Rabu 28 Oktober 2020, 06:27 WIB

Pemerintah Berencana Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Pemerintah Berencana Sesuaikan Tarif Pungutan Ekspor CPO

ANTARA/Irsan Mulyadi
Pekerja menyusun tandan buah segar kelapa sawit untuk diolah menjadi CPO di Pabrik Kelapa Sawit Adolina milik PTPN IV, di Serdang Bedagai.

 

PEMERINTAH akan menyesuaikan kembali tarif pungutan ekspor Crude Palm Oil (CPO) dan produk turunannya untuk mendorong keberlanjutan program mandatori biodiesel B30. Penyesuaian tarif itu akan berlaku mulai 1 November 2020.

Namun, besaran tarif itu belum dipublikasikan lantaran menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang saat ini masih dalam tahap penyusunan.

"Program B30 harus terus dijalankan dengan tujuan menjaga stabilisasi harga CPO pada level harga minimal US$600 per ton untuk menjaga harga tandan buah segar (TBS) petani sawit," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dikutip dari siaran pers, Rabu (28/10).

Baca juga: Aturan Tarif Energi Terbarukan akan Diterbitkan

"Selain itu juga untuk mempertahankan surplus neraca perdagangan nonmigas yang sekitar 12%-nya berasal dari ekspor produk sawit dan turunannya," sambungnya.

Airlangga menambahkan, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan produksi perkebunan kelapa sawit rakyat dengan mengalokasikan Dana Perkebunan Kelapa Sawit untuk 180 ribu hektare (ha) lahan di 2021.

"Target luasan lahan tersebut diikuti kenaikan alokasi dana untuk tiap hektare lahan yang ditetapkan, yaitu Rp30 juta per ha atau naik Rp5 juta per ha dari sebelumnya sebesar Rp25 juta per ha," terang Airlangga. (OL-1)

Baca Juga

Antara/Dhemas Reviyanto

BI Beli SBN Pemerintah Rp473,2 Triliun pada 2020

👤Despian Nurhidayat 🕔Jumat 22 Januari 2021, 06:30 WIB
Pendanaan dan pembagian beban dalam APBN itu bertujuan memulihkan ekonomi nasional yang terdampak badai pandemi...
Antara/Zabur Karuru

PUPR Targetkan Pengalihan BPWS Lebih Awal

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 22 Januari 2021, 05:10 WIB
Keputusan itu mengacu Perpres 112/2020 terkait pembubaran lembaga nonstruktural. Nantinya, ada pengalihan aset milik BPWS senilai Rp1,2...
Antara/Septianda Perdana

BRI: Menumbuhkan Kredit Jadi Tantangan 2021

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 22 Januari 2021, 01:10 WIB
Pada 2020 lalu, pertumbuhan kredit di Bank BRI minus 2,42% akibat nasabah perorangan hingga korporasi terdampak pandemi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya