih besar.
Menlu RI Sugiono menegaskan komitmen Indonesia-Turki memperkuat kerja sama industri, produk halal, dan pertanian saat bertemu Presiden Erdogan di Istanbul.
Di sektor pertanian, penerapan pertanian organik dan sistem pertanian yang berkelanjutan menjadi pilihan utama.
Klinik gigi Smileworks di Kelapa Gading mengutamakan pemeriksaan komprehensif, edukasi pasien, dan teknologi kedokteran gigi berstandar internasional.
Masa depan akademik mahasiswa bergantung pada sejauh mana mereka mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai pembelajar yang kritis dan fokus.
Teknologi digital kian memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ritel mikro di Indonesia.
Pemerintah Kabupaten Jepara memperkuat program UMKM Naik Kelas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
PERKEMBANGAN teknologi digital telah mengubah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari: bekerja, belajar, bersosialisasi, hingga berlibur kini sering dilakukan di depan layar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI siap menggelar Konferensi Zakat Internasional ke-9 atau The 9th International Conference on Zakat (Iconz) 2025 yang berlangsung pada 9-11 Desember
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved